Sepasang
gol cantik yang di bukukan oleh Miralem Pjanic pas laga melawan Inter Milan
menjadikan Pjanic sebagai Man of The Match. Gol via Free Kick indah nan cantik di detik-detik akhir menjelang laga usai
adalah gol ke 15 Pjanic selama membela AS Roma selama 3 tahun. Dan laga melawan
Inter kemarin jadi laga ke 105 Pjanic selama 3 musim.
Pjanic
yang di awal musim sempat di kabarkan akan pindah klub membuktikan kelas nya
sebagai salah satu dirigen terbaik yang bermain di Serie A. Lesatan indah Free Kick Pjanic bukan kali ini saja di
keluarkan. Lesatan indah Free Kick
Pjanic di kala melawan Napoli musim lalu di Olimpico menjadi satu-satunya gol
di laga itu. Laga itu pula Totti cedera dan membuat pasukan Rudi Garcia
kehabisan bensin.
Little Prince
Pangeran
Charles dan Pangeran William adalah contoh dua pangeran yang bisa hidup
berdampingan. Salah satu dari mereka yang akan menjadi pemimpin masa depan Kerajaan
Inggris. Seperti itu lah Roma saat ini. Jika Totti adalah Pangeran, maka Pjanic
adalah Pangeran Kecil atau Little Prince.
Berlebihan ? Tidak juga. Karena Pjanic di anggap mewarisi skill yang di miliki
Totti. Meskipun untuk saat ini Totti masih berada sedikit di atas Pjanic dalam
hal apapun. Bukan tidak mungkin, Pjanic suatu saat akan melebihi Totti.
Di
boyong dari Lyon pasca Revolusi Roma 3 tahun silam, Pjanic menjelma menjadi
sosok yang di agung-agungkan publik kota Roma. Pjanic seakan menjadi pemain yang
bisa merubah keadaan.
Ambil
contoh ketika Roma melawan Juve di Perempat Final Coppa Italy. Lini depan Roma
seakan buntu dan susah menembus pertahanan kokoh yang di pimpin Chiellini.
Sampai akhirnya, Rudi Garcia memasukkan Pjanic dan aksi Solo Ron nya mampu menyisir sisi kanan pertahanan Juve dan
memberikan Assist yang akurat untuk
Gervinho. Satu-satunya gol itu mampu membawa Roma ke Semifinal meskipun kalah
oleh Napoli.
Atau
aksi melewati 4 pemain yang di lakukan Pjanic ketika laga melawan AC Milan. Kalau
di lihat lagi, aksi Pjanic tersebut berbeda dengan aksi Messi bahkan Maradona
yang membawa bola dari tengah. Tetapi Pjanic lepas dari kawalan Mexes,
Montolivo dan pemain Milan lainnya dengan jarak yang sangat dekat. Dan Abbiati
hanya melongo melihat gawangnya di bobol oleh Pjanic.
Dari
sederetan Magic yang di berikan oleh
Pjanic, label Little Prince tampaknya
tidak berlebihan. Layaknya Pangeran dalam sebuah kerajaan, Pjanic di harapkan
mampu memimpin Roma menuju kejayaan. No Pjanic No Magic






0 komentar:
Posting Komentar