Ultras Mania Gresik

Kita pernah juara. Gresik pernah juara. Dan sekarang "KAMI RINDU JUARA" Liga Indonesia

Roma Club Indonesia

Kami ada. Kami berpesta. Kami bersatu. Hanya untuk satu kebanggaan, AS ROMA

AS ROMA

LA ROMA NON SI DISCUTE SI AMA

Fan Fiction

Cerita fiksi untuk meluapkan ekspresi jiwa. Tentang hiburan, luapan perasaan, dan pengorbanan.

48 Family

The power of Idol. Idol can't make you horny, just can make you proud with them. Kita pecinta idol sebagaimana kita mencintai sepakbola.

Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2014

Siapakah Dalang ISIS ?

Indonesia saat ini sedang di gemparkan dengan kemunculan ISIS. Yak, ISIS adalah Islamic State of Iraq Syiria. Dengan kata lain, ISIS adalah sebuah gerakan yang terbentuk di Iraq dan Syiria. Tujuannya adalah untuk menjadikan Iraq dan Syiria sebagai negara islam dengan syariat islam.
Mungkin sebagian orang heran dengan adanya ISIS di Indonesia. Saya pun merasa demikian. Tetapi ISIS ini mirip dengan kelompok teroris yang selama ini di Indonesia dan di dunia. Bisa di katakan ISIS ini muncul sebagai lahan baru teroris di Indonesia. Muncul dengan iming-iming jihad dan bela agama.
Lalu siapa kah dalang di balik terbentuknya ISIS ? Karena ISIS di gadang-gadang sebagai penerus Al Qaeda. Dan Al Qaeda sendiri adalah hasil dari tangan Amerika Serikat. Apakah ISIS juga terkena campur tangan AS ? Bisa jadi.
Edward Snowden, orang yang paling di buru pemerintahana AS yang telah membocorkan rahasia AS juga sempat membocorkan bahwaa ISIS adalah hasil tangan dari AS. Bahkan Abu Bakar Al Baghdadi sempat di latih secara khusus oleh Amerika Serikat dan Israel (Jawa Pos 3 Agustus 2014)
Lalu untuk apa AS membantu mendirikan ISIS ? Apa keuntungannya ? Ada saudara.
1.      Menjadikan Timur Tengah Tidak Stabil
Ini berkaitan dengan kepentingan AS dan sekutu nya tentang kepemilikan Minyak. Seperti yang kita ketahui, middle east di berikan minyak yang berlimpah. 50% lebih minyak dunia ada di middle east. Lihat bagaimana Qatar yang juga kaya karena minyak. Lalu apa hubungannya dengan AS dan ISIS ? Secara langsung dengan ISIS itu tidak. Tetapi keberadaan ISIS sangat membantu AS dan sekutu. Why ?
Ingat kejadian Arab Spring yang menimpa daerah Arab sepanjang tahun kemarin yang sukses menurunkan kepala pemerintahan di beberapa negara di middle east. Contohnya Mesir, Libya, Suriah, dll. Pemerintahan ini turun dan di gantikan dengan pemerintahan baru.
Mesir salah satu Negara yang sampai saat ini pemerintahan yang baru belum bisa memuaskan warganya. Dan terancam terjadi kudeta lagi. Begitu juga di Suriah. Dan di Suriah ini terkait langsung dengan ISIS.
Siapa yang membantu pemberontak menurunkan pemerintahan yang lama ? Khaddafi di turunkan oleh pemberontak dan di bantu oleh siapa ? Benar, oleh Amerika Serikat. Dengan dalih Humanitarian Intervention. Intervensi kemanusiaan menjadi dalih dari AS untuk turun dan menyerang pemerintahan yang lama. Apa ini gratis ? TIDAK.
AS mendapatkan HAK untuk mengelola kilang minyak yang ada di Libya. Itu baru terjadi di satu negara. Sedangkan, AS melancarkan aksinya di seluruh negara timur tengah. Khususnya di negara yang tidak bersahabat dengan AS.
Apa ISIS juga jadi alat AS untuk menjadikan Iraq dan Syria kembali memanas ? Bisa jadi. Berdasarkan data yang didapat dari energitoday.com, bahwa 51 milyar barel minyak dunia terdapat di Iraq. Itu baru angka yang sudah di eksploitasi oleh perusahaan asing. Pada 2010, terdapat 143,1 Milyar Barel atau ketiga terbesar di dunia.
Untuk Suriah, menurut halaman OGJ, cadangan minyak Suriah per Januari 2014, merupakan yang terbesar kedua di bawah Iraq. Artinya, Iraq dan Suriah adalah dua negara yang menguasai ladang minyak di Timur tengah.
Keberadaan ISIS untuk memporak porandakan pemerintahan yang lama dan menggantinya dengan ISIS di bantu AS. Timbal baliknya adalah AS mendapatkan minyak mentah.
2.      Ladang Penjualan Senjata
Saya teringat kajian di kuliah saya tentang Transnational Crime  yang memasukkan SALW (Small Arms and Light Weapons). Penjualan ilegal senjata terjadi di daerah yang sedang terjadi konflik. Meskipun penjualan terbesar tetap terjadi di daerah Afrika, bukan berarti menutup kemungkinan bahwa timur tengah menjadi salah satu destinasi penjualan senjata ilegal.
Kondisi timur tengah yang sedang di rundung konflik, tentu membutuhkan supplai senjata. Rumus ekonomi, ada permintaan dan penawaran. Para pemberontak tidak bisa bergerak tanpa adanya senjata. Dan sokongan senjata ini tidak bisa di dapat tanpa adanya supplier. Dan AS adalah salah satu negara yang menjadi penyuplai senjata. Selain itu, saya curiga bahwa AS dan sekutunya menjual pula senjata nya ke pemerintahan Iraq dan Suriah. Seakan-akan bermain di dua kaki, untuk memaksimalkan pendapatan.
Hal ini juga di sebabkan adanya arams race antar negara atau pihak yang terlibat konflik. Dunia kembali di bawa ke zaman Cold War. Dan perlombaan senjata ini sangat mungkin terjadi di daerah konflik.
3.      ISIS Pengalih Isu Palestina
Kemunculan ISIS bersamaan dengan Palestina yang di bombardir Israel. ISIS muncul setelah dunia mulai menyoroti kasus Palestian dengan berbagai dukungan di seluruh penjuru dunia. Public figure mulai simpati dengan Palestina. Dan di saat itulah, ISIS dengan gagahnya menyebarkan virusnya. Meskipun sejatinya, kejahatan yang di lakukan ISIS sudah terjadi sejak lama. Bukan baru terjadi.
Tetapi kita terfokus ke Palestina. Dan media barat dengan kekuatan Framming nya mulai mengarahkan pendulum nya ke ISIS dan membandingkannya dengan kejahatan Israel. Disinilah kekuatan Framming Media bermain.
Dan banyak sekali gambar yang muncul di media sosial bahwa ISIS membenci Palestina. Aktivis ISIS membakar bendera Palestina dengan membawa bendera ISIS. Kebetulan ? Tidak.
Karena berdasarkan pengakuan Snowden, bahwa ISIS di bentuk oleh 3 intelijen dari AS, Israel, dan Inggris. (Baca Jawa Pos 3 Agustus 2014). Dan Israel merupakan negara yang sedang gencar melakukan serangan ke Palestina. Dengan adanya ISIS, di harapkan dunia melupakan kejahatan di Palestina dan fokus ke ISIS.

Tapi sekali lagi, ini baru sekedar opini dan saya belum membuktikan ini secara empiris. Butuh penelitian lebih lanjut tentang ini. Tetapi penulis menilai ada kemungkinan-kemungkinan mengarah ke ini. Dengan adanya pengakuan dari Snowden lah, saya bergerak mencari kebenaran. Apakah benar dan ada indikasi memang AS adalah dalang dari ISIS.

Sabtu, 25 Januari 2014

Operating Desert Storm

Pada 2 Agustus 1990 terjadi invasi yang di lakukan oleh Iraq ke Kuwait.[1] Hal ini di karenakan Iraq ingin mengambil sumber daya yang ada di Kuwait, dimana sumber daya di Iraq menipis akibat perang saudara dengan Iran. Kekuatan Militer Kuwait saat itu kalah jauh dibanding Iraq. Hal ini di perparah dengan serangan dadakan yang dilakukan Iraq yang menyebabkan Kuwait takluk hanya dalam hitungan jam. Dan Iraq sempat menjadikan Kuwait sebagai provinsi ke 19.
Iraq berhasil menguasai seluruh Kuwait dan berada di bibir perbatasan Kuwait dengan Arab Saudi. Arab mulai kebingungan dan mulai memunculkan keinginan untuk menjaga diri. Memanfaatkan hubungan baik antara Kuwait dengan Amerika Serikat, akhirnya Kuwait meminta bantuan AS untuk mengusir Iraq dari Kuwait. Masalah ini mampu menjadi perbincangan dunia, karena UN meminta tolong ke Arab Saudi dan Mesir sebagai great powers di Timur Tengah. Oleh UN, Saddam Husein di panggil dan diharap untuk menghentikan invasi tersebut, tapi di tolak mentah-mentah. Hal ini membuat UN menghalalkan adanya intervensi dari negara lain untuk membebaskan Kuwait dari Iraq.
Desert Storm
Iraq yang merasa bahwa AS akan mempergunakan Arab Saudi sebagai salah satu benteng pertahanannya, bertindak cepat dengan  menempati perbatasan langsung dengan Arab Saudi. Dan AS melalui Pentagon, mengirimkan sinyal untuk menempati Saudi sebagai benteng mereka. Pemerintah AS yang diwakili oleh Dick Cheney dan Norman Schwarzkopf bertemu langsung dengan Raja Arab, King Fahd. Pertemuan yang berlangsung singkat tersebut menyepakati bahwa AS akan menempati Arab Saudi untuk membendung Iraq. AS menyuruh pasukan keamanannya untuk standby.
"Soldiers, sailors, airmen and Marines of the United States Central Command, this morning at 03.00, we launched Operation DESERT STORM, an offensive campaign that will enforce the United Nation's resolutions that Iraq must cease its rape and pillage of its weaker neighbor and withdraw its forces from Kuwait. My confidence in you is total. Our cause is just! Now you must be the thunder and lightning of Desert Storm. May God be with you, your loved ones at home, and our Country."-  H. Norman Schwarzkopf, 16 January 1991[2]
Pernyataan langsung dari pemimpin keamanan AS saat itu. Besoknya atau 17 Januari 1991, 300 pesawat tempur AS sudah ada di Saudi. Selain itu, kapal perang, kapal penjelajah dan kapal pemburu sudah standby di Saudi. Dan perang pun di mulai pada tanggal 17 Januari 1991.[3] Operating Desert Storm atau Operasi Badai Gurun merupakan sebuah strategi yang di lakukan oleh pemerintah AS dengan membuat badai di gurun yang saat itu banyak di Iraq dengan cara menjatuhkan bom dan peluru di gurun.[4] Tujuannya untuk membuat badai gurun yang besar. Pertahanan Iraq di buat kaget dan di saat itulah, pasukan darat AS masuk dari dalam. Kekuatan AS memang terletak dalam pasukan udaranya. Mereka hanya menggunakan sedikit sekali pasukan darat dibanding udara.[5] Selain itu, militer AS merusak pusat radar dari Iraq. Pasukan darat masuk dan melumpuhkan pusat kota Iraq. AS berhasil merebut daerah-daerah yang sebelumnya di kuasai oleh Iraq.
Pada 24 Februari di tahun yang sama, perang yang lebih terbuka dimulai. Terjadi perang terbuka selama 100 jam. Hingga akhirnya pada 27 Februari AS menyatakan Kuwait telah bebas dari Iraq.[6] Tetapi Iraq berhasil mengambil jutaan dolar dari Kuwait dan membom pangkalan minyak Kuwait. Dan akhirnya Desert Storm berakhir dan Kuwait kembali bebas. Dan pada 7 Juni di tahun yang sama, PBB berpendapat bahwa pengungsi Kurdi merupakan tanggung jawab PBB.