Ultras Mania Gresik

Kita pernah juara. Gresik pernah juara. Dan sekarang "KAMI RINDU JUARA" Liga Indonesia

Roma Club Indonesia

Kami ada. Kami berpesta. Kami bersatu. Hanya untuk satu kebanggaan, AS ROMA

AS ROMA

LA ROMA NON SI DISCUTE SI AMA

Fan Fiction

Cerita fiksi untuk meluapkan ekspresi jiwa. Tentang hiburan, luapan perasaan, dan pengorbanan.

48 Family

The power of Idol. Idol can't make you horny, just can make you proud with them. Kita pecinta idol sebagaimana kita mencintai sepakbola.

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2015

Alhamdulillah, PKS Masih Oposisi

Ada kabar gembira menjelang 2015 berakhir. Bukan tentang JKT48 yang menang award di salah satu stasiun TV. Ya karena itu sudah biasa terjadi. Hmm, konspirasi. Tapi dari PKS. Ya, Partai Keadilan Sosial.
Menjelang 2015 bebas tugas, PKS mengumumkan ke Presiden Jokowi, bahwa ia tetap dalam koalisi merah putih (KMP). Yang artinya, PKS masih tetap istiqomah di jalur oposisi. Sebuah berita bagus bagi Indonesia.
Saya, sebagai masyarakat Indonesia sangat mendukung keputusan PKS untuk istiqomah sebagai oposisi. Saya tak asal-asalan. Saya memiliki alasan kenapa saya bahagia PKS masih istiqomah sebagai oposisi.
PKS adalah oposisi sejati. Kenapa? Mari tarik ke belakang. Ketika PKS masuk ke koalisi pemerintahan, di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PKS bertindak layaknya oposisi dan menentang kebijakan pemerintah.
Apa ini aneh? Awalnya saya berfikir begitu. PKS yang bertindak bertabrakan dengan keputusan pemerintah, padahal mereka adalah koalisi pemerintahan, dan ini sebuah keanehan. Bukankah seharusnya koalisi pemerintahan, selalu patuh dan mengikuti semua yang diputuskan koalisi? Ya, biasanya memang seperti itu.
Tapi kali ini PKS benar. Hmm, mereka selalu benar. Ketika ada anggota dewan dari PKS yang melihat video porno pun, mereka selalu melakukan pembenaran. Ah, itu cuma kecelekaan.
Oke mari fokus. PKS adalah partai revolusi yang lahir pasca reformasi. Tentu di dalam diri PKS, hasrat untuk reformasi birokrasi sangatlah kuat. Dan itu dimulai ketika mereka berada di koalisi pemerintahan.
Ketika biasanya partai koalisi pemerintah nurut apa kata pemerintah, kali ini mereka mencoba merubah tradisi itu dan menjadi oposisi. Apa itu sah? Sah-sah saja. Tak ada yang salah dalam politik. Bukan begitu, Pak Setya Novanto?
Jadi, kalau ada yang bilang PDI-P adalah partai oposisi paling istiqomah, saya meyakini bahwa PDI-P kalah istiqomah dibandingkan PKS.
Selain itu, alasan lain kenapa saya senang PKS masih di koalisi merah putih adalah saya masih ingin melihat dan mendengar staetment cerdas ala kader PKS seperti Fahri Hamzah, disaat membela koalisi merah putih. Saya sudah bosan mendengar suara Ruhut dan masih ingin mendengar suara syahdu Fahri Hamzah.
Seperti statement cerdas Fahri Hamzah saat membela Setya Novanto terkait papa minta saham. Saat itu, ia mengatakan bahwa kasus papa minta saham merugikan DPR. Saya sangat setuju. DPR adalah lembaga paling mulia. Fakta bahwa banyaknya kasus yang menimpa anggota dewan, tak mampu mengurangi kemegahan dan kemuliaan DPR.
 Kembali, saya bersyukur bahwa PKS masih ada di jalur oposisi. Saya masih ingin tertawa melihat ulah kader ataupun simpatisan PKS dan netizen yang membenci PKS. Istilah Sapi dan kecebong tak akan lahir kalau PKS tak berada di pihak oposisi. Bagi saya, dagelan macam itu mampu sedikit membuat saya tertawa dan mengendurkan urat-urat saya yang mulai kaku akibat terlalu lama mengerjakan skripsi.

Jadi, tak ada alasan lagi bagi kita untuk tak bersyukur PKS masih ada di jalur oposisi, bukan?

Kamis, 24 Desember 2015

Merawat Ingatan Tentangmu, Bunda

Pertama, izinkan saya untuk mengucapkan ini: Innalilahi wa innailihirajiun. Turut berduka cita atas kepergiaan Bunda. Bunda orang baik, dan saya percaya, orang baik akan ditempatkan di tempat yang baik pula oleh Allah.
Bunda. Ya, saya menyebut beliau dengan sebutan itu. Sampai saat ini, saya tak tahu nama panggilan Bunda. Yang saya tahu, saya tetap menyebutmu bunda. Ya, sampai saat ini. Sampai saat di mana saya tak tahu kalau bunda sudah tenang di surga.
Tak begitu banyak kenangan yang melekat di ingatan saya. Terlebih karena bunda, memang jarang ku temui. Ketika saya bertandang dan bahkan numpang makan di rumah. Bunda memiliki kesibukan yang menurut saya, itu super sibuk.
Ada kesamaan yang saya lihat dari bunda dan ibu saya di rumah. Selain keduanya sama-sama memiliki anak yang hebat, keduanya adalah pengayom keluarga yang selalu bekerja keras demi anaknya.
Meskipun begitu, keduanya juga memiliki perbedaan. Ibuku di rumah adalah seorang yang memberikan seratus persen tenaganya di rumah. Mengurus rumah dan membesarkan kami, anak-anaknya. Dan bunda, beliau berada di perantauan. Setidaknya itu saya ketahui ketika menjemput beliau di Jombang.
Tapi dari perbedaan itulah, saya merasakan keindahan seorang ibu. Saya belajar dari keduanya. Intinya, kedua ibu ini adalah ibu yang hebat. Titik.
Saya mencoba membawa kenangan saya, sekitar empat atau lima tahun yang lalu. Mencoba mengembalikan lagi kepingan-kepingan memori yang sempat menghilang. Dan saya mencoba merasakan merdunya suara bunda saat itu. Di saat saya mencoba semua itu, saya melihat wajah cantik bunda terpampang jelas di dalam mata.
Memang, kami tak begitu banyak bicara. Selain karena bunda jarang ada di rumah, tetapi karena ada perasaan yang susah disebutkan apa namanya. Alhasil, saya lebih sering bercanda dengan Mami. Mami dari bunda.
Meskipun begitu, masih melekat dalam ingatan, pesan bunda padaku. “Jaga Ageng, ya.” Pesan yang terucap ketika melepas kami bertiga, bersama Diana saat itu, sedang les di Kampung Inggris, Pare. Bisa jadi itu pesan terakhir yang bunda berikan. Pesan yang terucap empat tahun yang lalu.
Iya bun, saya menjaga Ageng. Atau bisa dikatakan Ageng yang menjaga saya. Atau kita saling menjaga.
Sesaat sepulang dari Pare, semua keadaan berubah. Semua kebahagiaan yang terjalin, tiba-tiba berubah menjadi buruk. Entah apa yang salah saat itu. Hingga akhirnya, saya tak lagi berhubungan dengan Ageng dan keluarga.
Saya ibarat terhipnotis untuk menjauh dan pergi menjauhi bunda sekeluarga. Bahkan ke mami sekalipun. Padahal sebelumnya, saya begitu dekat dengan keluarga ini. Saya menyesal? Tidak. Pada awalnya. Tapi penyesalan ini muncul setelah saya tahu kabar berpulangnya bunda.
Saya mendengar berita berpulangnya bunda tepat tiga bulan ketika bunda telah menemui tuhan. Dan bagi saya itu adalah sebuah kesalahan. Bukan bermaksud menghardik perpisahan dan segala kejadian yang membuat keadaan begitu buruk. Tapi mengetahui kabar duka tiga bulan pasca kejadian, itu adalah hal yang sangat menyakitkan.
Ah iya, bun. Ada salah satu yang mengganjal hati. Yang seharusnya saya ungkapkan sejak lama. Sejak bunda masih sehat wal afiat dan berdiri tegak. Ganjalan yang sampai saat ini begitu susah diungkapkan. Ganjalan yang bisa jadi bunda sudah tahu ini tentang apa.
Bun, saya suka dengan anak bunda. Anak pertama bunda yang bunda selalu banggakan. Entahlah apa bunda membaca surat ini. Yang pasti, saya sudah mengatakan perasaan saya sejujurnya.
Tulisan ini bukan untuk membangkitkan ingatan dan kenangan tentang bundamu. Tulisan ini hanya pelampiasan kekesalan. Tentu karena saya abai denganmu dan keluargamu. Hingga akhirnya saya tidak tahu kabar duka itu.
Semoga bunda membaca ini di surga. Bahwa saya, Alief Maulana dan keluarga, meminta maaf kalau selama ini saya pernah melakukan kesalahan ke bunda dan ke keluarga bunda. Sekali lagi, bunda orang baik. Sudah sepantasnya bunda mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah. Selamat tinggal, bunda!


Rabu, 29 Juli 2015

Agar JOT Tak Jadi Rezim Bebal

Saat itu saya sedang duduk di bangku butut di Kereta. Kereta yang akan membawa saya kembali ke tempat saya merantau setelah beberapa hari sebelumnya saya menghabiskan waktu di ibukota yang kejam. Saya memandangi isi timeline saya yang sedang kacau dengan cacian dan kritikan pedas level 10 untuk JOT.
Saat itu pula ada hestek #GugatanUntukJOT yang di inisiasi oleh Bang Rangga. Bukan Rangga Pranendra, tapi Rangga Widigda. Saya tahu beliau ini yang juga melakukan gugatan beda agama. Banyak gugat memang Bang Rangga ini. Untung Bang Rangga tak ada gugatan untuk Kinal. Jangan tanya kenapa Bang Rangga ga akan gugat Kinal. Kalau masih ngotot mau tanya, silahkan tanya pada jenggot yang bergoyang-goyang/
Langkah pertama yang dilakukan adalah Somasi sebelum masuk ke pengadilan. Sidang pertama dilalui tanpa ada perwakilan dari JOT. Dan sidang kedua perwakilan JOT datang dan hadir pula mediator untuk mediasi. Tentang materi gugatan dan langkah hukum yang sedang di jalankan, biarkan pihak yang berwenang yang membahas. Siapalah saya ini yang tak paham akan hukum. Yang saya paham hanya hati ini satu, hanya untukmu, cimit.
Dari sudut pandang saya, gugatan untuk JOT ini adalah sebuah puncak dari kekesalan yang dari pelayanan JOT. Pelayanan JOT yang selalu menyusahkan. Misalnya saja terkait dengan HS Event yang peraturannya baru di publish sehari sebelum Event HS. JOT ujug-ujug mengeluarkan peraturan yang sebelumnya tidak ada. Atau ketika dulu 2shoot yang amburadul. Kalau dosa JOT di ungkap, mungkin puasa kita semua tak berarti di mata tuhan.
Aliran kritikan mengalir deras untuk JOT. Dan meluap dalam tempo yang singkat. Coba cek tab mention JOT ketika ada keputusan ganjil.
Email yang dijadikan bagi fans untuk curhat pun seakan jadi rumah tak berpenghuni. Kosong dan tak ada hasil. Dimana lagi tempat kita mengadu ? Memang tuhan adalah tempat curhat terbaik. Tapi ya mosok kita curhat tentang JOT ke tuhan. Atau curhat tentang waro dan fans far ke tuhan. Dan gugatan untuk JOT ini adalah tempat bagi fans untuk “mengadu”. Tujuannya satu, adanya perbaikan pelayanan konsumen.
Jangan dikira gugatan ini adalah hal yang remeh. Gugatan ini mewakili kata hati fans yang satu nasib, kecewa atas pelayanan dari JOT. Jangan samakan gugatan ini dengan kasus Menpora dan PSSI. Ra nyambung, dab. Jangan samakan Bang Rangga sama Pak Imam Nahrowi. Bang Rangga ra nduwe jenggot, dab.
Jangan dikira gugatan ini hanya cara bagi Bang Rangga untuk membubarkan JKT48. Tak ada satupun dalam materi gugatan agar JKT48 dibubarkan. Bahkan sampai memikirkan bagaimana nasib masa depan member JKT48 kalau JKT48 bubar. Guys, hidup member tak sesusah itu. Yakinlah mereka masih bisa makan di Solaria walaupun tidak jadi member. Kalau toh JKT48 bubar, artinya kalian bisa bebas foto sama member. Atau yang ada niat mau jadikan member sebagai istri ketika JKT48 bubar, niat kalian ada angin segar. Tenang, Bang Rangga tak sekucluk itu. Kalau JKT48 bubar, Kinal akan sedih dan yang pasti Bang Rangga juga sedih lihat Kinal sedih. Guys, kalian butuh hiburan.
Selama ini, kita seperti kebo dicucuk hidungnya. Kita selalu mengikuti arahan apapun yang dilakukan oleh JOT. Meskipun hati kecil kita merasa tidak suka atau kurang ikhlas melakukannya. Tapi ya demi Oshi, apapun dilakukan. Kalau seperti ini terus, dosa-dosa yang tak ingin saya sebutkan itu akan terus terjadi dan akhirnya neraka penuh dengan JOT. Kalau neraka penuh JOT, di surga tak ada JKT48. Itu yang saya tak mau.

Sekali lagi, gugatan ini bertujuan untuk menyadarkan JOT kalau selama ini pelayanan mereka tak baik-baik amat. Nilai di rapor yang ditulis dengan pensil. Yang artinya nilai nya buruk. Kalau tidak segera diperbaiki, rapor itu akan menjadi saksi hidup perjalanan JOT. Percayalah, Gugatan ini ada agar JOT tak jadi rejim yang bebal.

Minggu, 19 Juli 2015

Tetaplah Berdiri tegak, ThaliAlliance

Pepohonan di sekitaran pantai saat itu terlihat manja. Mereka berlenggak lenggok menyapa para wisatawan. Mereka menggoda para wisatawan agar mau sekedar duduk beristirahat di bawah pepohonan tersebut. Mereka dengan cara mereka sendiri melakukan tugasnya untuk menjaga ekosistem manusia dengan sumbangan gas oksigen. Katanya, manusia dan pohon itu satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Dari kejauhan, ada satu pohon yang berdiri tegak menantang ombak dan angin. Dia seakan tak punya urat takut. Pohon itu berdiri tegak seakan berkata, “Kesinilah wahai ombak dan angin, aku tak takut.” Mungkin bagi dirinya yang menakutkan adalah dirinya sendiri. Saya jadi ingat petuah nenek, “Jangan berprilaku sombong. Karena nanti kamu akan mati dimakan kesombonganmu sendiri.”
Dan aku menganggap pohon tadi, yang berdiri menantang adalah pohon yang istimewa. Aku menemukan sejuknya udara ketika duduk di bawah pohon itu. Aku melihat indahnya pantai ketika aku duduk di bawah pohon itu. Dan aku merasa kecil tak sebanding dengan yang lainnya, juga ketika duduk dibawah pohon itu. Andai aku punya kehebatan dan mampu berbicara dengan pohon, mungkin aku akan mengatakan yang nenek sempat katakan padaku.
Tiga tahun yang lalu, sebuah bibit ditanam oleh segelintir orang. Bibit yang diharapkan mampu menjadi pelindung dan menjadi sumber dari segala kesejukan. Bibit yang nantinya akan menjadi sebuah pohon yang rimbun, indah, dan kokoh. Bibit yang sengaja disemaikan oleh para “petani” agar mampu memberikan manfaat untuk yang lain.
Bibit yang tiga tahun lalu tidak berguna dan tidak memberikan apapun bagi mereka yang datang di pantai, kini semakin besar. Semakin besar bukan berarti semakin bermakna dan bermanfaat dan membekas di dalam hati. Semakin besar bukan berarti menimbulkan efek kenyamanan bagi siapapun yang datang.
Pohon yang tiga tahun yang lalu hanya sebuah bibit yang hampir membusuk, kini telah menjadi sebuah pohon yang besar. Menjadi sebuah pohon yang rindang. Menjadi sebuah pohon yang mampu memberikan udara segar bagi siapapun wisatawan yang datang. Meksipun menjadi besar, rindang, dan mampu memberikan udara segar bagi wisatawan yang datang saja tak cukup untuk memberikan kenyamanan bagi mereka. Perlu satu elemen lagi. Yakni kokoh. Pohon haruslah kokoh agar tak gampang tertiup angin dan jatuh.
Pohon yang dari atas aku tulis adalah sebuah pohon yang tumbuh diantara puluhan pohon yang lain. Namanya ThaliAlliance. Sebuah pohon yang berumur tiga tahun. Sebuah pohon yang dulu hanya sebuah bibit yang hampir membusuk. Pohon yang saat ini sudah semakin membesar. Sebuah pohon yang saat ini sudah dikenal banyak orang.
Semakin tinggi sebuah pohon, maka semakin kencang pula angin berhembus. Katanya sih begitu. Tapi aku percaya akan itu. ThaliAlliance yang dulu hanya sebuah pohon kecil seakan nyaman tumbuh tanpa ada halangan. Baik itu dari ombak dan angin. Karena pohon di sekitar lebih besar dan kokoh.
Tapi sekarang, angin yang menabrak pohon sangatlah kencang. Seakan ditampar dengan angin yang berhembus terlalu kencang, pohon itu mulai adaptasi dengan lingkungan yang ada. Meskipun sampai saat ini, rasa nyaman yang selama ini di inginkan belumlah tercapai. Setidaknya, berusaha untuk menjadi lebih nyaman adalah hal yang paling baik.

Di umur yang menginjak ketiga tahun, pohon harus lebih berbenah. Jangan sampai terlena dan terguncang ketika ada angin kencang lain yang berhembus. Tapi aku percaya, bahwa pohon tersebut akan kuat melawan derasnya ombak dan kencangnya angin yang berhembus. Sambil harus menghilangkan rasa sombong. Tetaplah berdiri tegak, ThaliAlliance.

Selasa, 28 April 2015

Sengkarut Benang Kusut Sepakbola Indonesia

Media massa di Indonesia seakan tak pernah habis berita. Kalau beberapa saat yang lalu sempat gempar berita tentang pemilihan Kapolri dan kalau ditarik lebih panjang, kasus Kapolri itu merebak setelah ada isu kriminalisasi KPK. Tapi ada yang dilupakan masyarakat dan mungkin media massa. Perlawanan gesit dan giras dari ibu-ibu dari Warga Rembang. Pemberitaan media massa tak se massive pemberitaan pemilihan Kapolri atau bahkan pemberitaan kematian salah satu komedian. Ya, saya paham kalau pemberitaan media terhadapa perlawanan keras nan giras ala ibu-ibu Rembang yang menolak pembangunan pabrik Semen tidak bisa menjual menurut media.

Dan saat ini, semua mata tertuju pada sepakbola Indonesia. Hiburan yang paling ditunggu dan di nanti ribuan orang di seantero negeri. Sepakbola Indonesia gaduh dengan keputusan Menpora, Imam Nahrowi yang membekukan PSSI. Induk tertinggi sepakbola Indonesia yang penuh dengan masalah. Sudah lama federasi yang tak berani menyentuh, ada yang berani menyentuh dan bahkan melakukan “cubitan” keras.

Sejak Menpora di pimpin Adhyaksa Dault sampai era Menpora yang terkena kasus hukum, Andi Malarangeng dan penggantinya Roy Suryo, PSSI di biarkan hidup dengan penuh luka dan borok. Menpora yang baru dengan membawa semangat dan keberanian baru berani mengobati PSSI meskipun kadang proses pengobatan menyakitkan.

Sebagai salah satu pecinta sepakbola Indonesia, saya harus bisa menguatkan hati, mata, dan keinginan untuk datang ke stadion dan berteriak memberikan semangat untuk tim idola. Saya rindu suara khas penghuni stadion. Saya rindu aroma harum khas rumput stadion. Saya rindu pemandangan indah seluruh elemen di stadion tertawa gembira selepas pertandingan selesai dan melihat tim lawan tertunduk lesu karena pulang dengan tangan hampa. Jujur, saya rindu itu. Saya rindu stadion.

Saya tak bisa membayangkan puluhan ribu orang yang nyawa nya bergantung ke sepakbola dan segala aktivitas yang melibatkan sepakbola. Dan saya mengutip kata-kata Pak Djamal Aziz anggota Exco PSSI dalam suatu kesempatan di Metro TV beberapa saat yang lalu, bahwa ada banyak orang yang merugi ketika liga berhenti. Mulai dari pelatih, pemain, tukang pijat, anak gawang, calo tiket (contoh buruk), dan mungkin yang hanya ada di stadion Gresik, ada penjual lumpia, air mineral, dll. Bayangkan puluhan ribu nyawa manusia bergantung ke sepakbola.

Kompetisi harus dan harus berjalan. Tak boleh ada penundaan lagi. Sebagai seorang suporter yang selalu berusaha datang ke stadion dan menjadikan stadion sebagai tempat rekreasi dan melepas penat, penundaan liga ibarat kehilangan tempat rekreasi dan ajang silaturahmi antar warga. Bayangkan, dari 24 jam setiap hari kita beraktivitas, kita cenderung melupakan orang sekitar. Lalu, acara apa yang bisa mengumpulkan massa sebanyak ribuan bahkan puluhan ribu dalam satu tempat ? Pertandingan sepakbola.

Dan mungkin inilah yang membuat kita secara atau tidak sadar menolak keputusan Menpora untuk membekukan PSSI. Federasi yang selama ini berjalan tanpa menghiraukan kritik, kecaman, dan arahan pemerintah dan masyarakat. Federasi yang selama ini jadi pesakitan. Federasi yang selama mampu bikin suporter di lapangan membentangkan spanduk kecaman untuk federasi. Federasi yang sejak dulu kita ingin revolusi.

Saya sebagai pecinta sepakbola Indonesia ingin sepakbola kembali seperti sedia kala. Seperti sebelum-sebelumnya. Tentu dengan penataan, organisasi, dan struktur yang lebih baru dan diharapkan lebih baik dari sebelumnya. Liga yang berjalan sesuai dengan asas Fair Play. Asas yang di dengung-dengungkan oleh bapak nya PSSI, FIFA. Liga yang berjalan dengan profesional yang tidak ada lagi alasan klub untuk menunggak gaji pemain dan pelatih. Liga yang bersih dari intervensi politik. Liga yang berjalan dengan wasit yang bersih. Liga yang berjalan dengan keputusan juara ditentukan oleh pertandingan di lapangan bukan dengan deal-deal sebelum liga berjalan. Itu baru liga yang kita inginkan.

Belum lagi federasi. Federasi harus bersih dari kepentingan politik partai dan golongan tertentu. Federasi yang tidak punya dendam politik. Federasi yang isinya orang-orang yang mengerti sepakbola dan memiliki keinginan untuk memajukan sepakbola Indonesia. Federasi yang sukses mengembalikan posisi Timnas Indonesia ke posisi asli sebagai salah satu Macan Asia, bukan sebagai Pecundang Asia. Karena hanya pecundang lah yang kalah, tunduk, dan di bokongi oleh lawan yang dulu jadi bulan-bulanan.

Kita tak bisa berharap federasi di isi oleh malaikat. Karena malaikat punya tugas yang lebih dari menjalankan federasi. Tapi kita boleh berharap federasi di isi oleh manusia berhati malaikat bukan berhati maksiat. Kita tentu ingin federasi di isi oleh manusia yang bersih, bukan manusia yang sok bersih. Kita tentu boleh bermimpi Timnas Indonesia mampu masuk Piala Dunia tahun 2022, bukan tahun 2045 seperti yang selama ini PSSI inginkan. Kita tentu boleh bermimpi salah satu klub di Indonesia mampu bermain di World Club Championship dan bertanding melawan jawara Eropa, bukan hanya menjadi penonton klub eropa bertanding. Kita tentu punya keinginan pemain Indonesia bisa bermain di Eropa seperti sebelumnya, bukan hanya melihat pemain Eropa di layar kaca Indonesia.

Kita tentu boleh bermimpi dan punya keinginan. Selama federasi dan liga masih berjalan dengan penuh luka yang federasi sendiri tak sadar akan luka itu, maka kita selamanya akan terus bermimpi dan tidak pernah terwujud. Dan ini waktu yang tepat untuk membenahi, membersihkan, menyehatkan, dan sekaligus operasi darurat untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik.

Minggu, 15 Februari 2015

Kaze wa Fuiteru dan Kekuatan Hembusan Angin

Angin yang berhembus, mampu menerbangkan benda yang berat sekalipun. Amerika bukanlah sebuah negara yang terancam dengan adanya Tsunami. Tapi Amerika sangat terancam dengan berbagai badai topan. Tenang, Badai Veranda tak akan mengguncang dan menerbangkan rumah di Amerika.
Angin tidak pilih-pilih. Dia bergerak sesuai keinginan hati. Entah efeknya parah atau tidak, dia tak perduli. Asal tugasnya (Untuk berhembus) berjalan dengan sempurna. Kalau ada yang terkena efek buruk, artinya itu suratan tangan. Di Amerika sendiri sudah banyak rumah anti badai (badai sungguhan, bukan Veranda). Artinya, mereka sudah antisipasi kalau ada kejadian serupa terulang. Pun, di Jepang. Jepang adalah negara yang paling rawan akan gempa, sudah mempersiapkan kalau tiba-tiba ada gempa dan berbuntut Tsunami.
Menjadi public figure pun begitu. Dia akan bergantung pada angin dan kekuatannya bersahabat dengan angin. Kadang, dia bisa naik karena angin dan ketika lengah, angin tak segan untuk turun. Ingat, angin tak pilih kasih. Tapi kita bisa bersahabat dengan angin. Bukan menjadi salah satu bagian dai Avatar, melainkan mengenal angin dengan baik. Kapan angin datang dan mempersiapkan “tameng” agar angin tidak membawanya turun.
Saya adalah salah satu orang yang pada awalnya kurang yakin kalau Tata (Thalia) mampu bertahan dalam deretan 16 besar (senbatsu single)  keramat member JKT48. Bukan tanpa alasan. Karena ia sejak awal masuk Gen 2, sudah kalah pamor dibanding Viny, Yupi, dan sang kapten, Naomi. Bahkan, dia mampu lolos senbatsu single ketika ada senbatsu sousenkyou. Atau pemilu nya 48 group. Sebelumnya, ia hanya mampu jadi bench warmer. Ia hanya jadi cadangan.
Tata dan Bantuan Angin
Dalam dunia musik, keberadaan fans itu sangat penting. Jika di ibaratkan kehidupan, fans itu angin dan aktor musik itu dedaunan. Daun sangat bergantung dengan angin. Dedaunan bisa terbang ke angkasa dengan bantuan angin. Dan angin bisa dengan mudah menurunkan daun ke tanah. Sangat mudah.
Dalam JKT48 itu unik. Ada yang namanya kompetisi antar member. Di Indonesia mungkin baru ini (JKT48). Kalau band atau aktor musik lain butuh fans untuk menaikkan pamor band nya, maka JKT48 ini tidak sepenuhnya benar. Ya, JKT48 butuh fans untuk menaikkan pamor JKT48. Tapi member yang jumlahnya banyak itu berusaha menaikkan pamornya juga. Baik di hadapan publik (yang tak tahu JKT48) ataupun di depan para fans. Dan disinilah peran angin (fans) dimulai.
Tata, masuk ke senbatsu karena adanya bantuan angin. Naif kalau kita menafikkan usaha dia selama ini. Tapi hasilnya nihil. Senbatsu single belum pernah. Tapi angin datang dan membawa dia naik ke langit. Kalau langit di ibaratkan punya 7 tingkatan, maka dia masih ada di tingkatan pertama.
Ia berhasil naik ke langit karena ia sukses “bersahabat” dengan angin. Ia mengumpulkan angin agar bisa membantu ia naik ke langit. Hasilnya bisa dilihat sendiri. Saat ini, ia sudah 3X jadi senbatsu single. Gingham Check (Senbatsu pertama), Kokoro no Placard, dan yang terbaru Kaze wa Fuiteru. Pertanyaannya, sampai kapan angin yang berhembus mampu menahan Tata di langit ?
Pertanyaan ini bisa dijawab oleh sang daun atau Tata sendiri. Tergantung dari sampai kapan ia mampu bertahan meyakinkan sang angin agar terus menopang dia. Tentu ia harus lakukan itu sembari meng-upgrade kemampuannya bertahan hidup. Ia harus bisa membuat angin tidak bosan untuk menopang dia bahkan kalau bisa menaikkan dia sampai langit kedua.

Dunia wota keras, bung. Dunia wota penuh kecemburuan sosial. Si daun pilih kasih, maka kapan saja angin bisa pergi. Mudah. Kalau angin pergi, hancur sudah. Nah, ini tergantung dari si daun, apakah dia mau dan mampu untuk maintain status quo atau malah merubah kondisi.

Kamis, 12 Februari 2015

Verde, Si Hijau Yang Menjadi Harapan Si Biru dan Si Merah Kuning

Umurnya belum genap 19 tahun. Sepasang assist yang ia berikan, yang masing-masing untuk Ljajic dan wonderkid Paredes menjadikan ia sebagai pemain termuda yang memberikan assist di Serie A (18 tahun 7 bulan). Menjalani debut sebagai starter di AS Roma musim ini, Daniele Verde mampu memberikan magis dan memutus mata rantai kegagalan AS Roma meraih kemenangan. Verde menjalani debut ketika AS Roma melawan Palermo pada 15 Januari 2015.
Verde memberikan magical pass ke Ljajic dan membantu Ljajic mencetak gol pertama Roma ke gawang Cagliari. Magis Verde kembali ia keluarkan ketika memasuki 10 menit terakhir babak kedua. Mendapat umpan lambung dari Holebas, Verde berhasil mengalahkan bek Cagliari dalam perburuan bola. Lalu ia memberikan umpan lambung yang tepat mengarah ke Paredes.
Verde merupakan pemain asli dari akademi Roma. Menambah banyaknya deretan pemain akademi Roma yang bermain di tim inti. Totti, De Rossi, dan Florenzi adalah nama lain yang lebih dulu bermain di Seri A. Khusus untuk Florenzi, dia di orbitkan oleh Zeman  pada musim 2012-2013 lalu.
Verde juga merupakan anggota dari skuad U19 Italy. Id dipanggil timnas pertama kali pada september silam.Ia telah bermain sebanyak 3 kali dan mencetak satu gol ke gawang Armenia pada 10 Oktober 2014 dalam Kualifikasi UEFA U-19.
Penampilan perdana Verde sebagai starter mendapat pujian banyak pihak. Bahkan, dia menjadi Man of The Match laga Cagliari melawan AS Roma, minggu malam kemarin. Garcia, sang pelatih pun memuji Verde. “Verde is an ipmortant member of the squad. Aside from his speed and technique, he works very hard.” Seperti yang dilansir oleh The Guardian.

Saat ini, Italy memiliki banyak sekali darah segar di posisi striker. Selain Verde, ada pula wonderkid dari Sassuolo, Simone Zaza dan Domenico Berardi. Serta ada striker yang “terbuang” dari Roma dan saat ini bermain di Sampdoria, Stefano Okaka. Ketika Balotelli sedang mengalami masa-masa sulit di Liverpool, setidaknya Italy masih memiliki harapan khususnya di lini depan dari pemain-pemain diatas. Kita tunggu, bagaimana kiprah selanjutnya dari Verde. Dan semoga AS Roma dan Italy bisa menemukan Verde Verde Verde yang lain. Pertanyaan besarnya adalah, mampukah Verde (dalam bahasa Italy yg berarti Hijau) mampu menambah warna baru di dalam Si Biru (Italy) dan Si Merah Kuning (Giallorossi/AS Roma) ?

Rabu, 10 Desember 2014

Handshake Event 7th single

Niat hati ikut-ikutan biar jadi anak kekinian bikin FR. Tapi biarlah, hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan yang lain.

Oke, mulai dari venue HS.
Istora Senayan. Secara posisi, begitu mudah di temukan. Karena posisi nya sangat dekat dengan tanah suci nya para Wota, FX. Hanya jalan sekitar 500 meter dari FX sampai di Istora. Lalu, kapasitas Istora menurut saya pribadi cukup besar. Jika dibandingkan (akan sering saya bandingkan dengan HS Manatsu) dengan Balai Kartini dulu, Istora Senayan cukup lah untuk Event kali ini. Penataan antara panggung, registrasi, pembelian OTS, Online, dan tempat HS pun tertata rapi. Bahkan sangat rapi. Tempatnya pun di pisah-pisah dan menurutku itu masuk akal untuk memecah keramaian. Pemanfaatan ruangan yang ada di Istora pun sangat baik. Ah satu lagi, yang paling penting itu ada tempat sholat alias Mushola. Jika di Balai Kartini, keberadaan mushola nya seperti angin. Di Istora cukup terjangkau. Dari event kemarin saya bisa simpulkan kalau ternyata wota-wota itu juga taat ibadah kok. Hahah.

Oke, lanjut ke bilik rindu. Bilik rindu nya sih sama seperti yang sebelumnya. Macam Teller Bank. Ada untung rugi nya sih yang pasti. Rugi nya itu member kadang lihat ke belakang barisan kita karena ga ada penutup macam selambu gitu. Kan kesel kita lagi salaman terus doi lihat ke belakang kita.
Empatpuluhribu loh untuk sepuluhdetik. Bagusnya itu kalau datang rombongan macam di Sesi 6 kemarin. Seluruh (baca: yang setia) ThaliAlliance kumpul di sesi 6 janjian. Eh akhirnya Tata ajak selfie meskipun terpisah jarak. Eh tapi kalau kumpul fanbase bisa rusak. Kena tilang semua. Bangke lah. Contoh enak lagi itu pas di Sesi 7 alias bertemu sang bidadari. Nanti akan di ceritakan.

Mini concert nya itu seperti konser. Kalau kata anak-anak Gresik kemarin sih Mini Concert rasa Konser Sidoarjo. Entah itu nyindir di Sidoarjo kemarin atau apa. Tapi memang jika dibandingkan dengan yang Manatsu dulu jauh. Di Istora di buatkan panggung yang bisa di katakan mirip dengan panggung untuk konser. Dan satu lagi, ada tribun. Aroma konser benar-benar terasa. Seru lah.

Sekalian berbagi pengalaman masuk ke bilik-bilik rindu nan menyakitkan ya. Cuma masuk di 4 sesi. Tak seperti Faris (@farisvanjava) atau si Gede (@alphvityazi) yang memang mereka ternak.

Masuk ke bilik rindu sesi 4 (Novinta), Sesi 6 (Tata), sesi 7 (VERANDA), dan sesi 8 (Grace). Di mulai per sesi ya.

Sesi 4 : Novinta Dhini (3 tiket)

A : Aku ; N : Nobi

N : Halo kak. Apa kabar ?
A : Halo nob. Kabar baik. Nobi apa kabar ?
N : Sehat kak.
A : Iya percaya. Saking sehatnya makin berisi itu badan *sambil ketawa*
N : Jahat banget sih *sambil ketawa*
A : Masih ingat aku kah Nob ? (niat cuma tes dia asal ingat atau gak. Karena terakhir ketemu bulan Juni)
N : Bentar, kak. Lupa. Darimana kak ?
A : Aku dari Gresik cuma kuliah di Malang
N : Oh yang sering kirim fanlet itu ya. Kemana aja kok ga kirim fanlet lagi ?
A : Kuliah nob. Bantu kerjain lah. *sambi ketawa*
N : Eh kak, kuliah Malang ya. Papa ku dari Malang loh. Tapi ga tau Malang mana.
A : Eh iya seriusan ? Malang mana ?
N : Lah, kan udah bilang ga tau Malang mana.
Time Keeper sudah ganjen colek-colek.
A : Hahaha. Maaf ga fokus. Habis, ngobrol sama bidadari sih.
N : Ah masak sih. *lalu ketawa*. Makasih ya kak.
A : Iya sama-sama nob.

Sesi 6 : Thalia (tanpa Ivanka) (3 tiket)

Sesi ini itu sesi terKAMPRET. Sebelum masuk ke pembicaraan, akan ku ceritakan kejadian menjelang HS. Sesi ini kumpul semua tim ThaliAlliance. Rame banget jalur ini macam perhitungan suara pemilihan presiden EM di Brawijaya. Riuh banget. Kerusakan di mulai pas Faris masuk ke bilik. Kebongkar semua “perselingkuhan” yang di lakukan Faris. Dan ini awal pencemaran nama baik diriku ini. Hiks

A : Aku ; T : Tata

T : Hey, kalau yang ini selingkuh sama ssiapa ya ?
A : Aku setia. The one and only. Just for you.
T : Halah gombal deh.
(Dari belakang teriak “Grace Grace Grace”)
T : Siapa ? *tanya ke anak-anak di belakang*
(Sama Grace)
T : Oh sama si Grace.
(Dia lihat sekeliling nyari Grace di jalur berapa)
A : Dia di sesi 5 sama 8 ta. Sesi ini ga ada dia nya.
T : Loh sampai hafal ya. Tadi udah ke Grace di sesi 5 ?
A : Eh belum, nanti di sesi 8 ta.
(Spontan nutup mulut)
T : Tuh kan ketahuan kalau selingkuh. Sebel. Pakai ngaku lagi
(Sebel tapi ketawa ngakak)
T : Eh kak, latah ya.
(Dia spontan mukul aku sambil nyebut nama Grace)
A : Hah latah ? kagak lah. Ular kali melatah.
(Dia ketawa)
T : Eh kak, dari Malang ya ? Kemarin aku foto loh pas ada banner buat aku.
A : Eh iya ? Serius ? Mana fotonya. Ntar di share ya. Awas aja lupa.
Time Keeper yang lain mulai ganjen juga.
T : Iya ntar ingetin ya kak biar ga lupa.
A : Iya ntar aku ingetin kok. Awas aja No Pic = Hoax
T : Makasih ya kak sudah jauh-jauh kesini.
A : Iya ta sama-sama.

Sesi 8 Grace (2 Tiket)

(Sengaja skip sesi 7 untuk VERANDA)

A : Aku ; G : Grace
G : Halo kak. Apa kabar ? Siapa namanya ?
A : Baik kok. Aku alief dek. Grace apa kabar ? Sehat kan ?
G : Sehat kok kak.
(Dia nunjuk topi yang aku pakai sambil bilang, Serigala Giras)
G : Serigala Giras itu apa kak ? Bukan Serigala Grace kak ?
(lalu ketawa)
A : Haha, bukan kok Grace. Itu bahasa Gresik.
G : Hah ? Apa kak Gesrek ?
A : BUKAN dek, Gresik.
G : Gresik itu apa kak ?
A : Itu daerah di Surabaya.
G : Oh dari Surabaya.
A : Eh salah, Gresik itu tetangganya Surabaya. Ntar deh cepet-cepet lihat peta
(sambil ketawa)
Time Keeper lagi-lagi ganjen.
A : Eh yaudah Grace. Makasih ya. Aku balik Gresik dulu.
G : Loh balik hari ini ? Eh iya kak, Makasih juga ya kak
A : Besok ding. Iya sama-sama

Sesi 7, JESSICA VERANDA (1 tiket)

Jalur nya Veranda di bagi kedalam 2 baris. Dan barisannya penuh terus alias mulai malas. Yah tapi karena mau tes mental, mau lah antri lama.

Bertiga (Aku, Faris, dan Gede) niat barengan masuknya. Antri berdampingan kita biar niatnya masuk gantian.

Pertama lagi-lagi yang masuk itu Faris sebagai jubir anak-anak Malang. Faris datang entah ngomong apa tapi tiba-tiba Ve lihat aku sama Gede. Lalu Ve liat topi ku dan bilang Serigala Giras, entah apa maksud dan tujuannya.

Ve vantik vanget alias ve cantik banget.

Kita janjian di awal harus bisa bikin ve cemberut. Faris berhasil dan Ve cemburut sambil gembungin pipi ngadep ke anak-anak. Subhanallah tak kuat mata ini lihatnya.

Faris keluar dan ada satu orang masuk dan dia kasih gift ke Veranda. Hadianya satu kok tapi besar, GITAR. IYA GITAR. *kaget*. Dia lama mungkin sekitar semenit an gitu.
Aku masuk ke bilik ujian (kali ini bukan bilik kerinduan)

A : Aku ; V : Veranda

V : Halo dari Malang ya.
A : Loh kok tau ? Mau ngegombal ya ?
V : Eh enggak kok. Kan tadi udah bilang temannya *Ve ketawa dan hati ini mendadak beku dah mati aja saya*
A : Apa kabar Ve ? Sehat ?
V : Kabar baik kak. Kakak sendiri sehat ?
A : Sehat kok ve. Tapi kalau ketemu Ve bisa sakit kekurangan darah ini.
(Ve ketawa lagi. Ya tuhan.)
V : Kak, itu merah-merah matching ya. Serigala Giras. HI Brawijaya.
Time Keeper ganjen lagi. Tapi kali ini ku rela bilang, “Bentar ya mas”
A : Iya dong ve. Ku kan seperti ini demi ketemu sama bidadari yang lagi operasi zebra di bumi.
(Ve ketawa lagi. Ya tuhan.)
V : Ah bisa aja kak. (Sambil mukul lengan). Makasih ya sudah datang jauh-jauh dari Malang.
A : Eh iya sama-sama. Ku lakukan demi kamu, Ve.

Sesi ini adalah sesi tergila. Ngegombal di depan bidadari. Ampun. Jangan laporkan aku ke tuhan. Ku cuma ingin selendang yang kamu pakai ketinggalan di bumi agar kamu kekal di bumi jadi manusia alias aku jaka tarub.

Sesi 8 : Thalia (Lagi-lagi tanpa Ivanka)

Sesi ini bikin kesal. Karena tiket lupa belum di stempel padahal sudah antri lama. Pas mau masuk, tiket di cek sama Time Keeper dan Tata langsung bilang, “Sini masuk. Yaelah ngapain malu-malu.” Ku cuma bilang, “Bentar, ini ada problem.” Lalu baik ke meja registrasi dan minta stempel.

Balik ke jalurnya tata dan antreeeeee lagi. DAMN !

T : Eh tadi kenapa kak ?
A : Oh itu, belum di stempel. Ngeselin kan.
T : Hahah. Sabar kak. Buat ketemu aku harus sabar.
A : Pret dah. Eh, kamu sakit ?
T : Enggak kok. Ga sakit.
A : Ga usah bohong. Aku sama anak-anak juga tahu kok.
T : Iya kak, lagi ga enak badan.
A : Jaga kesehatan makanya jangan banyak syuting bareng Azazel.
(Dia ketawa)
A : Eh aku pamit yes. Mau balik.
T : Lho kak, balik sekarang ? Anak-anak Malang balik sekarang semua ?
A : Aku balik besok sore bareng Faris. Gede balik besok paginya.
T : Oh besok. Kirain sekarang. Lihat Mini Concert ya kak.
A : Enggak kok. Pasti lihat.
T : Oh ya, titip salam buat anak Malang ya kak. Makasih sudah datang kesini. Ditunggu lain waktu.
A : Eh iya ta sama-sama. Di tunggu FOTO NYA.
T : Hahaha. Iya kak, nanti ya hahah.
A : Oh iya, dapat stiket ThaliAlliance East Java kan ?
T : Dapat dong *sambil liatin stiker*
A : Itu yang bikin anak Gresik ta.
T : Oh iya ? Makasih ya kak.
A : Iya sama-sama.
Time Keeper ganjen lagi colak-colek.
A : Yaudah ye, balik dulu. Jaga kesehatan lu, jangan lupa nafas sama makan.
T : hahah iya kak. Salam ya buat yang lain, Tunggu aja nanti FOTONYA.

Ini sesi terakhir alias sesi penutup dengan yang #TeRindu bukan #TerJonru.

Hmm, di FR ini mau ingetin Tata aja sih. Mana fotonya. Cukup ku di php sama dia jangan sama kamu di PHP juga. Tapi siapalah aku ini. Cuma air pepesan tahu yang tersapu badai.


Oh ya ada yang kelupaan. Di mini konser selalu ada pengumuman. Da banyak sih. Mulai dari di leburnya Tim Merah dan Tim Putih (mungkin ini maksud dari Jiro). Jadi nanti tidak ada lagi Tim Merah dan Putih di Gen 3 dan terpilihnya Starting Member untuk setlist Gen 3. Kejutan tak banyak sih.

Lalu akan ada event tahun baru. Event nya hampir persis kayak Tim J VS K3 yang lalu. Tapi kali ini Brain Battle atau bisa di katakan lomba kecerdasan.

Konser 3rd anniversary akan di adakan di Tennis Indoor Senayan 28 Desember 2014 besok dengan kedatangan member dari AKB48 (macam tahun lalu) :p

Dan ini info yang paling ngeselin. Info dari Haruka yang mau buat Sub Unit kayak dulu dia di AKB48. SUb Unit ini macam DiVa, French Kiss, Warota dll. Haruka lah yg memiliki kekuasaan penuh memilih member. Dan Sub Unit ini terdiri dari 5 member. Tim J diwakili Haruka, K3 oleh Sinka, Traine oleh GRACE IYA GRACE sama Angel. Yang ngeselin itu pas Haruka umumkan ini. Dia seakan2 mau memutuskan untuk grad. Kan sedih doi muncul untuk berpisah.

Demikian FR dari saya yang tak seberapa ini. Apabila ada unsur subyektifitas dan curhat mohon di maafkan. Dan maafk kalau di Twitter akhir-akhir ini saya gesrek Veranda. Maklum, Veranda kali ini mematikan alias next HS masuk ke bilik Ve lagi lah.

Makasih sudah baca dari awal sampai akhir. Sankyuuuu

@alipjanic

Selasa, 02 Desember 2014

No Pjanic No Magic

Sepasang gol cantik yang di bukukan oleh Miralem Pjanic pas laga melawan Inter Milan menjadikan Pjanic sebagai Man of The Match. Gol via Free Kick indah nan cantik di detik-detik akhir menjelang laga usai adalah gol ke 15 Pjanic selama membela AS Roma selama 3 tahun. Dan laga melawan Inter kemarin jadi laga ke 105 Pjanic selama 3 musim.
Pjanic yang di awal musim sempat di kabarkan akan pindah klub membuktikan kelas nya sebagai salah satu dirigen terbaik yang bermain di Serie A. Lesatan indah Free Kick Pjanic bukan kali ini saja di keluarkan. Lesatan indah Free Kick Pjanic di kala melawan Napoli musim lalu di Olimpico menjadi satu-satunya gol di laga itu. Laga itu pula Totti cedera dan membuat pasukan Rudi Garcia kehabisan bensin.
Little Prince
Pangeran Charles dan Pangeran William adalah contoh dua pangeran yang bisa hidup berdampingan. Salah satu dari mereka yang akan menjadi pemimpin masa depan Kerajaan Inggris. Seperti itu lah Roma saat ini. Jika Totti adalah Pangeran, maka Pjanic adalah Pangeran Kecil atau Little Prince. Berlebihan ? Tidak juga. Karena Pjanic di anggap mewarisi skill yang di miliki Totti. Meskipun untuk saat ini Totti masih berada sedikit di atas Pjanic dalam hal apapun. Bukan tidak mungkin, Pjanic suatu saat akan melebihi Totti.
Di boyong dari Lyon pasca Revolusi Roma 3 tahun silam, Pjanic menjelma menjadi sosok yang di agung-agungkan publik kota Roma. Pjanic seakan menjadi pemain yang bisa merubah keadaan.
Ambil contoh ketika Roma melawan Juve di Perempat Final Coppa Italy. Lini depan Roma seakan buntu dan susah menembus pertahanan kokoh yang di pimpin Chiellini. Sampai akhirnya, Rudi Garcia memasukkan Pjanic dan aksi Solo Ron nya mampu menyisir sisi kanan pertahanan Juve dan memberikan Assist yang akurat untuk Gervinho. Satu-satunya gol itu mampu membawa Roma ke Semifinal meskipun kalah oleh Napoli.
Atau aksi melewati 4 pemain yang di lakukan Pjanic ketika laga melawan AC Milan. Kalau di lihat lagi, aksi Pjanic tersebut berbeda dengan aksi Messi bahkan Maradona yang membawa bola dari tengah. Tetapi Pjanic lepas dari kawalan Mexes, Montolivo dan pemain Milan lainnya dengan jarak yang sangat dekat. Dan Abbiati hanya melongo melihat gawangnya di bobol oleh Pjanic.

Dari sederetan Magic yang di berikan oleh Pjanic, label Little Prince tampaknya tidak berlebihan. Layaknya Pangeran dalam sebuah kerajaan, Pjanic di harapkan mampu memimpin Roma menuju kejayaan. No Pjanic No Magic

De Rossi : Kapten Masa Depan AS Roma ?

Siapa yang tak kenal pemain Italy didikan AS Roma ini. Pemilik nomor 16 di klub adalah pemain yang selama ini di anggap meneruskan ban kapten Totti atau bahasa kerennya Futuro Capitano. Kalau Buffon dan Pirlo memutuskan pensiun pasca Piala Dunia kemarin, nampaknya Ban Kapten Italy akan terpasang dengan manis di lengan De Rossi.
De Rossi adalah simbol lain dari kesetiaan yang di miliki oleh Roma. Karena bapak dari De Rossi, Alberto De Rossi juga mantan pemain Roma dan saat ini masih jadi pelatih AS Roma Primavera. Dan berhasil memberikan gelar juara Coppa Italy Primavera untuk AS Roma.
Pemain yang punya Tatto pemain yang sedang melakukan tackling ini adalah pemain komplit. Posisi aslinya adalah seorang Holding Midfielder. Ketika era Spaletti, De Rossi bersama Pizarro mengisi Double Pivot yang menjadi ciri khas dari formasi 4-2-3-1 ala Spaletti. Posisi De Rossi sempat tergesar ketika Zdenek Zeman kembali ke Trigoria. Zeman lebih memilih memainkan Tachtchidis daripada De Rossi. Dan ini memicu De Rossi untuk angkat kaki dari Trigoria. Untung De Rossi mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk memperpanjang kontraknya dengan Roma.
Capitano Roma ?
De Rossi menyandang status sebagai Futuro Capitano. Karena De Rossi adalah putra asli Roma dan hidup dan tumbuh di lingkungan Roma. Tetapi banyak pihak tidak yakin kalau De Rossi akan jadi kapten Roma. Why ? Jawabannya hanya ada di satu nama, Francesco Totti.
Totti bisa di katakan menghambat De Rossi menjadi seorang kapten. Posisi De Rossi hanyalah Vice Captain dari Totti. De Rossi akan jadi kapten ketika Totti absen atau Totti memutuskan pensiun. But when Totti Retired ? Tidak ada yang tahu. Bahkan Totti kabarnya akan terus bermain dan mencoba Stadion baru Roma, Stadio Della Roma. Dan Stadio Della Roma sendiri di perkirakan selesai tahun 2017. Atau 3 tahun lagi. Ketika itu, umur Totti menginjak 40 tahun. Di kuatkan oleh Statement Totti yang ingin terus bermain sampai umur 40.
Terlebih lagi, Totti sampai saat ini menjadi sosok sentral di lini depan Roma. Selisih umur Totti dan De Rossi yang selisih sedikit inilah di sinyalir jadi alasan mengapa De Rossi sulit menjadi kapten Roma. Apalagi, saat ini lini tengah Roma di huni oleh pemain-pemain dengan kualitas setara dengan De Rossi. Sebut saja Nainggolan, Keita, Strootman, dan Pjanic. Dengan skema 4-3-3 akan ada 3 pemain yang mengisi pos lini tengah. Dan satu slot hampir pasti milik Nainggolan yang musim ini (masih berjalan) menjadi pemain dengan penampilan terbanyak untuk Roma. Slot sisa untuk De Rossi akan di perebutkan dengan keita. Dengan penampilan Keita yang semakin bagus serta penampilan De Rossi yang sampai saat ini masih angin-anginan, tampaknya Romanisti harus sabar melihat Kapten masa depannya duduk di bangku cadangan.
Masa depan De Rossi pun abu-abu. Kendati DDR (sapaan De Rossi) sudah memutuskan untuk memperpanjang kontrak nya bersama Roma. Karena De Rossi sampai saat ini masih banyak dilirik oleh tim lain. Sebut saja Man. City yang masih ngebet mendapatkan jasa DDR.

Jadi, layak di tunggu apakah De Rossi masih ingin menunggu dirinya menjadi seorang Capitano Roma atau pindah ke klub lain.

Sabtu, 08 November 2014

Football is Our Religion

“Play our football in he street. Make a magic with the feet. Wave your flags for the game. Lets score a hattrick for the fame. Football is our religion.”

Di atas adalah lirik dari sebuah lagu dari Band Rednex. Judulnya, Football is Our Religion. Berlebihan ? Bisa iya dan bisa tidak. Kalau sepakbola adalah sebuah agama, lalu siapakah tuhannya ? Dan layaknya sebuah agama yang memiliki banyak aliran, artinya di agama sepakbola memiliki aliran yang banyak pula. Kick and Rush, Total Football, Jogo Bonito, Catenaccio, dan lain sebagainya.
Begitu pun malaikat dari agama tersebut pun banyak. Bisa jadi, setiap aliran memiliki malaikat bahkan nabi nya sendiri. Aliran Catenaccio bisa jadi memilih Del Piero, Totti, Maldini, dan Giuseppe Meazza. Atau aliran Jogo Bonito meenjadikan Romario, Ronaldinho, dan Ronaldo menjadi Malaikat dan Nabi mereka secara bersamaan.
Lalu siapa tuhan mereka ? Pertanyaan yang sulit. Karena sejatinya meskipun berbeda aliran, mereka di satukan menjadi satu agama yang sama, Football. Artinya, harus ada satu tuhan bersama yang di akui kekuatannya oleh mereka. Siapa ?

Iglesia Maradonia

The Iglesia Maradonia atau Church of Maradona. Di buat oleh fans dari Maradona ketika dia memutuskan untuk gantung sepatu. The Iglesia di bentuk (atau bisa di katakan di temukan) pada 30 Oktober 1998 di saat Ulang Tahun Maradona ke 38 di Rosario, Argentina.
Iglesia Maradonia bisa di katakan adalah simbol dari kecintaan warga Argentina terhadap sepakbola dan di wujudkan dengan sebuah janji setia dalam Iglesia Maradona. Iglesia Maradona sendiri bukan berbentuk gereja yang sebagaimana mestinya. Lebih kepada sebuah perasaan memiliki seorang D10S atau Maradona itu sendiri.
Warga Argentina memang gila terhadap sepakbola.
“Our Religion is Football and, like all religions, it must have a god. We will never forget the miracles he showed on the pitch and the spirit he awoke in us, the fanatics.” Kata Alejandro veron yang bertanggung jawab dalam Offcicial Website dari Iglesia Maradonia ketika menjelaskan tentang kecintaannya terhadap sepakbola dan kehadiran sosok Maradona.
Tidak berlebihan memang ketika Warga Argentina mencintai Maradona. Seperti Indonesia begitu cinta nya terhadap Evan Dimas yang masih sangat muda. Mungkin dia adalah anak tuhan atau Son Of God. Tak ada yang tahu, bung.
Bahkan ada upacara yang mereka sebut sebagai Baptis untuk mengenang Mano del Dios (Hand of God) yang sangat terkenal di era 1986 ketika Argentina menghentikan laju Inggris di Quarter Final. 29 Oktober bagi mereka (Jama’ah Iglesia Maradonia) adalah hari istimewa. Bagi mereka adalah Christmas Eve atau sehari sebelum tuhan mereka lahir. Jalanan di Argentina di buat Biru Putih, lambang bendera Argentina. Sebegitu cinta nya mereka dengan Maradona.
Ketika itu, Maradona hendak di tunjuk menjadi pelatih baru Argentina. Jama’ah Iglesia Maradonia berpesta.
“We have been with Maradona during the Darkest Moment. And now we are here with him – how can we not be celebrating ?” kata penulis La Iglesia Maradonia, Jose Caldeira.
Darkest Moment merujuk ketika Maradona menjadi sahabat karib Cocaine yang membelenggu dirinya di penghujung karirnya. Tapi, Maradona tetaplah sosok yang di cintai.
“Diego is in another dimension. He says and does many stupid things. He makes a mistakes and he is pardoned because he is myth, a living legend.” Mariano Israelit. Seburuk apapun citra dari legenda, para fans akan berusaha menutupi dari itu. Apalagi, jika dia (legenda) sudah di anggap sebagai tuhan. Tuhan tak pernah salah. Ya kan ?
Andai benar kalau ada agama baru yang bernama Sepakbola, maka Maradona kah tuhannya ? Bagi jama’ah Iglesia Maradona mungkin berbicara seperti itu. Bagi warga aliran Kick and Rush tentu tidak menerima kehadiran sosok tuhan yang telah merusah nasib baik mereka pada tahun 1986. Tetapi bisa saja, Maradona adalah tuhan. Karena hanya dengan tangan tuhan, Argentina bisa melaju dan mengalahkan Inggris. Apalagi dengan menggunakan seluruh kekuatannya.
Di Indonesia, saat ini sedang ribut mengenai di cantumkannya Agama dalam E-KTP. Bagi jama’ah sepakbola-niyah, itu tak penting. Karena bagi mereka, yang penting adalah datang ke stadion dan berharap tuhan mereka hadir dan memberikan keajaiban bagi mereka.

Senin, 27 Oktober 2014

Mereka Juga Manusia

Tadi pagi pas subuh, gue kan udah ambil wudhu, lalu si Mr.X megang tangan gue. Gue bingung antara mau wudhu lagi atau gak. Jujur gue males ambil wudhu lagi, jalan ke kamar mandi. Tapi gue gak yakin, Tuhan Yang Maha Esa tahu kalau dia beda.”
Itu sekelumit percakapan seorang wisatawan domestik yang aku temui di Pasar Seni Sukowati Sabtu, 25 Oktober kemarin. Aku tak tahu siapa nama mereka, tapi yang aku tahu mereka ber enam adalah seorang pegawai salah satu perusahaan di Jakarta yang sedang liburan di Bali. Mereka terdiri dari 4 cewek dan 2 orang cowok. Dan di atas tadi itu percakapan salah satu dari mereka ke teman mereka yang cowok. Tahu kan inti bahasannya dimana ?
Setelah pembicaraan itu, aku masuk ke dalam bis dan mencoba mikir lagi apa maksud dari perkataan mbak tadi. Aku coba menggaris bawahi kalimat terakhir. Apa maksud dari omongan mbak itu. Karena, setelah mbak tadi ngomong seperti itu, aku coba melirik ke arah mas yang dia maksud dan tak ada tanda-tanda kemarahan dari mas tersebut.
Apa ybs memang mengalami kelainan seksual ? Atau mungkin mbak tadi bercanda ? Kalau bercanda, aku merasa itu kebangetan. Lalu apa maksudnya ? Berarti ybs memang seorang gay ?
Sejenak aku mikir, apa ada yang salah dengan seorang gay, lesbian, atau seorang biseks ? Mungkin tidak, ya. Tetapi kenapa banyak di antara dari kita (termasuk saya) sering memandang rendah mereka. Jujur, dulu saya risih ketika di jalan atau di mall bertemu pasangan gay. Pernah sekali aku ketemu pasangan lesbian di salah satu Mall di Surabaya dan pikiran negatif ku tentang mereka muncul. Itu sekitar 4 tahun lalu ketika aku masih SMA.
Dan ketika kuliah, aku mulai berfikir kalau itu sebuah kelainan seksual dan bukan sebuah penyakit. Dulu, aku memandang itu sebuah penyakit. Dan seyogyanya penyakit, ada yang menular dan tidak dan aku takut kalau itu akan menular. Dan aku salah besar. Kelainan seksual itu bukan sebuah penyakit menular. Lalu dosa kah mereka sampai kita tega mengucilkan mereka ?
Salah kah mereka ? Apa menjadi seorang gay dan lesbian adalah pilihan dan jalan hidup mereka ? Apakah menjadi seorang guy itu adalah takdir mereka ? Kalau mereka takdir, artinya mereka tak salah. Karena takdir mereka di tentukan tuhan. Dan kalau kita menyalahkan mereka dan mengucilkan mereka, artinya kita menyalahkan dan mengucilkan tuhan. Right ?
Gini gini, saya pun yakin bahwa mereka (seorang gay dan lesbian) tidak ingin hidup menjadi seorang gay atau lesbian. Apalagi orang tua mereka. Apa orang tua mereka minta tuhan agar anak mereka jadi seorang gay ? Apa orang tua dari WNI kita yang meninggal di Australia meminta kepada tuhan agar anaknya tewas di tangan pasangan homo nya ? Insya allah Tidak. Dan aku yakin, itu adalah jalan tuhan. Tuhan yang membawa mereka menjadi seorang gay dan homo. Kalau kalian meyakini bahwa takdir manusia sudah di tulis oleh tuhan ibarat tuhan adalah dalang dari segala kehidupan, artinya tuhan telah menggariskan mereka (gay dan lesbian) hidup seperti itu. Seperti manusia biasa yang memiliki penyakit, itu semua sudah di atur oleh tuhan.
Ah dan aku juga tahu kalau ada hadits yang intinya mengatakan bahwa takdir bisa dirubah kalau kita (manusia) mau berusaha untuk merubahnya. Jadi, apa mereka merubah nasib dan takdir nya menjadi seroang homo dan lesbian ? Aku pernah melihat interview di TV tentang seorang Homo. Bahwa salah satu dari mereka seorang wanita yang terjebak di dalam tubuh lelaki. Mereka merasakan “keanehan” ketika mereka menjadi seorang cowok dan cewek yang akhirnya membuat mereka harus merubah nasib mereka menjadi seorang homo dan lesbian. Artinya, takdir awal yang di berikan tuhan salah ? Tuhan kan tak pernah salah, katanya. Berarti siapa yang salah ? Perasaan mereka yang salah ?
Pertanyaan di atas tidak bisa aku jawab sendiri. Saya butuh bantuan untuk menjawab pertanyaan yang muncul itu.
Di akhir tulisan ini, aku ingin ajak bagi yang membaca tulisan ini untuk berbenah. Bagi kalian yang masih antipati dengan mereka yang memiliki kelainan seksual, silahkan fikir lagi. Jika takdir ini menimpa kalian atau keluarga kalian, apa kalian tega lihat keluarga kalian seperti itu ? Mereka tak bisa memilih takdir apa yang akan mengiringi jalan hidup mereka. Mereka hanya mengikuti skenario yang di buat oleh tuhan. Tapi kita juga tak bisa menyalahkan tuhan yang maha segalanya. Mereka salah dengan kebenaran yang di berikan tuhan.
Untuk kalian yang masih memandang sebelah mata, ingat bahwa tuhan bebas memberikan takdir apapun bagi hamba nya. Nyahok kalau kalian yang jadi homo atau lesbian. Mau ? Dan jangan anggap itu sebagai penyakit menular. Itu hanya sebuah takdir yang menimpa mereka. Hargai mereka sebagaimana mereka menghargai kalian. Mereka juga manusia yang punya nafsu dan cinta. Meskipun menurut kalian itu salah. Karena salah bagi kalian tak berlaku bagi mereka.

Intinya satu, mereka memiliki HAK untuk Hidup. Seperti yang ada di blog saya, kita harus bisa Memanusiakan Manusia.

Senin, 20 Oktober 2014

Balada Sekaimen

Ku meminjam tweet salah satu fans JKT48, AldiBagem terkait Showa dan Heisei Era. Mungkin saya ini termasuk di peralihan antara Showa dan Heisei. (Kalau tulisan salah, sorry) Jadi saya tak tahu kapan pertama kali istilah Skymen itu muncul.
Secara bahasa, Skymen terdiri dari 2 kata. Sky (langit) dan Men/Man (Manusia/Laki-laki). Jika di gabung, manusia langit. Kalau ada aktivis feminis yang baca tulisan ini dan tahu istilah Skymen, mungkin dia marah. Karena ada diskriminasi terkait penggunaan kata Man bukan Woman. Feminis sendiri terbagi kedalam berbagai kelompok. Feminis radikal, feminis liberal, dll.
Lalu, urgensi nya apa ? Sepenting apa sih skymen sampai saya ingin bahas ini ?
Ngerasa gak, Skymen itu sebuah istilah yang tidak sengaja di ciptakan di fandom ini. Bukan sebuah kata yang sudah ada atau di ciptakan oleh mereka sendiri para skymen. Dan siapa-siapa yang masuk dalam istilah ini pun, bukan di tentukan mereka yang di anggap Skymen. Tetapi label skymen dan siapa saja yang masuk dalam label ini di berikan oleh fans itu sendiri. Iya gak ? Kita merasa gak sih ?
Tapi jujur, di awal ku bilang kalau aku ada di dunia fandom edyan ini bukan ketika awal mu.a adanya JKT48. Dan aku juga tak tahu siapa yang merumuskan istilah itu. Apa Kaesang anak Pak Jokowi yang juga wota ? Atau anggota dewan yang juga wota ? Tak tahu lah saya.
Tapi aku akuin kalau aku juga “mensukseskan” istilah Skymen tersebut. Omongan skymen bagiku dulu ibarat omongan kyai. Pasti benar dan tak bisa di bantah. “Kan mereka yang tahu kondisi riil di Jakarta dan di Theater”, pikirku dulu.
Sampai akhirnya pikiran saya berubah. Mereka memberikan kritik yang menurut pendapat pribadi saya agak lebay. Bahkan cenderung “ikut campur” dapuran member terlalu jauh. Soal penampilan silahkan di kritisi. Bagiku, itu adalah hal wajar. Agar member jadi lebih baik. Tapi mengkritisi fashion salah satu member bagiku aneh. Mereka punya style fashion sendiri. Bahkan kita semua tak tahu kehidupan asal member dengan fashion idola nya. Kita hanya tahu setelah mereka menjadi member. Apa pernah terjadi ? Pernah.
Lalu ingat gak Mas Steve yang jadi subjek bully ? Itu lebay, sob. Bagiku, membandingkan itu memang tidak seharusnya di lakukan. Tapi lucu aja, mereka-mereka yang selama ini kalian jadikan “ladang info” dengan label Skymen akhirnya kalian bully dengan menyalahkan status skymen mereka. Bingung ya ?
Gini-gini. Istilah skymen di buat oleh fans. Dan fans sendiri yang menggunakan istilah skymen untuk membully seorang fans yang kalian anggap skymen. Disini, posisi saya bukan mau membela skymen. Ku juga tak begitu suka mereka yang serba tahu segalanya atau sok tahu segalanya dan asal kritik sana sini. Tetapi menyalahkan mereka sebagai skymen itu juga salah. Harusnya sejak awal, istlah skymen itu jangan pernah di munculkan. Jadinya kan mereka yang skymen akhirnya merasa di atas dan merasa tahu segalanya.

Jadi, pelajaran bagi kita, sob. Skymen juga bisa dan akan salah. Asal kita tak main-main dengan istilah tersebut dan ngidol dengan cara kita sendiri, it’s okay. Mohon maaf apabila ada yang tersinggun disini. Ku cuma mengeluarkan opini pribadi saja. Have fun, guys ^.^

Kamis, 16 Oktober 2014

Antara Ada dan Tiada (Selesai)

Apa Yang Harus Kita Lakukan

Fans di tuntut untuk bisa mengerti member. Maka, jangan salahkan fans untuk meminta mereka (member) mengerti fans. Saya tidak pernah sekalipun ingin jadikan member pacar. Tapi setidaknya, mereka jangan bermain api dan bermain aman, maka bagi saya itu cukup.

Ngidol Tak Usah Serius

Bagi saya pribadi, istilah di atas ada benarnya. Jangan terlalu serius. Tapi definisi serius ini apa ? Mari kita samakan definisi. Tak usah di buat serius dalam artian di buat senang-senang atau jangan delusi berlebihan yang akhirnya berfantasi ? Sama sekali saya tak berfantasi dan delusi menjadikan member sebagai pacar. Duh siapalah saya inyi.

Tapi ketika tahu oshi terkena masalah seperti ini siapa yang tak kecewa. Yang selama ini kita banggakan ternyata main api di belakang. Kebakaran kan hasilnya. Jangan bicara duit deh. Sebel kalau mengaitkan antara ngidol tak usah serius dengan berfantasi dan akhirnya kecewa kalau member punya pacar. Sob, bukan itu maksud saya. Maksudnya itu, mereka itu ada rules (kalau memang ada) dan mereka sudah berani khianati teman dan tim nya dengan pacaran. Kalau rules itu bohong, artinya mereka menipu khalayak umum.

Support If You Want

Saya memberikan credit yang luar biasa bagi kalian yang tidak kecewa sama sekali dengan kelakuan idola kalian lebih khusus lagi oshi kalian. Kalian sudah tahu oshi kalian salah bahkan publik sudah tahu tapi kalian masih bersikap anteng-anteng aja. Kalian hebat, sob.

Tetaplah dukung idola kalian, sob. Mereka masih butuh kalian (kalau butuh sih). Mereka tak akan bisa mampu berdiri tanpa kalian. I mean, dari duit kalian.

Tinggalkan Kalau Kalian Kecewa

Tak sedikit pula yang kecewa dengan perilaku mereka. Bahkan saya stalking twit fans yang menyatakan berhenti dukung Kinal karena hal semalam. Padahal semua tahu kalau doi Fans garis keras Kinal. N666666ERI.

Saya sih wajar ya kenapa banyak yang kecewa.

Saya sih mempersilahkan kalian untuk berfikir apapun tentang member ybs. Asal jangan mikir yang terlalu kelewat batas aja sih. Dan saya juga mempersilahkan kalian bersikap apa ke mereka setelah kejadian kemarin.

Cuma saya sedikit kaget aja, banyak sekali yang mencoba membela mereka dengan sangat keras ketika sudah ada gambar beredar ke publik. Silahkan bela oshi kalian, asal itu sesuai porsi. Ada kalanya kalian harus bersikap menjauhi mereka dalam menilai perilaku mereka. Obyektif juga perlu kok.

Ah ada juga yang menyangsikan keberadaan Golden Rules. Kalau kalian tahu Golden Rules itu mitosya silahkan. Tapi jangan menganggap wajar kejadian kemarin dan malah menyalahkan kami-kami yang mempertanyakan kejadian tersebut. Beberapa dari kami pun tak tahu, Golden Rules itu ada atau tidak. Jangan buat kami kecewa untuk kedua kalinya secara bersamaan.

Menunggu Sikap JOT

Hmm ini yang paling sulit. Menunggu sikap JOT. Hukum atau tidak. Saya yakin JOT tau kejadian itu. Entah sebelum ini muncul atau sesudah. Mustahil mereka tak tahu setelah ini meluas.

Mereka mampu menghukum ybs atau tidak ? Karena setiap member ybs memiliki keistimewaan dalam sisi fans. Saya sih, berharap JOT memberikan hukuman. Termasuk untuk my beloved oshi, Kinal. Mereka yang berbuat mereka yang bertanggung jawab. Untuk berinteraksi via twitter ke member aja gabisa, apalagi buat jalan. Logika nya mengarah kesana. Kalau ketahuan ya artinya ada yang di langgar dan jebreeeet hukuman.

Hukuman itu juga sebagai konsekuensi JKT48 yang “menyebarkan” peraturan ini ke khalayak umum. Kalau ketahuan publik, public trust akan turun.

Hukuman ada untuk menjadikan efek jera untuk mereka, kok. Bukan untuk menjadikan mereka kerdil. Bukan. Buat mereka sadar bahwa fans selalu mengintai mereka. Kalau tak mau hidup seperti itu, jadi anak biasa saja. Yaaa, Idol Nante Yobainde.

Demikian tulisan yang tak seberapa  dari saya yang memang saya bagi ke part part agar kalian tak bosan membacanya. Minta maaf jika ada bagian dari tulisan saya yang menyinggung salah satu pihak.

No Depi No Hepi ~

Antara Ada dan Tiada (3)

Jika Golden Rules Nyata

Mari lupakan kalau Golden Rules itu tidak ada. Mari bayangkan kalau Golden Rules itu memang ada dan berada di sekitar member.

Saya sih mencoba melihat bahwa Golden Rules itu nyata. Lihat ke AKB48 dulu ya. Hirajima Natsumi harus nangis dan meminta maaf di depan fans ketika event HS. Dan hasilnya, fans berat Naachan, si Om Togasaki harus nangis terisak alias sedih nya bukan main. Tau lah kalau Togasaki itu fans berat Naachan. Alangkah keterlaluan kalau kita bilang itu sekedar sensasi kalau harus membuat seorang anak manusia kehilangan job. Karena yang dia lakukan berefek buruk buat kehidupannya.
Peraturan ada tidak untuk di langgar. That’s right. Itulah sebuah cara yang di tawarkan orang liberalis untuk membuat dunia yang anarkhi ini menjadi lebih bisa di atur.

Dan Golden Rules adalah sebuah peraturan yang artinya, tidak boleh ada yang melanggar. Ya tho ? Kalau di langgar artinya ada sebuah hukuman.

Hmm, saya mencoba membawa kalian ke belakang. Ingat Ghaida yang “katanya” pernah di skors dari segala kegiatan JKT48 ? memang tak ada alasan yang pasti mengapa Ghaida di hukum. Di Hukum artinya dia melanggar sebuah peraturan dan Hukuman itu adalah akibat dari perbuatannya. Ya kan ?

Sama seperti melanggar Golden Rules. Harus ada konsekuensi dari perilaku sang member. Sekali lagi saya tekankan bahwa di bagian ini, kita yakin bahwa Golden Rules itu ada. Kalau toh tak ada, publik melihat mendengar dan mengetahui bahwadi JKT48 ada sebuah rules yang melarang member untuk pacaran.

Okelah, Idol bukan dewa, malaikat atau Francesco TOTTI yang tak boleh salah. Idol juga manusia dan manusia tetaplah manusia yang bisa dan sering salah. Tapi, salah = sanksi.

Balik ke Ghaida tadi. Mari bandingkan dengan “skandal cihuy” yang marak beredar akhir-akhir ini. Ghaida salah ( Hukuman. Member Pacaran ( Hukuman. Setuju ?

Meskipun tak ada yang tahu apa ada member yang pacaran atau tidak. Tapi kalian tahu sendiri lah ya maksudnya apa. Member juga harus bisa membatasi diri mereka dengan fans dan atau dengan hubungan pribadi nya. Asal jangan sampai bocor. Itu prinsip yang saya yakin dan kalian yakini yang member jalani. Ketika bocor ya wassalam. Siap-siap aja hukuman menanti.

Andai Golden Rules itu ada, maka jawaban pertama yang saya beri adalah, “Beri Hukuman”. Itu adalah konsekuensi dari segala omongan yang di lakukan JOT di media. Member tak boleh pacaran lah bla bla bla. Kalau ketahuan, hanya ada satu, Hukum. Beres. Di AKB48, member yang terkena skandal pun, tak ada yang dengan jelas memberikan gambaran bahwa mereka pacaran. Tapi mereka tetap di hukum. Hanya sebuah gambar yang di dapat oleh paparazzi. Sama dengan yang di sini. Beredar gambar yang menimbulkan polemik bahkan foto nya ya seperti itulah ya.

Tapi, apa berani JOT memberikan hukuman bagi mereka-mereka yang berada di foto tersebut ? Huehehehe.

Antara Ada dan Tiada (2)

Andai Golden Rules Ilusi

Di bagian ini, saya mencoba membawa kalian untuk melihat andai Golden Rules itu bohongan dan tidak pernah ada. Karena ada kemungkinan untuk berfikir bahwa Golden Rules itu ilusi mitos atau apalah yang kalian mau.

Oke, saya mulai ya dari kasus AKB48. Sasshihara Rino, salah satu member yang “beruntung” dengan tidak memutuskan keluar dan “hanya” di pindah ke HKT48 menjadi ibu dari anak-anak (baca: member Loli) HKT48 seperti Meru, Mio, Aanya, dll.

Mau tidak mau, suka tidak suka harus di akui popularitas HKT48 naik berkat doi. HKT48 mulai di kenal publik berkat doi. Dan hasilnya, 2013 doi jadi Center Koisuru Fortune Cookies. Member Kennin pertama yang jadi center atau pemutus rivalitas Aachan dan Yuko. Bahkan saat ini, fans AKB48 mulai melirik HKT48 dengan banyaknya member muda HKT48 termasuk diri ini yang tak seberapa ini dan beberapa teman juga melihat kalau prospek HKT48 cerah.

Miichan, juga salah satu member beruntung yang tidak “dipaksa” keluar karena terkena skandal. Tetapi resikonya, dia mencukur gundul rambutnya. Bagi seorang wanita, rambut itu mahkota. Right ? Dia merasa menyesal se menyesal-menyesalnya. Dan akhirnya dia di turunkan ke Trainee dan akhirnya menjadi pemimpin dari member muda nan baru AKB48 di Team 4 yang lama ataupun yang baru. Team 4 yang lama era Kojimako mai laff bukan lama era Paruru. Dan Seijun Philosophy, single coupling dari Team 4 menempati ranking 1 di Request Hour 2014. Tak bisa kita kesampingkan peran dari Miichan. Tentu.

Sensasi ? Bisa jadi ! Tapi jika itu di lihat dari efek samping dari adanya skandal tersebut (Naiknya HKT48 dan Team 4).

Golden Rules is Fake ?

Dan ingat, skandal AKB48 itu di bongkar oleh Paparazzi bukan oleh fans. Dan foto yang terbongkar adalah foto candid atau bukan foto yang sdi buat secara sengaja. Kecuali kalau memang ada skenario terlebih dahulu.

Dan saya baca salah satu twit akun yang menyebutkan kalau Golden Rules itu sesuatu yang tak ada namun di ada-adakan. Inti twit nya begitu. Hayo, runyam kan. Di Media, Rules itu sengaja di munculkan. Padahal di lingkaran member, Rules itu tak ada dan memang tak pernah ada. Jadi, secara tak langsung larangan untuk pacaram member itu semu alias percaya gak ?

Selama ini aku bahkan kita membicarakan sesuatu yang tak ada. Seperti membicarakan konsprasi freemason yang tak jelas keberadaannya. Benar begitu Bung Towel ? Kita membicarakan sesuatu yang mistis, ghoib, dan menyeramkan.