Ultras Mania Gresik

Kita pernah juara. Gresik pernah juara. Dan sekarang "KAMI RINDU JUARA" Liga Indonesia

Roma Club Indonesia

Kami ada. Kami berpesta. Kami bersatu. Hanya untuk satu kebanggaan, AS ROMA

AS ROMA

LA ROMA NON SI DISCUTE SI AMA

Fan Fiction

Cerita fiksi untuk meluapkan ekspresi jiwa. Tentang hiburan, luapan perasaan, dan pengorbanan.

48 Family

The power of Idol. Idol can't make you horny, just can make you proud with them. Kita pecinta idol sebagaimana kita mencintai sepakbola.

Tampilkan postingan dengan label JKT48. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JKT48. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2015

Manusia Paling Baik Sedunia Itu Wota

Anda tidak salah membaca judul diatas. Saya bukannya mau meninggikan derajat wota yang sudah terlanjur rendah. Tapi saya mencoba berdamai dengan kejujuran. Judul diatas adalah hasil dari kedamaian antara saya dan kejujuran.

Ada yang bilang, cinta paling tulus itu cinta ibu ke anak atau orang tua ke anak. Harusnya ditambah. Yakni support wota ke oshi nya. Mereka tak kenal waktu untuk mendukung oshi nya. Bahkan sekedar meniadakan pacar untuk waktu 2-3 jam itu hal yang biasa. Apalagi menelantarkan pacar nya di Kopitiam. Itu bagian termudah bagi wota. Demi oshi nya. Dan saya menyewakan pundak saya bagi kalian para cewek yang pacarnya menelantarkan kalian demi oshi kalian. Percayalah, kalian tak lebih hebat dibanding oshi pacar-pacar kalian. Bagi pacar kalian.

Tapi, saya memaklumi sikap wota yang “meninggalkan” pacar istri atau gebetan demi oshi. Itu sejatinya adalah kode untuk kalian hey para cewek. Kalian harus bisa kayak oshi pacar kalian. Minimal pakai celana gemes. Atau joget-joget striptis erotis. Atau selfie secantik mungkin. Yakinlah, tak semua member JKT48 itu secantik Melody atau se-seksi Nabilah atau se istri-able Viny. Jangan minder. Dandanlah secantik mungkin. Servis di ranjang harus ditingkatkan. Lho.

Wota itu manusia paling baik sedunia. Judul saya diatas adalah cerminan kehidupan wota. Saya meyakini itu. Saya sudah riset selama 3 tahun. Bahkan saya harus terjun sendiri mencari koresponden dan berlagak seperti wota sambil bawa-bawa kamera slr lightsick. Nyanyi2 ndak jelas bahkan ikut salaman ndak jelas. Lha dipikir iki lebaran po.

Wota ibarat solusi bagi segala permasalahan oshi. Kalau ada masalah, oshi tinggal lapor ke wota dan masalah selesai. Sepertinya harus ada Kartu Jakarta Wota untuk member JKT48. Tujuannya jelas, mengatasi segala masalah yang menimpa member JKT48. Wota ibarat pegadaian, mengatasi masalah tanpa masalah bagi member JKT48. Mulia.

Pernah suatu hari, ada member JKT48 minta hadiah jam tangan ke wota. Saya yakin, pasti ada yang kasih jam tangan untuk doi. Jangankan jam tangan, jaket bekas member JKT48 aja dibeli. Uang ratusan juta habis juga biasa aja. Mulia.

Banyak juga member yang bajingan. Memanfaatkan kemuliaan hati wota. Wota dijadikan ATM berjalan. Uang dikuras habis. Untuk apa ? Pacaran. Untuk apa ? Dugem. Mending Uty. Dia tak kenal dunia gelap. Yaiyalah, gimana mau kenal, dunia gelap aja enggan Uty masuk kesitu. Boro-boro masuk, ngintip aja Uty ndak dibolehin.

Curiga, jangan-jangan ada pacar member JKT48 yang kalau pacaran, dia yang bayarin. Duit didapat dari hasil joget erotis di theater JKT48. Duit kalean. Mampus. Duit kalian buat indehoy. Wota ibarat biayain orang pacaran.

Tapi mana ada wota yang protes. Wota tak seperti pegiat anti korupsi yang ngeyel agar koruptor cepet ditangkap. Semua karena wota itu baik. Wota sadar bahwa support yang ikhlas itu bulshit akan bermanfaat bagi nusa bangsa dan pacar member.

Wota ibarat Kopassus yang berdiri paling depan pas oshi nya lagi ada masalah. Wota selalu mencari pembenaran agar oshi nya terlihat baik-baik saja. Wota ibarat buzzer capres yang tidak dibayar malah yang harus bayar. Salut. Saya pikir pasukan nasi bungkus (panasbung) itu separah-parahnya sebaik-baiknya orang. Ternyata wota kadar baik nya melebihi panasbung.

Oshi nya ketahuan ciuman, eh sekumupulan biji kuda nutup-nutupin agar berita ndak kesebar. Telat bang, nasi sudah jadi nasi goreng. Kalau gentle, suruh oshi nya kasih pengumuman. Bilang kalau itu editan ke publik. Kasih bukti. Jangan suruh pasukan ente yang gerak. Wota emang rewel receh peler. Berani berbuat berani tanggung jawab. Jangan Cuma mau enaknya ciuman doang.

Satu lagi, wota itu orangnya mudah percaya. Mana ada orang percaya dengan omongan orang lain tanpa bukti. Cuma wota. Omongan oshi ibarat omongan nabi. Harus percaya.

“Itu bukan siapa-siapa kok. Cuma teman masa kecil.” Itu kalimat saya lihat bulan juli lalu. Dan september ada foto lain dengan ORANG SAMA. Kali ini pose nya lebih heboh. Cium pundak. Entah itu tujuannya biar ilangin panu si cewek atau gimana. Entahlah. Itu teman masa kecil atau teman yang anu nya kecil, hah.

Percayalah, cowok yang kasih uang receh buat cewek, akan kalah dengan cowok yang kasih alphard. Cowok yang cuma lihat cewek perform, akan kalah dengan cowok yang ajak cewek dugem. Ajep ajep.

Kamis, 17 September 2015

Antara Arjuna dan Andela

Panah yang dulu menancap kuat di hati, kini telah mulai memudar dan menghilang

Arjuna adalah salah satu tokoh dalam pewayangan. Saya pribadi kurang tahu bagaimana Arjuna itu beraksi dan mengisi khazanah pewayangan. Saya hanya tahu Arjuna lewat lagu Dewa 19. Disitu, Arjuna di ibaratkan sedang mencari pelabuhan terakhirnya. Ia digambarkan dalam lagu itu, harus rela mendaki gunung hanya untuk mencari tempat sang putri tinggal. From Zero To Hero

Arjuna juga piawai dalam hal memanah. Entah itu memanah hewan buruan, lawan-lawan, atau bahkan memanah hati sang putri. Kalau digabungkan cerita wayang dengan lagu Dewa 19 tadi, saya membayangkan Arjuna sebagai Ksatria yang jago dalam hal apapun kecuali satu, percintaan. Busur panahnya tumpul. Racun cintanya tak bertuan. Tapi, Arjuna tetap ikhtiar dalam mencari pelabuhan hatinya.

Andela, gadis desa yang jauh dari hingar bingar ibukota, rela pergi ke kota yang lebih keras. Ia memilih Jakarta sebagai kota selanjutnya yang harus ia taklukan. Ia dan Jokowi sepertinya punya mimpi yang sama, Menaklukan Ibukota. Solo sudah terlalu mudah bagi mereka berdua.

Andela mencoba untuk menaklukan Jakarta dengan segala yang ia punya. Ia cantik, lucu, lugu, dan logat medoknya menambah ciri khasnya sebagai gadis desa. Modal yang ia punya sepertinya mampu untuk menghentikan dominasi yang itu-itu saja.

Harapan yang besar ada di pundak dia. Saya pribadi ada di belakang dia untuk menghentikan dominasi status quo. Ia bagaikan loko yang melesat cepat melewati kereta-kereta tua nan lambat. Ia menyingkirkan lawan-lawannya dengan mudah. Ia bagaikan AS Roma yang sukses meninggalkan Inter dan Milan plus menjadi lawan terkuat Juventus. Ah, ia semakin masuk ke hati.

Selayaknya kehidupan, kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Katanya begitu. Tapi bagi saya, kegagalan adalah sinyal untuk berusaha lebih dari sebelumnya. Ia gagal. Artinya ia harus lebih berusaha dibanding sebelumnya. Telepati yang saya kirimkan ternyata sampai ke dia. Dia berlatih lebih keras dibanding sebelumnya.

Manusia bukanlah mesin. Kalau mesin, ada spare part yang bisa kapanpun diganti. Beda dengan manusia. Manusia butuh istirahat. Sekali rusak, cara terakhir adalah berhenti. Untuk meminimalkan kerusakan, manusia diberikan otak dan perasaan oleh tuhan. Tujuannya agar manusia bertindak rasional dan logis. Plus, agar manusia mampu merasakan sesuatu. Kalau semisal ada yang kurang beres di dalam tubuhnya.

Dan Andela hanyalah manusia biasa. Ia bukanlah Florenzi yang mampu membuat Gerard Pique tercengang lewat aksi goal “bajingan” nya. Ia bukanlah Messi yang lahir dari planet lain dan punya spare part untuk bisa mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Dan ia bukanlah Syahrini yang maju mundur cantik. *apasih*

Normalnya manusia, pasti ada titik dimana manusia harus berhenti berjalan dan memilih untuk istirahat. Ingat, saya bicara manusia, bukan Messi. Messi adalah antitesis dari Manusia.

Dan Andela kurang mengerti ini. Bahwa dalam hidup, ada saat untuk berhenti. Meskipun tuhan memberikan otak dan perasaan, tapi Andela meniadakan itu. Karena ia ingin berusaha lebih keras dibanding sebelumnya. Alamiah. Tapi, istirahat juga alamiah. Dan penyakit juga alamiah. Andela harus lebih mengerti cara berteman dengan sakit. Jangan dilawan, dirasakan dan perlahan dihapus.

Entah siapa yang salah. Tak ada artinya saling menyalahkan. Karena tak akan ada yang mau disalahkan. Siapapun itu. Messi sekalipun. Florenzi sekalipun. Apalagi Totti, sang Serigala Terakhir.

Layaknya Arjuna yang punya kekurangan dalam hal cinta, Andela pun sama. Ia punya kekurangan. Dan Andela harus berjuang seperti yang Arjuna lakukan. Kalau perlu lewati gunung demi impian. Andela telah menjadi Arjuna versi cantik yang mampu memanah hati setiap lelaki. Tanyakan pada mereka, apa panah asmara masih menancap ? Masih. Tapi racunnya mulai memudar.

Terimakasih Andela, kau telah menjadi Arjuna cantik yang memanah relung hati dan menaburkan racun cinta di hati ini. Kehidupan baru akan segera dimulai. Jangan berhenti berjalan. Banyak tempat yang perlu kau taklukan. Jadilah Arjuna yang disegani banyak pihak. #TerimaKasihAndela

Senin, 24 Agustus 2015

Alasan-Alasan Kenapa JKT48 Harus Dibubarkan

JKT48 adalah jalan baru bagi para jomblo untuk melewati hari-hari nya. Hari-hari yang kelam bisa berubah sedikit lebih berwarna. Bagaimana banyak orang yang ngimpi bisa jadian sama salah satu dari member JKT48. Duit mu piro ndes !

Tapi dari lubuk hati saya yang paling dalam sedalam cinta ini padamu, terbersit keinginan untuk membubarkan JKT48. Saya tak mau ajak ormas-ormas islam atau yang sok nasionalis untuk membubarkan JKT48. Karena saya ndak punya duit untuk kasih mereka semua nasi bungkus apalagi ajak mereka naik haji. Lha wong saya sendiri masih nabung agar bisa naik ke pelaminan.

Selain itu saya yakin ormas-ormas yang tereak-tereak anti liberal kapitalis komunis itu ndak akan mau bantu saya. Kenapa ? Jelas karena JKT48 itu bukan produk China. Indonesia saat ini kan alergi dengan produk China. JKT48 kan produk dari Jepang. Mana ada demo anti Jepang. Jadi ya saya ndak mau ajak mereka.

Kalian mungkin anggap saya edan kucluk atau apalah itu namanya. Tapi saya serius mau bubarin JKT48. Ndak ada faedahnya. Saya akan beberkan alasan-alasan kenapa JKT48 harus segera dibubarkan.

Kondisi Negara Sedang Genting

Kondisi negara saat ini genting. Rupiah selalu turun. Tapi cintaku padamu tak akan turun. Anak muda nya lebih suka liat JKT48 daripada ikut demo turun ke jalan untuk nurunkan Jokowi, sumber dari masalah. Anak-anak muda jaman sekarang lebih suka nyanyi Heavy Rotation daripada teriak takbir dan bilang “Jokowi Anjing” ketika demo.

Belum lagi Ahok yang bebal yang tangannya berdarah-darah. Yang katanya rezim nya Ahok melebihi kondisi Orde Baru. Meskipun saya yakin tak ada petrus di jaman Ahok.

Saya yakin fans JKT48 ndak tahu kalau ada Parade Tauhid. Parade keagamaan yang isinya pemuka agama semua. Yang sempat jadi gubernur tandingan meskipun kalah sebelum bertanding. Saya yakin fans JKT48 lebih suka menurunkan jabatan GM JKT48 dibanding menurukan Jokowi dari jabatan Presiden. Makanya, kondisi saat ini genting. Jelas, Khilafah solusinya bukan JKT48.

Eksploitasi Anak Dibawah Umur

Coba cek laman jkt48.com untuk memastikan berapa rata-rata umur member JKT48. Mereka masih bau kencur. Paling ada yang baru merasakan menstruasi. Lah ada yang kelahiran 2000 an og. Jangan pikir Nabilah JKT48 yang badannya semlohek itu sudah Kuliah. Dia baru selesai di ospek di SMA. Iya, baru kelas 1 SMA. 17 tahun aja belum, udah disuruh memuaskan hasrat lelaki. Apalagi ada yang katanya di suruh push up ratusan kali. Saya aja ndak akan mau. Ya karena saya ndak bisa.

Hari minggu jam 8 pagi udah harus di tempat kerja. Joget-joget ndak jelas. Mbok ya biarkan lihat kartun dulu gitu lho. Lihat Shincan atau Doraemon. Eh, emang kartun-kartun itu masih ada ? Yang parah ya yang nonton. Tak bisikki ya, kalian dibujukki Nippon. Kita ini dijajah Jepang ! Lawan !

Member JKT48 Kebanyakan Selfie

Saya yakin yang baca tulisan ini pasti ada follow satu member JKT48. Entah itu Nabilah, Melody, atau Nabilah ataupun Melody. Sengaja saya sebut dua nama itu tok. Yang saya kenal Cuma dua itu tok kok.

Kalau sudah follow, silahkan hitung berapa kali mereka sebarkan foto selfie mereka. Iya foto selfie. Hitung.

Padahal jelas himbauan dari Mahaguru kita, Al Ustadz Felix Siauw bahwa Selfie itu haram. Itu perbuatan kafir. Masak kalian menikmati perbuatan kafir seperti itu. Itu ndak ada dalil nya. Baik dalil aqli ataupun naqli nya. Bid’ah itu namanya.

Membubarkan JKT48 artinya menghilangkan salah satu bid’ah di muka bumi. Taqqqbeeerr !!!

JKT48 Itu Candu

Ingat kenapa Komunis dilarang di Indonesia. Bukan karena tidak nasionalis. Saya percaya komunis atau PKI lebih nasionalis dibanding mereka-mereka yang teriak anti komunis dan yang ingin merubah Republik Indonesia se enak cocot e. Saya yakin. Kurang nasionalis apa seorang Bung Karno dibanding bedengek-bedengek ormas yang anti bendera merah putih.

Komunis dan PKI dilarang “katanya” karena mereka tidak bertuhan. Meskipun saya ndak yakin kalau Bung Karno tidak bertuhan.

Tapi Karl Marx sempat dawuh kalau agama adalah candu. Tapi saya ndak tau apa maksud semuanya. Saya takut diculik seperti Widji Thukul. Yang pasti kecanduan agama saat ini orang Indonesia rasakan. Mereka seenak udelnya menggunakan agama sebagai pancingan konflik dan kepentingan politik. Jingan tho.

Dan JKT48 itu salah satu candu. Setiap candu pasti ada efek buruknya. Percaya deh. JKT48 mampu bikin orang-orang yang suka pada mereka saling ribut. Dipancing isu dikit ribut. Lha kok uripmu ribut tok to ndes. Asal tidak bilang kafir aja sih.

Jelas tho kenapa JKT48 harus dibubarkan. Jangan sampai ada jatuh korban ada yang diculik efek JKT48 masih dibiarkan ada di khazanah permusikan di Indonesia. Indonesia sedang oleng kawan.

Untung saya sudah tidak kenal apa itu JKT48. Jadi yo aman. Ra percoyo a ndes ? Kudu percoyo. JKT48 tanpa Thalia itu rasanya bukan JKT48 ndes. Makane, aku dukung JKT48 dibubarkan atau nanti saya bikin JKT48 tandingan dengan Thalia sebagai kapten, center, dan GM. Yang pasti, siapapun yang masuk JKT48 tandingan harus tidak punya masa lalu sama cowok. Biar ndak ada yang iseng-iseng share foto masa lalu. Dan yang masuk JKT48 ndak boleh cipokan. Sebelum saya merasakan dicipok mereka.

Jumat, 21 Agustus 2015

Digantung Ittu Ndak Enak

Tenang, saya ndak akan nulis tentang pacaran. Karena saya ndak tau rasanya pacaran itu seperti apa. Mentok, cuma TTM an lalu ciuman dan ditinggal. Sialnya, gebetan di pacari temen sendiri. Yang bikin sebel lagi mantan gebetan cuma dijadikan mainan sama temen. Penak jamanku tho, mbak ?

Wait, lupakan paragraf diatas. Anggap sebagai angan-angan semata.

Saya niat mau nulis tentang Thalia JKT48. Ndak usah kaget baca 3 huruf 2 angka itu. Kalian ndak mabok. Saya bener nulis tentang JKT48. Apalagi ini tentang Thalia. Member receh yang keberadaanya tidak lebih dari tai kucing yang dilindas truk tronton. Lenyap tak bersisa.

Mungkin sebagian yang nantinya akan baca ini, yang kalian kenal paling cuma Melody yang kuliahnya ndak lulus-lulus, atau Nabilah yang baru kelas 1 SMA tapi cocok jadi anak kuliahan bahkan kantoran, atau yang terbaru Mbak Haruka. Memberi impor dari Jepang yang saya pun tak tahu berapa jumlah transfernya. Dan kenapa kok aktipis yang nolak impor pekerja ndak pernah protes sama JKT48.

Lho kan Haruka dari Jepang. Kenapa mereka diem aja. Lapangan pekerjaan untuk pribumi makin hilang, mz mb.

Di JKT48 ndak mereka-mereka itu aja kok. Ada member yang lain. Mulai member yang cihuy, yang cipokan, sampai yang lucu terus juga ada kok. Main-mainlah ke Theater. Kalian bisa lihat 16 cewek gundal gandul nari di atas stage. Tapi bagi kalian yang suka main ke dolly, jangan harap kalian bisa nunjuk cewek seenaknya. Dikepruk pakai kursi theater yang ndak seberapa lho nanti.

Lho ya kok malah mbleber kayak bandara nya Gede Agung. Fokus. Oke Fokus.

Jadi gini, jagat perwotaan dikagetkan dengan adanya akun baru Thalia. You know, member JKT48 ndak boleh ada akun twitter lain selain akun yang peripied dari twitter yang ada centang biru. Belum lagi muncul foto kemesraan doi sama cowok. Entah cowoknya yang kuplek atau Tata nya yg kucluk, selama palu belum diketuk artinya doi masih jadi member JKT48. Dan artinya peraturan yang ada namun katanya fiktif tetap harus dipatuhi.

Toh ya apa susahnya menahan nafsu untuk tidak memamerkan foto kemesraan. Harusnya belajar sama yang jomblo. Yang selalu berharap pamer foto tapi ndak bisa.

Gosip yang beredar, Tata akan segera cabs dari JKT48. Wait, itu kabar sejak bulan Juni. Sejak tarawih masih rame di rumah saya sampai bulan Agustus. Bulan dimana pacar saya lahir. Re : Veranda. Keputusan itu belum juga final.

Saya ndak mau ber spekulasi. Nanti saya dikepruk wota diamond. Saya kan Cuma pemerhati jekate dan pemerhatimu, kasih.

Sedangkan Novinta My Love, (sebut saja Nobi) jalan nya lempeng banget. Dia bisa dengan mudah untuk memutuskan keluar dari JKT48. Yaa karena saya pribadi yakin kalau Nobi akan lebih baik keluar dari JKT48. Nobi punya skill nyanyi yang di JKT48 ndak begitu dibutuhkan.

Balik lagi ke Tata. Gini-gini, hal yang paling saya jengkel itu digantung. Asli deh. Digantung bisa bikin kematian (bunuh diri) dan sakit hati (digantungin gebetan). Yang terakhir setidaknya saya menikmati sakit itu sendiri. Gimana ya, sakitnya tuh disini *nunjuk dadamu*

Saya membayangkan muka Fade yang “terlanjur” bilang Tata akan segera cabs dari JKT48. Eh nyatanya Tata masih belum benar-benar keluar. Mbok ya kasihan muka secakep Fade harus menanggung malu.

Harusnya JOT lebih memikirkan sedikit betapa rapuhnya hati Tata. Seorang cewek yang hatinya lemah yang harus menunggu statusnya jelas di JKT48. Belum lagi Tata harus nunggu Fade yang belajar di Singapore. Negara yang perekonomiannya melaju cepat seperti Moge yang melanggar rambu lalu lintas.

Kalau memang mau keluar ya biarkan keluar. Kerja setengah hati itu ndak enak og mas. Sumpah. Apalagi kalau cinta nya setengah hati. Ndak enak asli.

Tapi gini, kontrak Gen 2 setahu saya sama. Kalau Nobi bisa dilepas kenapa Tata tidak. Toh ya setahu saya kontrak mereka mulai dan habisnya sama. Lalu untuk apalagi ditahan ? Itu kayak orang lagi berak trus nahan ngeden. Sakit. Ayolah, kasih kepastian. Kalau memang dia masih di JKT48, ya kasih kesempatan bagi kita-kita ini untuk ketemu di bilik rindu. Meskipun tuk sekedar ucapkan selamat menempuh hidup baru. Atau selamat dapat pacar baru. Atau ucapan selamat menjalani ibadah Long Distance Relationship.

Dan kalau memang sudah tidak dibutuhkan ya biarkan dia keluar. Segera keluarkan press release tentang ini. Toh ya akun twitter nya Tata sudah kotor banget kena debu yang berserakan. Segeralah mas kasih kepastian. Kasian lho.

Kita-kita sudah terlanjur seduh kehilangan Tata. Mosok ya kita maish harus dibuat terluka lagi dengan tidak jelasnya status Tata. Kalau masih kan kita bisa lanjutin project untuk Tata. (Lalu lapak sebelah bilang, “Project kok terus. Fakir waro ye.”)


Mas, yakinlah saya sudah pengalaman digantung. Serius. Digantung itu ndak enak.

Jumat, 26 Juni 2015

Tetaplah Terbang Tinggi, Kupu-Kupu

Tidak ada sesuatu yang instan. Seekor kupu-kupu membutuhkan waktu sebulan lebih untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Proses menjadi kupu-kupu di namakan proses metamorfosis. Dimulai dengan telur yang menempel di daun inangnya dengan waktu sekitar 7 hari. Telur menetas menjadi sebuah larva (bukan kartun larva) berumur sekitar 14-20 hari dan berganti kulit selama 4-5 hari. Dari larva, berubah menjadi sebuah kepompong yang sama sekali tidak makan selama 14-16 hari. Sebelum akhirnya kepompong tersebut mengeluarkan seekor kupu-kupu yang cantik.
Butuh waktu yang lama bukan. Bahkan, proses metamorfosisi mengharuskan makhluk hidup yang satu ini untuk berpuasa selama 14-16 hari full. Mungkin lebih berat dibandingkan puasa manusia yang hanya 12 jam setiap harinya. Berat ? Memang. Pepatah jawa mengatakan, Onok rego onok rupo (ada harga, maka ada bentuk). Maksudnya, semakin mahal harga, maka semakin bagus barang yang dijual.
Proses seorang “kupu-kupu” tidaklah mudah. Ia harus banting tulang dan mungkin keringat yang mengucur deras ketika latihan dan ketika show, kalau dikumpulkan bisa untuk memberikan rasa asin dalam semangkok kolak. Ya, usaha yang di keluarkan tidak lah mudah.
Berkat si kupu-kupu, saya dipertemukan dengan teman-teman yang selama ini tidak pernah sekalipun ada di dalam benak saya. Tak ada yang lebih bahagia dibanding bertemu dengan seorang teman baru. Artinya, ada tinta baru yang mengisi setiap lembaran hidup saya. Dan itu berkat si kupu-kupu. Untungnya, sampai saat ini tidak ada keinginan untuk menghapus segala kenangan dan tinta yang terlanjur mengisi lembaran hidup saya. Biarkan ini menjadi sebuah kenangan dan bisa menjadi sebuah catatan perjalanan.
Kalau ada yang bilang, si kupu-kupu meninggalkan sarangnya dalam keadaan tercabik-cabik, saya rasa malah sebaliknya. Ia meninggalkan zona nyamannya dengan kepala tegak. Tak mudah bagi setiap orang untuk bisa pergi meninggalkan zona nyaman. Begitupun saya yang masih belum bisa beranjak dari zona nyaman. Tak akan ada alasan bagi kami untuk merendahkan si kupu-kupu hanya karena ia punya satu kesalahan (mungkin bagi sebagian orang itu sebuah kesalahan). Ya, mungkin ini subjektif. Tapi memang sejuta kebaikan akan hilang dengan satu kesalahan. Benar kan.
Sang Kupu-kupu telah memutuskan untuk meninggalkan sarangnya. Sarang yang selama ini menempa dia menjadi sebuah kupu-kupu yang cantik, kuat, dan dicintai banyak orang. Sarang yang juga dihuni banyak orang yang lain. Sarang yang bisa membuat ia tampak bersinar dibandingkan yang lainnya. Setidaknya bagi saya dan teman-teman. Sarang yang mampu memberikan ia kesempatan untuk lebih dikenal banyak orang. Sarang yang mampu memberikan sejuta kenangan.
Sang kupu-kupu lah alasan bagi saya dan sebagian teman-teman saya harus merelakan waktunya. Sang kupu-kupu lah alasan bagi saya dan yang lain mengeluarkan keringat lebih banyak dibanding orang lain. Sang kupu-kupu lah alasan saya untuk berlarian mengejar kereta, berlarian mengejar bis, dan busway. Sang kupu-kupu lah alasan saya belajar untuk lebih menghargai usaha orang sebelum memberikan penilaian. Sang kupu-kupu lah yang memberikan saya pelajaran, bahwa tidak ada yang instan dalam sebuah kehidupan.
Sang kupu-kupu ini dulunya hanya sebuah kepompong yang belum bisa memberikan apapun untuk kami dan semua yang menunggu kehadirannya. Sang kupu-kupu ini dulunya hanya sebuah ulat yang belum tahu rasanya menjadi sebuah bintang. Sang kupu-kupu ini yang dulunya hanya sebiah larva yang belum bisa apapun. Dan kini, ia telah berubah menjadi kupu-kupu.
Menjadi kupu-kupu yang bebas. Sang kupu-kupu telah terbang jauh dan bahkan ia juga ingin melintasi batas wilayah. Hal yang selama ini susah untuk dilakukan ketika masih ada di dalam sangkar. Kini, sang kupu-kupu bisa merasakan indahnya malam dan mengamati munculnya bulan purnama. Hal yang hampir mustahil untuk ia lakukan. Kini, sang kupu-kupu bisa bebas mendekati pejantan yang mungkin ia idam-idamkan. Hal yang tabu ketika ia masih ada di dalam sangkar. Mungkin ia lupa rasanya jatuh cinta itu seperti apa.
Dan kini, kami yang selama ini ada di belakangmu, yang selama ini memberikan seluruh dukungan hanya untukmu, dan kami yang selama ini memberikan kritikan pedas dan saran hanya untukmu harus bersiap memberikan karpet merah tanda penghormatan untukmu. Untukmu yang selama ini menjadi bagian hidup kami. Untukmu yang telah mempertemukan kami menjadi sebuah keluarga dengan berbagai entitas. Untukmu yang telah menggoreskan tinta perjuangan dalam buku perjalanan kami.
Maafkan kami yang tidak bisa memberikanmu hadiah yang indah di akhir perjalananmu. Maafkan kami yang memberikanmu sebuah luka yang mungkin sampai saat ini kita semua belum bisa menghapusnya. Maafkan kami yang tidak bisa memberikan sebuah puncak tertinggi yang selama ini kita semua impikan. Maafkan kami kalau kami selama ini terlalu keras. Maafkan kami tidak bisa membuatmu tersenyum di atas panggung yang selama ini kita semua inginkan. Maafkan kami, karena kami tidak bisa memberikan kenangan yang ondah di akhir perjalananmu.
Ini baru awal dari perjalanan mu, kupu-kupu.
Tetaplah menjadi kupu-kupu yang selama ini kami impikan. Tetaplah menjadi kupu-kupu yang cantik, menarik, dan bawel. Tetaplah menjadi kupu-kupu yang memiliki keinginan untuk menjadi yang terbaik. Dan Tetaplah Terbang Tinggi, Kupu-Kupu ku.



Sebuah tulisan perpisahan untuk Tata. Semoga kau menjadi lebih dewasa dibanding sebelumnya, my butterfly.

Rabu, 24 Juni 2015

Apakah Kalian Benar-Benar Melihat ke Tim K3

Tim K3 adalah bukti bahwa yang tak terlihat belum tentu tak bisa dilihat. Yang tidak tampak bukan berarti ia tak bisa menampakkan dirinya. Sekali-sekali, yang tak terlihat ini menampilkan sesuatu sehingga ia menjadi terlihat. Meskipun, sampai saat ini pertanyaan besar masuk ke dalam diri daya, “Apakah kalian benar-benar melihat ke Tim K3 ?”
Tim K3 melihatkan kepada kita bahwa kehidupan ini tak selamanya adil. Setidaknya itu yang keluar dari mulut banyak pihak yang mengikuti dan melihat Tim K3. Anggapan bahwa adanya ketidakadilan adalah bukti bahwa kita masih merasa inferior. Sejatinya, tak ada yang berbeda. Setidaknya Tim K3 mengajarkan kita bahwa ketidakadilan bisa dilawan dengan semangat yang tak kunjung padam. Habis Gelap Terbitlah Terang.
Ya, karena hidup tak selamanya lurus bukan.
Tapi apakah usaha dan semangat yang tak kunjung padam tersebut bisa membuat kita untuk sejenak mengarahkan muka kita dan melihat ke mereka ? Tak perlu memberikan penilaian baik atau buruk. Cukup melihat mereka. Ibarat permata, mereka belum dipoles secara sempurna. Semuanya adalah permata yang masih kotor. Sangat kotor. Karena tak ada kesempatan bagi mereka untuk memoles dirinya sendiri. Banyak atau tidaknya yang melihat mereka adalah acuan bagi mereka untuk dipoles atau bahkan di biarkan menjamur. Membusuk.
Pertanyaan lainnya adalah, apakah kalian yang tidak pernah melihat mereka atau kalian tak diberi kesempatan untuk melihat mereka ? Karena itu menghasilkan jawaban berbeda. Ya karena konteksnya berbeda. Tapi hasilnya sama, tidak ada yang melihat mereka.
Tim K3 memberikan kita pelajaran bahwa usaha dan semangat saja tidak cukup. Karena ada variabel lain yang harus dipenuhi untuk mampu menjadi bintang yang bersinar. Minimal, bintang yang dikenali oleh yang lain. Dan satu-satunya jalan untuk bisa dikenali adalah dilihat.
Adalah berjuang bersama. Tim K3 memberikan opsi lain agar mereka bisa dilihat. Mereka membutuhkan orang lain untuk menyadarkan mereka-mereka yang enggan untuk melihat ke padanya. Tim K3 membutuhkan dukungan agar banyak yang melihat mereka. Tim K3 membutuhkan cahaya lain dari bawah untuk menyorot ke mereka seraya berkata, “Lihatlah aku.”
K3luarga K3
Lalu apakah selama ini lampu yang ada di theater tak cukup terang menerani mereka ? Bukan. Cahaya yang dikeluarkan selama ini adalah ilusi. Cahaya yang selama ini menerangi mereka ternyata tak mampu membuat mereka tampak bersinar.
Lewat lagu Lucky Seven, mereka memberikan pesan. Bahwa mereka tidak pernah lari dari kesulitan apapun. Mereka membutkikan bahwa segala tantangan ada untuk dihadapi bukan untuk ditakuti. Keyakinan mereka bahwa cobaan seperti apapun pasti bisa mereka hadapi. Dan tantangan 13 Juni kemarin adalah bukti bahwa Lucky Seven telah memberikan artipada setiap diri mereka.
Dengan segala usaha yang mereka kerjakan selama ini, dengan segala cucuran keringat yang keluar dari segala penjuru pori-pori di badan, dengan segala tetesan air mata yang mengucur deras, dengan segala darah yang keluar, pertanyaan kembali muncul, “Apa kalian masih enggan melihat perjuangan mereka ?”


















Tulisan ini dibuat untuk merayakan Ulang Tahun Tim K3 yang kedua pada 25 Juni 2015. 2 Tahun yang lalu, Tim K3 berdiri dengan beban untuk bisa menyaingi kakak nya yang sudah jauh berada di depan. Dan sekarang, mari bantu K3 untuk setidaknya menyamakan posisi dengan sang kakak.



Senin, 22 Juni 2015

Shinta Naomi dan Pentingnya Show Must Go On

Konser buah-buah sudah selesai sekitar seminggu yang lalu. Selain rasa puas dan bangga yang dihasilkan, ada juga rasa yang lain. Sebagian besar orang punya rasa kecewa. Saya pribadi, rasa yang dominan saat itu sesaat setelah konser rasa-rasa selesai adalah rasa puas. Bagaimana tidak puas, impian mengibarkan giant seifuku di luar jawa timur akhirnya tercapai. Dan itu juga berkat bantuan yang lain. Meskipun tahun lalu, giant seifuku sempat “nyangsang” juga di Jakarta.
Sepulang dari FX, saya dan yang lain bercerita di mobil. Masing-masing dari mereka mengutarakan kekecewaannya terhadap keputusan manajemen yang merubah anggota member masing-masing tim. Twitter land gempar. Bahkan akun sepakbola menyadari hal ini dan menyatakan bahwa transfer member JKT48 lebih heboh dibanding transfer pemain sepakbola musim ini. Selain karena transfer window musim panas ini memang belum resmi dibuka (biasanya 1 atau 2 juli), perpindahan member ternyata menimbulkan efek kejut berkekuatan tinggi.
Dijadikannya 3 member Team J menjadi kapten disemua tim, adalah satu diantara kejutan yang menyesakkan bagi sebagian orang. Kalau biasanya kejutan berakhir dengan kegembiraan, maka kali ini kejutan berakhir dengan cacian dan makian. Bisa di bandingkan berapa kalimat jelek yang masuk ke tab mention JOT dengan kalimat yang baik sesaat setelah keputusan itu keluar.
Tak terkecuali bagi teman-teman baru saya yang berada di dalam mobil. Mereka sama dengan yang lain yang tidak suka dengan keputusan itu. Alasannya beragam. Mulai dari “Kenapa harus Kinal yang jadi kapten.”, “Kenapa Naomi yang harus dipindah ke tim J”, dan yang ekstrim, “Kok Tim J enak banget ya. Dream Team.” Yang terakhir setidaknya saya setuju. Tim J “dapat” Elaine dan Naomi dalam satu waktu. Itu ibarat Barcelona dapat Marco Veratti dan Sergio Ramos di transfer window nanti. Veratti yang disebut sebagai wonderkid di ibaratkan seperti Elaine, dan Ramos seperti Naomi. Berlebihan ? Tidak.
Saya pribadi kecewa karena Naomi, kapten K3 yang harus dipindah ke tim lain. Opini yang muncul adalah kalau ada pergantian kapten, artinya kapten itu gagal atau kapten itu sukses. Tapi opini lebih mengarah kalau kapten Naomi gagal dengan dijadikannya Kinal yang notabene adalah kapten “lawas” Tim J sebagai pengganti Naomi sebagai Kapten K3. Naomi gagal ? Tanya ke yang mengikuti K3 secara penuh.
Terhitung mulai 1 Agustus, masing-masing Tim akan punya kapten baru dengan susunan tim yang baru juga. Jadi masih ada sekitar satu bulan lebih dikit untuk membuktikan ke publik kalau dia (Naomi) bukan lah kapten gagal. Mungkin, setelah lebaran, ada 1-2 show sebelum masuk ke bulan agustus. Yang artinya, masa bakti Naomi di K3 sudah habis.
Pertanyaannya, mau sampai kapan terus-terusan meratapi Naomi yang sebentar lagi akan jadi anggota tim lain ? Show Must Go On. Walau anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Mungkin itu istilah yang tepat bagi Naomi, K3, dan para fans K3. Mau diratapi kepergian Naomi terus menerus ? Apa dikira kalau masih tak rela Naomi di Tim J bisa merubah situasi dan kondisi di dunia sana ? Enggak.
Yang terpenting adalah bagaimana caranya masing-masing pihak (fans dan member khususnya Naomi) bisa memberikan kesan terbaik sebelum agustus datang. Bagaimana Naomi memberikan yang terbaik di sisa masa bakti nya di K3. Bagaimana member K3 nurut sama Naomi di akhir masa baktinya dan mungkin ada “pesta” untuk Naomi.

Siapapun kaptennya, Show Must Go On.

Sabtu, 20 Juni 2015

Asam Manis Lemon

Sebuah Catatan Perjalanan Konser Lemon dan Project Giant Seifuku

Yg paling jauh dari kita adalah masa lalu. Ya, masa lalu menjadi hal yg susah untuk kita raih. Dan catatan ini adalah cara bagi saya, bukan untuk mengembalikan masa lalu. Setidaknya masa lalu bisa memberikan jalan yg indah bagi saya ke depannya lagi khususnya dan teman-teman sekalian.
Cerita ini adalah sebuah catatan perjalanan saya pribadi ketika yg awalnya "dipaksa" datang dan akhirnya menerima itu dan menjadi enjoy. Maha dahsyat tuhan yg bisa dg mudah merubah hati dan perasaan seseorang.
Perjalanan kali ini terasa spesial. Karena ada orang-orang hebat yg membantu saya untuk berangkat. Mungkin tanpa mereka, saya tak akan berangkat. Asli. Terimakasih atas bantuannya.
Perjalanan ini dimulai bahkan sebelum berangkat. Jadi dimulai ketika harus susah payah menjemput sebuah seifuku raksasa K3banggan teman2 Jatim (Malang, Kediri, Blitar, dan Gresik) hari selasa di rumah salah satu teman. Susah payah nya lagi adalah ternyata kita harus atur skenario packing yg ternyata susah. Tujuannya adalah biar ketika di Jakarta tinggal langsung pakai. Tapi susah. Jadi asal aja gitu packing nya.
Di hari rabu, badan tiba-tiba tepar. Kepala pusing dan meriang. Ada aja halangan. Demi K3 sih berangkat aja wes. Ya kan Tata ? :)
Apes nya adalah kamis pagi telat bangun dan harus cepet2an berangkat ke Stasiun. Kebetulan berangkat dari Surabaya jam 12 siang. Mandi jam 7 dalam posisi setengah sadar dan badan gemetaran sendiri. Ngalam adem sam.
Sampai Stasiun Gubeng 10 menit sebelum kereta berangkat. Edan. Mepet banget. Ah iya. Saya cuma bawa bendera yg kecil 4 meter. Yg 12X9 meter dibawa salah satu pasukan Nadilavatic asal Malang, Mas Galih. Tanpa Mas Galih, hancur sudah rencana.
Single Fighter di kereta dan seakan jadi obat nyamuk. Duduk 2-2 dan di depan ada orang pacaran. Harusnya FPI bikin petisi agar dilarang pacaran di dalam kereta. Kasihan kaum jomblo seperti saya. Jangan di bayangkan rasanya seperti apa. Sakitnya seperti ketemu mantan calon gebetan udah jadian sama yg lain.
Sampai di Pasar Senen jam 02.00 WIB di hari jumat. Bray, jam 2 pagi dan saya sendirian di sana. Takutnya ada yg nyulik. Nanti Tata kangen lalu sedih lalu nangis lalu. Ah, hanya angin lalu.
Karena banyak yg tidur di depan mushola, saya pun memutuskan untuk join tidur. Bedanya, yg lain tidur beralaskan koran bekas, saya tidur beralaskan koran yg atasnya bendera K3 yg saya bawa dari Malang ukuran 4 meter. Biar dah dikira wota. Ngantuk bray.
Agak siang an harus nunggu Galih, sang Nadila Defender yg bertugas bawa seifuku besar. Bayangkan, saya di stasiun mulai jam 2 pagi sampai jam 10 siang. 8 jam. Udah kayak setengah perjalanan Jakarta-Malang njir. Jemputan datang jam 11 siang. Dijemput Nadilavatic. Ada presiden berjenggot nya Nadilavatic, Towi, ada Anggi dari K3 United, ada Adit dari Nadilavatic dan satu lagi gak tahu nama. But, thank you sudah dijemput. Dari stasiun langsung cus ke venue di Kelapa Gading. Dan baru kali ini saya naik mobil di jalanan ibukota. Biasanya busway, angkot, dan taxi. Hahaha. Dan baru itu juga tahu bentuknya MOI, Mall of Indonesia. Itu Mall atau museum. Bagus gede banget lagi. Dan baru tahu juga kalau tempat nya konser di kandang nya Satria Muda Britama alias di Mahaka Sport alias Britama Arena alias bagus njir.
Disana yg dilakukan adalah cepak-cepak bendera. Berdasarkan instruksi dari salah satu teman. Karena ternyata diluar venue rame orang, makanya kita memutuskan hanya membuka bendera yg ukurannya Cuma 4 meter. Kalau yang 12 meter, bisa jalanan ketutup.
Pulang dari venue, ke FX duls gan. Biasa, naque FX. Di FX ternyata ada yang cepak-cepak. Di situlah saya ketemu Ordo Ndlvtc cem Tama, Ido, Luthfi, sama ada beberapa yang lain yang saya tak tahu siapa dia alias asing banget. Untung ada tempat yang namanya sofa dan bisa sekedar melepas penat alias ngantuk pak.
Balik dari Mall 2 huruf sekitar jam 11 malam dan kita berdua sama Thowi (jangan dibayangkan mesra nya di libom) jalan ke rumah si Haical. Clan Sinkadorable. Jauh banget. Jam 1 baru sampai di rumah Haical. Harus cepat tidur, karena besok perjalanan jauh alias jam 6 janji kita berangkat. Dan jam 8 ketemu sama yang lain di mall 2 huruf (lagi). Dan bingo. Kita bangun jam 7. Berangkat jam 8 dan sampai di mall 2 huruf jam 10 an. Hahaha. Buru-buru bernagkat ke venue karena eh karena ada tugas negara yang belum kita selesaikan.
Di venue yang panas banget gila, clan matahari sudah bersiap semua. Atas perintah yang lain, bendera 12 meter digeber di atas lapangan basket. Ga usah kaget kalau besarnya bendera hampir menutupi semua sisi lapangan basket.
Singkat cerita, masuk ke venue. Sebelum masuk venue, ada sesi doa bersama demi kesuksesan semua project konser dari Aliansi Matahari. Dari sinilah saya yakin kalau “militansi” teman-teman di daerah jauh lebih edan dibanding yang di pusat. Dengan jumlah aliansi matahari yang tak terlalu banyak, rasa optimisme saya untuk gagal kembali muncul. Masa iya, ini bendera bisa digeber dengan jumlah pasukan yang dikit banget. Asli ya, di tribun atas Cuma ada sekitar 7.8 orang. Itupun kita tanpa simulasi di dalam venue. Dikira member doang yang bisa gladi resik. Kita juga dong. Di tribun bawah dan VIP pun ga sebanyak ketika konser di Malang. Nyali mulai menciut. Jelas, karena ini bukan daerah yang “ramah” bagi mereka yang ingin membuat sebuah project. Gagal, itu yang ada di benak saya.
Dan kali ini, saya ucapkan ribuan terimakasih untuk teman-teman di tribun atas yang kalau gak salah itu dari fanbase Shafa. Terimakasih. Mungkin tanpa kalian, project ini tidak akan pernah berhasil.
Masalah muncul ketika kita harus bawa stik pancing ke venue. Dengan sedikit diplomasi negosiasi alias bersilat lidah, mengelabui petugas keamanan dengan sedikit omongan, itu bisa masuk. Sialnya, di venue tak bisa dipakai. Apa sialnya Cuma sampai disitu ? Tidak.
Di dalam venue, ternyata jauh diluar dugaan kita. Di setiap sisi pagar, ada lampu sorot. Beda dengan kondisi di Malang dulu. Anehnya, kondisi di dalam venue, gelap banget. Dan saya yakin bendera yang di kibarkan, tidak terlihat. Masalah seifuku, skenario awal kita adalah mengibarkan seifuku persis yang dilakukan ketika konser di Malang. Tapi dengan kondisi pagar yang penuh lampu dan resiku lampu akan jatuh plus yang kita takutkan adalah kondisi kain yang rentan sobek. Ya, mau gak mau, kita rubah skenario saat itu juga.
Plan B kita adalah mengibarkan bendera seperti bendera di stadion. Jadi, seifuku dikibarkan di tribun. Kecewa sih. Tapi itu jalan terakhir daripada tidak sama sekali.
Mau gak mau 7-8 orang yang di tribun atas harus capek-capek sendiri mengibarkan seifuku besar. Bahkan 2 diantaranya adalah cewek. Agak gimana gitu rasanya. Bukan apa-apa, ga enak hati kalau harus meminta tolong ke mereka berdua. Untungnya mereka membantu tanpa saya minta tolong. Salut.
Skenario lain yang kita rencanakan adalah mengibarkan seifuku ketika encore sampai MC Encore. Tapi dirubah sedemikian cepatnya dan baru di kibarkan ketika lagu Korogaru. Lagu kebangsaan K3.
Segala perubahan skenario terpaksa dilakukan karena kondisi di dalam venue yang tidak bisa ditebak dan kita sama sekali tidak tahu rencana apa yang di jalankan oleh manajemen. Beda cerita ketika di Malang, kita sudah tahu rencana mereka sejak sehari sebelum konser. Tata letak panggung, kondisi tribun, dll. Untungnya, teman-teman semua sigap meskipun agak panik. Wajar. Mungkin bagi mereka, project ketika konser baru kali ini dan perubahan skenario juga baru kali ini terjadi dan harus dirubah secepat mungkin.
Terakhir dari saya, saya meminta maaf kepada semua pihak yang ,merasa dirugikan dengan adanya project giant seifuku. Maaf apabila kami mengganggu kenyamanan kalian semua. Semata-mata kami lakukan demi idola kami. Tanpa ada rasa ingin menjadikan kami lebih dikenal.
Kedua, saya meminta maaf kepada teman-teman saya, Clan Skyleng asuhan Ustadz Bhir dan murid-muridnya apabila saya merusak rencana dan merubah agenda teman-teman semua. Kemarin terjadi begitu cepat dan saya tidak bisa melakukan apapun.
Saya juga mengucapkan terimakasih atas izin teman-teman di Jatim, sang pemilik Giant Seifuku (Kediri, Malang, Blitar, dan Gresik) agar saya bisa bawa Giant Seifuku ke Jakarta (lagi). Kedua, untuk yang sudah saya repotkan dalam project ini. Khususnya Pandu dan Galih (Clan Ndlvtc).
Terimakasih juga untuk tumpangan mobil dan jemputannya, Tantowi Jauhari, Ksatria Berjenggot, btw jenggot kita sama. Dan tumpangan tidurnya, Mas Haical. Tanpa kalian, sudah jadi bubur kali saya disana.
Terimakasih juga untuk seluruh punggawa Aliansi Matahari dan K3 United yang meyakinkan saya untuk berani mengibarkan Giant Seifuku di Jakarta. Kalian hebat. Meskipun banyak yang tidak suka dengan kalian, tapi kalian tetap berjuang demi idola kalian. Khusus untuk teman-teman Shafa Oshi. Kalian luar biasa.
Dan saya masih menyayangkan masih adanya “penumpang gelap” disana. Semoga lain kali tidak ada lagi penumpang gelap dan semua menjadi penumpang yang baik.

Maaf apabila tulisan ini menyakiti hati siapapun yang membaca. Terima Kasih.


Berikut dokumentasi foto 



Minggu, 15 Februari 2015

Kaze wa Fuiteru dan Kekuatan Hembusan Angin

Angin yang berhembus, mampu menerbangkan benda yang berat sekalipun. Amerika bukanlah sebuah negara yang terancam dengan adanya Tsunami. Tapi Amerika sangat terancam dengan berbagai badai topan. Tenang, Badai Veranda tak akan mengguncang dan menerbangkan rumah di Amerika.
Angin tidak pilih-pilih. Dia bergerak sesuai keinginan hati. Entah efeknya parah atau tidak, dia tak perduli. Asal tugasnya (Untuk berhembus) berjalan dengan sempurna. Kalau ada yang terkena efek buruk, artinya itu suratan tangan. Di Amerika sendiri sudah banyak rumah anti badai (badai sungguhan, bukan Veranda). Artinya, mereka sudah antisipasi kalau ada kejadian serupa terulang. Pun, di Jepang. Jepang adalah negara yang paling rawan akan gempa, sudah mempersiapkan kalau tiba-tiba ada gempa dan berbuntut Tsunami.
Menjadi public figure pun begitu. Dia akan bergantung pada angin dan kekuatannya bersahabat dengan angin. Kadang, dia bisa naik karena angin dan ketika lengah, angin tak segan untuk turun. Ingat, angin tak pilih kasih. Tapi kita bisa bersahabat dengan angin. Bukan menjadi salah satu bagian dai Avatar, melainkan mengenal angin dengan baik. Kapan angin datang dan mempersiapkan “tameng” agar angin tidak membawanya turun.
Saya adalah salah satu orang yang pada awalnya kurang yakin kalau Tata (Thalia) mampu bertahan dalam deretan 16 besar (senbatsu single)  keramat member JKT48. Bukan tanpa alasan. Karena ia sejak awal masuk Gen 2, sudah kalah pamor dibanding Viny, Yupi, dan sang kapten, Naomi. Bahkan, dia mampu lolos senbatsu single ketika ada senbatsu sousenkyou. Atau pemilu nya 48 group. Sebelumnya, ia hanya mampu jadi bench warmer. Ia hanya jadi cadangan.
Tata dan Bantuan Angin
Dalam dunia musik, keberadaan fans itu sangat penting. Jika di ibaratkan kehidupan, fans itu angin dan aktor musik itu dedaunan. Daun sangat bergantung dengan angin. Dedaunan bisa terbang ke angkasa dengan bantuan angin. Dan angin bisa dengan mudah menurunkan daun ke tanah. Sangat mudah.
Dalam JKT48 itu unik. Ada yang namanya kompetisi antar member. Di Indonesia mungkin baru ini (JKT48). Kalau band atau aktor musik lain butuh fans untuk menaikkan pamor band nya, maka JKT48 ini tidak sepenuhnya benar. Ya, JKT48 butuh fans untuk menaikkan pamor JKT48. Tapi member yang jumlahnya banyak itu berusaha menaikkan pamornya juga. Baik di hadapan publik (yang tak tahu JKT48) ataupun di depan para fans. Dan disinilah peran angin (fans) dimulai.
Tata, masuk ke senbatsu karena adanya bantuan angin. Naif kalau kita menafikkan usaha dia selama ini. Tapi hasilnya nihil. Senbatsu single belum pernah. Tapi angin datang dan membawa dia naik ke langit. Kalau langit di ibaratkan punya 7 tingkatan, maka dia masih ada di tingkatan pertama.
Ia berhasil naik ke langit karena ia sukses “bersahabat” dengan angin. Ia mengumpulkan angin agar bisa membantu ia naik ke langit. Hasilnya bisa dilihat sendiri. Saat ini, ia sudah 3X jadi senbatsu single. Gingham Check (Senbatsu pertama), Kokoro no Placard, dan yang terbaru Kaze wa Fuiteru. Pertanyaannya, sampai kapan angin yang berhembus mampu menahan Tata di langit ?
Pertanyaan ini bisa dijawab oleh sang daun atau Tata sendiri. Tergantung dari sampai kapan ia mampu bertahan meyakinkan sang angin agar terus menopang dia. Tentu ia harus lakukan itu sembari meng-upgrade kemampuannya bertahan hidup. Ia harus bisa membuat angin tidak bosan untuk menopang dia bahkan kalau bisa menaikkan dia sampai langit kedua.

Dunia wota keras, bung. Dunia wota penuh kecemburuan sosial. Si daun pilih kasih, maka kapan saja angin bisa pergi. Mudah. Kalau angin pergi, hancur sudah. Nah, ini tergantung dari si daun, apakah dia mau dan mampu untuk maintain status quo atau malah merubah kondisi.

Kamis, 22 Januari 2015

Akhirnya Mendukung ITJ

Di tulisan sebelumnya, sempat saya tuliskan tentang apa itu JIL dan ITJ yang berkembang dalam dunia nya WOTA. Silahkan baca disini.
Lalu sikap saya seperti apa ? Pertanyaan sama juga ditanyakan sama Om B dkk. Haruskah saya mendukung ITJ ? Saya bilang, HARUS.
ITJ harus di dukung. Selain karena saya memang membenci mencintai aktivis, sales MLM dengan barang dagangan Khilafah, yakni Ustadz Felix Siauw, saya juga merasakan bahwa Idol harus di kembalikan lagi ke khittah nya. Setelah selama ini terkontaminasi dengan keburukan dari JIL.
Ustadz yang saya hormati, saya sesungguhnya ingin kenal lebih jauh dengan anda. Meskipun hubungan kau dan aku seperti lagu JKT48 yang khusus buat Melody dan Nabilah, cinta saya ke anda itu seperti lagu Element, Cinta Tak Bersyarat. Saya mencintai anda tanpa syarat, meskipun twitter saya sudah anda block tanpa ada konferensi pers. Ah, iya lupa, kan anda sangat membenci acara TV dan katanya anda tak punya TV di rumah. Meskipun yang saya tahu, anda sering muncul di TV. Mungkin itu cara anda melebarkan sayap untuk barang dagangan anda, Khilafah yang begitu menjengkelkan saya idamkan.
Dunia idol saat ini terkontaminasi dengan dunia lokal yang sangat tidak sesuai dengan Idol di dunia aslinya, Jepang. Banyak member JKT48 yang terpengaruh hal-hal yang menurut Ustadz yang sangat saya cintai sebagai hal yang UJUB, RIYA’, dan TAKABUR. Selfie. Beberapa saat yang lalu anda dengan gegabah gagahnya mengeluarkan pandangan anda tentang selfie.
Karena selfie bertentangan dengan islam. Jaman Nabi Muhammad dulu, tak ada yang namanya Selfie. Bahkan smartphone pun tak ada. Bid’ah namanya. Dan member JKT48 hampr semuanya pernah bahkan setiap hari melakukan itu. Dan itu bertentangan dengan kemurnian Idol di Jepang sendiri. Karena di Jepang tak ada yang namanya Selfie. Mungkin yang benar adalah, tak ada suatu nama khusus bagi sebuah foto. Bahkan di Idol lokal lebay menggunakan Tongkat Narsis (Tongsis) yang pasti itu bentuk Riya’, Ujub, dan Takabur. Meskipun yang saya tahu, member AKB48 pun banyak melakukan (ritual) selfie. Ah, biarkan saya menggunakan standar ganda. Toh mereka (ITJ) juga sering menggunakan standar ganda dalam memandang sebuah perkara.
Ah iya ustadz, saya baru lihat screenshoot twit jenengan tentang perempuan yang bekerja. Meskipun banyak teman di twitter yang langsung merespons itu. Mereka sangat baik keterlaluan berani mengkritik pandangan anda. Mereka belum tahu siapa The Real Ustadz Felix Siauw mungkin ya.
Tapi kalau pandangan anda itu benar, anda harus melihat JKT48 yang saat ini menjadi trend dan ribuan orang mabuk kepayang karenanya. Ya, tentu saja karena mereka seorang wanita dan bekerja. Apalagi mereka masih kecil, masih bau kencur. Pacaran aja belum. Ah lupa, kan ga ada yang namanya pacaran kan ya ustadz. Ta’aruf. Tapi, kan banyak teman ustadz yang juga bekerja. Main film lagi. Jadi presenter juga. Ah, saya lupa, anda dan team kan ada istilah ((STANDAR GANDA)).
Apalagi kalau ustadz pernah lihat mereka, cara berpakainan mereka, subhanallah astaghfirullah. Mereka membuka aurat mereka tanpa rasa ragu. Apalagi ada teman saya yang sering bikin anda kesal, Gus Stakof yang juga fans JKT48, malah AKB48. Santri macam apa itu ya ustadz. Makanya saya lebih percaya anda daripada Gus Stakof. Makanya saya dan teman-teman ingin poligami. Boleh kan ? Karena saya ga tega kalau istri saya harus hamil sampai 5-6 kali. Kan banyak anak akan membuka kran rezeki. Makanya, saya ingin poligami nantinya. 4 istri saja, masing-masing saya ada 2 anak, lumayan jumlahnya 8. Satu tim futsal 5 orang, 3 sisanya buat cadangan. Lumayan, bikin Banyak Anak FC. Kan saya juga ingin meniru salah satu pimpinan partai yang punya istri lebih dari satu. Yang istri muda lebih cantik lagi. Kan enak. Apalagi kalau saya bisa punya anak dari salah satu member JKT48. Ah lupa, mereka kan istri yang tak baik ya ustadz. Kan mereka bekerja mencari rezeki. Padahal Siti Khadijah setahu saya adalah pedagang. Anggota ITJ juga bekerja. Ah, lupa, ada ((STANDAR GANDA)).
Tapi setelah saya membaca twit anda dan melihat video anda yang ceramah sana sini sambil membawa barang dagangan yang namanya Khilafah, saya makin yakin kalau anda salah ustadz yang terbaik di duni. Bahkan, Quraish Shihab jauh lebih bagus kalah dari anda.
Maka dari itu, saya yang kata anak-anak sebagai Alip Ciauw mulai saat ini akan ikut menggagalkan mendukung ITJ. Karena saya yakin, Idol itu ya harus sesuai yang ada di jepang, Bukan Jaringan Idol Lokal yang tak punya etika.
Semangat terus, ustadz.

Rabu, 21 Januari 2015

Jaringan Idol Lokal (JIL) VS Indonesia Tanpa JIL (ITJ)

Gonjang-ganjing antara Jaringan Islam Liberal (JIL) dan kubu penolaknya, Indonesia Tanpa JIL (ITJ) semakin panjang saja. Kabarnya, kedua kubu sempat berukar pikiran. Bahkan, Kang Ulil sang dedengkot JIL sempat sowan ke teman-teman ITJ tanpa satu pun teman alias dewean alias alone alias sendirian. Patut di apresiasi kalau kabar itu benar adanya.
Gonjang-ganjing ini pun merembet ke dalam dunia peridolan. Idol yang saat ini mulai marak di Indonesia di wakili oleh JKT48 sebagai anak cabang dari AKB48. Keributan ini dipicu ketidak sukaan purist lokal terhadap perilaku Fans JKT48 yang menurut mereka berbeda dari perilaku fans bapak cabang mereka di Jepang.
Tingkah laku fans JKT48 harus sesuai dengan yang di Jepang. Karena menurut mereka, Jepang itu contoh bagi dunia idol di Indonesia. Lalu apa hubungannya dengan JIL dan ITJ ?
Jaringan Idol Lokal (JIL) VS Idol Tanpa JIL (ITJ)
Idol lokal yang identik dengan JKT48 dengan garis fans yang militannya tumbuh dengan cara mereka sendiri. Semua serba fanmade. Hampir seluruh atribut peridolan fanmade. Mulai dari kaos, lightstick, kipas, pin, bahkan chant pun mereka desain sendiri. Mereka berjalan dengan jalan mereka sendiri. Hal yang susah ditemui di Jepang.
Adalah Senpai kita semua, pedoman bagi kita semua, Pakde yang bagi anak-anak Kediri, Malang, dan Gresik sudah familiar dengan orang ini mencoba mengembalikan esensi idol kemabli ke jalannya.
Bagi mereka, hal-hal yang tidak sesuai dengan yang di Jepang dan tak sesuai menurut tuntunan Senpai adalah dilarang atau Bid’ah. Iya, Bid’ah. Menambah-nambahkan ritual dalam (ibadah) idol itu bid’ah.
Tentu Jaringan Idol Lokal tak tinggal diam. Berbagai aksi kritis menjurus nynyiran dari sang ketua, tertua, dan senpai kita semua di tanggapi panas juga sama teman-teman.
JIL yang identik dengan melakukan ritus-ritus lokal yang di akulturasikan dengan budaya Jepang, serta ITJ yang sangat keukeuh mempertahankan keaslian dan kemurnian Idol sesuai dengan tuntunan yang di Jepang. Lucu sih.
Apalagi sempat ada yang mencibir idol lokal karena menggunakan lagu idol jepang. Seakan-akan yang lokal tak meminta izin dan nyolong lagu. Padahal mereka masih satu cabang. Eh, yang di Jepang malah santai-santai aja sambil pakai bikini minum orange juice, yang disini kebakaran jenggot.

Pusing pala barbie mikir gonjang-ganjing tak jelas ini. Mending nulis skripsi ben cepet beres lalu melamar kerjaan dan melamar kamu. Iya kamu.

Rabu, 10 Desember 2014

Handshake Event 7th single

Niat hati ikut-ikutan biar jadi anak kekinian bikin FR. Tapi biarlah, hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan yang lain.

Oke, mulai dari venue HS.
Istora Senayan. Secara posisi, begitu mudah di temukan. Karena posisi nya sangat dekat dengan tanah suci nya para Wota, FX. Hanya jalan sekitar 500 meter dari FX sampai di Istora. Lalu, kapasitas Istora menurut saya pribadi cukup besar. Jika dibandingkan (akan sering saya bandingkan dengan HS Manatsu) dengan Balai Kartini dulu, Istora Senayan cukup lah untuk Event kali ini. Penataan antara panggung, registrasi, pembelian OTS, Online, dan tempat HS pun tertata rapi. Bahkan sangat rapi. Tempatnya pun di pisah-pisah dan menurutku itu masuk akal untuk memecah keramaian. Pemanfaatan ruangan yang ada di Istora pun sangat baik. Ah satu lagi, yang paling penting itu ada tempat sholat alias Mushola. Jika di Balai Kartini, keberadaan mushola nya seperti angin. Di Istora cukup terjangkau. Dari event kemarin saya bisa simpulkan kalau ternyata wota-wota itu juga taat ibadah kok. Hahah.

Oke, lanjut ke bilik rindu. Bilik rindu nya sih sama seperti yang sebelumnya. Macam Teller Bank. Ada untung rugi nya sih yang pasti. Rugi nya itu member kadang lihat ke belakang barisan kita karena ga ada penutup macam selambu gitu. Kan kesel kita lagi salaman terus doi lihat ke belakang kita.
Empatpuluhribu loh untuk sepuluhdetik. Bagusnya itu kalau datang rombongan macam di Sesi 6 kemarin. Seluruh (baca: yang setia) ThaliAlliance kumpul di sesi 6 janjian. Eh akhirnya Tata ajak selfie meskipun terpisah jarak. Eh tapi kalau kumpul fanbase bisa rusak. Kena tilang semua. Bangke lah. Contoh enak lagi itu pas di Sesi 7 alias bertemu sang bidadari. Nanti akan di ceritakan.

Mini concert nya itu seperti konser. Kalau kata anak-anak Gresik kemarin sih Mini Concert rasa Konser Sidoarjo. Entah itu nyindir di Sidoarjo kemarin atau apa. Tapi memang jika dibandingkan dengan yang Manatsu dulu jauh. Di Istora di buatkan panggung yang bisa di katakan mirip dengan panggung untuk konser. Dan satu lagi, ada tribun. Aroma konser benar-benar terasa. Seru lah.

Sekalian berbagi pengalaman masuk ke bilik-bilik rindu nan menyakitkan ya. Cuma masuk di 4 sesi. Tak seperti Faris (@farisvanjava) atau si Gede (@alphvityazi) yang memang mereka ternak.

Masuk ke bilik rindu sesi 4 (Novinta), Sesi 6 (Tata), sesi 7 (VERANDA), dan sesi 8 (Grace). Di mulai per sesi ya.

Sesi 4 : Novinta Dhini (3 tiket)

A : Aku ; N : Nobi

N : Halo kak. Apa kabar ?
A : Halo nob. Kabar baik. Nobi apa kabar ?
N : Sehat kak.
A : Iya percaya. Saking sehatnya makin berisi itu badan *sambil ketawa*
N : Jahat banget sih *sambil ketawa*
A : Masih ingat aku kah Nob ? (niat cuma tes dia asal ingat atau gak. Karena terakhir ketemu bulan Juni)
N : Bentar, kak. Lupa. Darimana kak ?
A : Aku dari Gresik cuma kuliah di Malang
N : Oh yang sering kirim fanlet itu ya. Kemana aja kok ga kirim fanlet lagi ?
A : Kuliah nob. Bantu kerjain lah. *sambi ketawa*
N : Eh kak, kuliah Malang ya. Papa ku dari Malang loh. Tapi ga tau Malang mana.
A : Eh iya seriusan ? Malang mana ?
N : Lah, kan udah bilang ga tau Malang mana.
Time Keeper sudah ganjen colek-colek.
A : Hahaha. Maaf ga fokus. Habis, ngobrol sama bidadari sih.
N : Ah masak sih. *lalu ketawa*. Makasih ya kak.
A : Iya sama-sama nob.

Sesi 6 : Thalia (tanpa Ivanka) (3 tiket)

Sesi ini itu sesi terKAMPRET. Sebelum masuk ke pembicaraan, akan ku ceritakan kejadian menjelang HS. Sesi ini kumpul semua tim ThaliAlliance. Rame banget jalur ini macam perhitungan suara pemilihan presiden EM di Brawijaya. Riuh banget. Kerusakan di mulai pas Faris masuk ke bilik. Kebongkar semua “perselingkuhan” yang di lakukan Faris. Dan ini awal pencemaran nama baik diriku ini. Hiks

A : Aku ; T : Tata

T : Hey, kalau yang ini selingkuh sama ssiapa ya ?
A : Aku setia. The one and only. Just for you.
T : Halah gombal deh.
(Dari belakang teriak “Grace Grace Grace”)
T : Siapa ? *tanya ke anak-anak di belakang*
(Sama Grace)
T : Oh sama si Grace.
(Dia lihat sekeliling nyari Grace di jalur berapa)
A : Dia di sesi 5 sama 8 ta. Sesi ini ga ada dia nya.
T : Loh sampai hafal ya. Tadi udah ke Grace di sesi 5 ?
A : Eh belum, nanti di sesi 8 ta.
(Spontan nutup mulut)
T : Tuh kan ketahuan kalau selingkuh. Sebel. Pakai ngaku lagi
(Sebel tapi ketawa ngakak)
T : Eh kak, latah ya.
(Dia spontan mukul aku sambil nyebut nama Grace)
A : Hah latah ? kagak lah. Ular kali melatah.
(Dia ketawa)
T : Eh kak, dari Malang ya ? Kemarin aku foto loh pas ada banner buat aku.
A : Eh iya ? Serius ? Mana fotonya. Ntar di share ya. Awas aja lupa.
Time Keeper yang lain mulai ganjen juga.
T : Iya ntar ingetin ya kak biar ga lupa.
A : Iya ntar aku ingetin kok. Awas aja No Pic = Hoax
T : Makasih ya kak sudah jauh-jauh kesini.
A : Iya ta sama-sama.

Sesi 8 Grace (2 Tiket)

(Sengaja skip sesi 7 untuk VERANDA)

A : Aku ; G : Grace
G : Halo kak. Apa kabar ? Siapa namanya ?
A : Baik kok. Aku alief dek. Grace apa kabar ? Sehat kan ?
G : Sehat kok kak.
(Dia nunjuk topi yang aku pakai sambil bilang, Serigala Giras)
G : Serigala Giras itu apa kak ? Bukan Serigala Grace kak ?
(lalu ketawa)
A : Haha, bukan kok Grace. Itu bahasa Gresik.
G : Hah ? Apa kak Gesrek ?
A : BUKAN dek, Gresik.
G : Gresik itu apa kak ?
A : Itu daerah di Surabaya.
G : Oh dari Surabaya.
A : Eh salah, Gresik itu tetangganya Surabaya. Ntar deh cepet-cepet lihat peta
(sambil ketawa)
Time Keeper lagi-lagi ganjen.
A : Eh yaudah Grace. Makasih ya. Aku balik Gresik dulu.
G : Loh balik hari ini ? Eh iya kak, Makasih juga ya kak
A : Besok ding. Iya sama-sama

Sesi 7, JESSICA VERANDA (1 tiket)

Jalur nya Veranda di bagi kedalam 2 baris. Dan barisannya penuh terus alias mulai malas. Yah tapi karena mau tes mental, mau lah antri lama.

Bertiga (Aku, Faris, dan Gede) niat barengan masuknya. Antri berdampingan kita biar niatnya masuk gantian.

Pertama lagi-lagi yang masuk itu Faris sebagai jubir anak-anak Malang. Faris datang entah ngomong apa tapi tiba-tiba Ve lihat aku sama Gede. Lalu Ve liat topi ku dan bilang Serigala Giras, entah apa maksud dan tujuannya.

Ve vantik vanget alias ve cantik banget.

Kita janjian di awal harus bisa bikin ve cemberut. Faris berhasil dan Ve cemburut sambil gembungin pipi ngadep ke anak-anak. Subhanallah tak kuat mata ini lihatnya.

Faris keluar dan ada satu orang masuk dan dia kasih gift ke Veranda. Hadianya satu kok tapi besar, GITAR. IYA GITAR. *kaget*. Dia lama mungkin sekitar semenit an gitu.
Aku masuk ke bilik ujian (kali ini bukan bilik kerinduan)

A : Aku ; V : Veranda

V : Halo dari Malang ya.
A : Loh kok tau ? Mau ngegombal ya ?
V : Eh enggak kok. Kan tadi udah bilang temannya *Ve ketawa dan hati ini mendadak beku dah mati aja saya*
A : Apa kabar Ve ? Sehat ?
V : Kabar baik kak. Kakak sendiri sehat ?
A : Sehat kok ve. Tapi kalau ketemu Ve bisa sakit kekurangan darah ini.
(Ve ketawa lagi. Ya tuhan.)
V : Kak, itu merah-merah matching ya. Serigala Giras. HI Brawijaya.
Time Keeper ganjen lagi. Tapi kali ini ku rela bilang, “Bentar ya mas”
A : Iya dong ve. Ku kan seperti ini demi ketemu sama bidadari yang lagi operasi zebra di bumi.
(Ve ketawa lagi. Ya tuhan.)
V : Ah bisa aja kak. (Sambil mukul lengan). Makasih ya sudah datang jauh-jauh dari Malang.
A : Eh iya sama-sama. Ku lakukan demi kamu, Ve.

Sesi ini adalah sesi tergila. Ngegombal di depan bidadari. Ampun. Jangan laporkan aku ke tuhan. Ku cuma ingin selendang yang kamu pakai ketinggalan di bumi agar kamu kekal di bumi jadi manusia alias aku jaka tarub.

Sesi 8 : Thalia (Lagi-lagi tanpa Ivanka)

Sesi ini bikin kesal. Karena tiket lupa belum di stempel padahal sudah antri lama. Pas mau masuk, tiket di cek sama Time Keeper dan Tata langsung bilang, “Sini masuk. Yaelah ngapain malu-malu.” Ku cuma bilang, “Bentar, ini ada problem.” Lalu baik ke meja registrasi dan minta stempel.

Balik ke jalurnya tata dan antreeeeee lagi. DAMN !

T : Eh tadi kenapa kak ?
A : Oh itu, belum di stempel. Ngeselin kan.
T : Hahah. Sabar kak. Buat ketemu aku harus sabar.
A : Pret dah. Eh, kamu sakit ?
T : Enggak kok. Ga sakit.
A : Ga usah bohong. Aku sama anak-anak juga tahu kok.
T : Iya kak, lagi ga enak badan.
A : Jaga kesehatan makanya jangan banyak syuting bareng Azazel.
(Dia ketawa)
A : Eh aku pamit yes. Mau balik.
T : Lho kak, balik sekarang ? Anak-anak Malang balik sekarang semua ?
A : Aku balik besok sore bareng Faris. Gede balik besok paginya.
T : Oh besok. Kirain sekarang. Lihat Mini Concert ya kak.
A : Enggak kok. Pasti lihat.
T : Oh ya, titip salam buat anak Malang ya kak. Makasih sudah datang kesini. Ditunggu lain waktu.
A : Eh iya ta sama-sama. Di tunggu FOTO NYA.
T : Hahaha. Iya kak, nanti ya hahah.
A : Oh iya, dapat stiket ThaliAlliance East Java kan ?
T : Dapat dong *sambil liatin stiker*
A : Itu yang bikin anak Gresik ta.
T : Oh iya ? Makasih ya kak.
A : Iya sama-sama.
Time Keeper ganjen lagi colak-colek.
A : Yaudah ye, balik dulu. Jaga kesehatan lu, jangan lupa nafas sama makan.
T : hahah iya kak. Salam ya buat yang lain, Tunggu aja nanti FOTONYA.

Ini sesi terakhir alias sesi penutup dengan yang #TeRindu bukan #TerJonru.

Hmm, di FR ini mau ingetin Tata aja sih. Mana fotonya. Cukup ku di php sama dia jangan sama kamu di PHP juga. Tapi siapalah aku ini. Cuma air pepesan tahu yang tersapu badai.


Oh ya ada yang kelupaan. Di mini konser selalu ada pengumuman. Da banyak sih. Mulai dari di leburnya Tim Merah dan Tim Putih (mungkin ini maksud dari Jiro). Jadi nanti tidak ada lagi Tim Merah dan Putih di Gen 3 dan terpilihnya Starting Member untuk setlist Gen 3. Kejutan tak banyak sih.

Lalu akan ada event tahun baru. Event nya hampir persis kayak Tim J VS K3 yang lalu. Tapi kali ini Brain Battle atau bisa di katakan lomba kecerdasan.

Konser 3rd anniversary akan di adakan di Tennis Indoor Senayan 28 Desember 2014 besok dengan kedatangan member dari AKB48 (macam tahun lalu) :p

Dan ini info yang paling ngeselin. Info dari Haruka yang mau buat Sub Unit kayak dulu dia di AKB48. SUb Unit ini macam DiVa, French Kiss, Warota dll. Haruka lah yg memiliki kekuasaan penuh memilih member. Dan Sub Unit ini terdiri dari 5 member. Tim J diwakili Haruka, K3 oleh Sinka, Traine oleh GRACE IYA GRACE sama Angel. Yang ngeselin itu pas Haruka umumkan ini. Dia seakan2 mau memutuskan untuk grad. Kan sedih doi muncul untuk berpisah.

Demikian FR dari saya yang tak seberapa ini. Apabila ada unsur subyektifitas dan curhat mohon di maafkan. Dan maafk kalau di Twitter akhir-akhir ini saya gesrek Veranda. Maklum, Veranda kali ini mematikan alias next HS masuk ke bilik Ve lagi lah.

Makasih sudah baca dari awal sampai akhir. Sankyuuuu

@alipjanic