Selasa, 02 Desember 2014

No Pjanic No Magic

Sepasang gol cantik yang di bukukan oleh Miralem Pjanic pas laga melawan Inter Milan menjadikan Pjanic sebagai Man of The Match. Gol via Free Kick indah nan cantik di detik-detik akhir menjelang laga usai adalah gol ke 15 Pjanic selama membela AS Roma selama 3 tahun. Dan laga melawan Inter kemarin jadi laga ke 105 Pjanic selama 3 musim.
Pjanic yang di awal musim sempat di kabarkan akan pindah klub membuktikan kelas nya sebagai salah satu dirigen terbaik yang bermain di Serie A. Lesatan indah Free Kick Pjanic bukan kali ini saja di keluarkan. Lesatan indah Free Kick Pjanic di kala melawan Napoli musim lalu di Olimpico menjadi satu-satunya gol di laga itu. Laga itu pula Totti cedera dan membuat pasukan Rudi Garcia kehabisan bensin.
Little Prince
Pangeran Charles dan Pangeran William adalah contoh dua pangeran yang bisa hidup berdampingan. Salah satu dari mereka yang akan menjadi pemimpin masa depan Kerajaan Inggris. Seperti itu lah Roma saat ini. Jika Totti adalah Pangeran, maka Pjanic adalah Pangeran Kecil atau Little Prince. Berlebihan ? Tidak juga. Karena Pjanic di anggap mewarisi skill yang di miliki Totti. Meskipun untuk saat ini Totti masih berada sedikit di atas Pjanic dalam hal apapun. Bukan tidak mungkin, Pjanic suatu saat akan melebihi Totti.
Di boyong dari Lyon pasca Revolusi Roma 3 tahun silam, Pjanic menjelma menjadi sosok yang di agung-agungkan publik kota Roma. Pjanic seakan menjadi pemain yang bisa merubah keadaan.
Ambil contoh ketika Roma melawan Juve di Perempat Final Coppa Italy. Lini depan Roma seakan buntu dan susah menembus pertahanan kokoh yang di pimpin Chiellini. Sampai akhirnya, Rudi Garcia memasukkan Pjanic dan aksi Solo Ron nya mampu menyisir sisi kanan pertahanan Juve dan memberikan Assist yang akurat untuk Gervinho. Satu-satunya gol itu mampu membawa Roma ke Semifinal meskipun kalah oleh Napoli.
Atau aksi melewati 4 pemain yang di lakukan Pjanic ketika laga melawan AC Milan. Kalau di lihat lagi, aksi Pjanic tersebut berbeda dengan aksi Messi bahkan Maradona yang membawa bola dari tengah. Tetapi Pjanic lepas dari kawalan Mexes, Montolivo dan pemain Milan lainnya dengan jarak yang sangat dekat. Dan Abbiati hanya melongo melihat gawangnya di bobol oleh Pjanic.

Dari sederetan Magic yang di berikan oleh Pjanic, label Little Prince tampaknya tidak berlebihan. Layaknya Pangeran dalam sebuah kerajaan, Pjanic di harapkan mampu memimpin Roma menuju kejayaan. No Pjanic No Magic

0 komentar:

Posting Komentar