Siapa yang tak kenal pemain Italy didikan AS Roma ini.
Pemilik nomor 16 di klub adalah pemain yang selama ini di anggap meneruskan ban
kapten Totti atau bahasa kerennya Futuro
Capitano. Kalau Buffon dan Pirlo memutuskan pensiun pasca Piala Dunia
kemarin, nampaknya Ban Kapten Italy akan terpasang dengan manis di lengan De
Rossi.
De Rossi adalah simbol lain dari kesetiaan yang di
miliki oleh Roma. Karena bapak dari De Rossi, Alberto De Rossi juga mantan
pemain Roma dan saat ini masih jadi pelatih AS Roma Primavera. Dan berhasil
memberikan gelar juara Coppa Italy Primavera untuk AS Roma.
Pemain yang punya Tatto pemain yang sedang melakukan tackling ini adalah pemain komplit.
Posisi aslinya adalah seorang Holding Midfielder. Ketika era Spaletti, De Rossi
bersama Pizarro mengisi Double Pivot
yang menjadi ciri khas dari formasi 4-2-3-1 ala Spaletti. Posisi De Rossi
sempat tergesar ketika Zdenek Zeman kembali ke Trigoria. Zeman lebih memilih
memainkan Tachtchidis daripada De Rossi. Dan ini memicu De Rossi untuk angkat
kaki dari Trigoria. Untung De Rossi mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk
memperpanjang kontraknya dengan Roma.
Capitano Roma ?
De Rossi menyandang status sebagai Futuro Capitano. Karena De Rossi adalah
putra asli Roma dan hidup dan tumbuh di lingkungan Roma. Tetapi banyak pihak
tidak yakin kalau De Rossi akan jadi kapten Roma. Why ? Jawabannya hanya ada di
satu nama, Francesco Totti.
Totti bisa di katakan menghambat De Rossi menjadi
seorang kapten. Posisi De Rossi hanyalah Vice
Captain dari Totti. De Rossi akan jadi kapten ketika Totti absen atau Totti
memutuskan pensiun. But when Totti Retired ? Tidak ada yang tahu. Bahkan Totti
kabarnya akan terus bermain dan mencoba Stadion baru Roma, Stadio Della Roma.
Dan Stadio Della Roma sendiri di perkirakan selesai tahun 2017. Atau 3 tahun
lagi. Ketika itu, umur Totti menginjak 40 tahun. Di kuatkan oleh Statement
Totti yang ingin terus bermain sampai umur 40.
Terlebih lagi, Totti sampai saat ini menjadi sosok
sentral di lini depan Roma. Selisih umur Totti dan De Rossi yang selisih
sedikit inilah di sinyalir jadi alasan mengapa De Rossi sulit menjadi kapten
Roma. Apalagi, saat ini lini tengah Roma di huni oleh pemain-pemain dengan
kualitas setara dengan De Rossi. Sebut saja Nainggolan, Keita, Strootman, dan
Pjanic. Dengan skema 4-3-3 akan ada 3 pemain yang mengisi pos lini tengah. Dan
satu slot hampir pasti milik Nainggolan yang musim ini (masih berjalan) menjadi
pemain dengan penampilan terbanyak untuk Roma. Slot sisa untuk De Rossi akan di
perebutkan dengan keita. Dengan penampilan Keita yang semakin bagus serta
penampilan De Rossi yang sampai saat ini masih angin-anginan, tampaknya
Romanisti harus sabar melihat Kapten masa depannya duduk di bangku cadangan.
Masa depan De Rossi pun abu-abu. Kendati DDR (sapaan
De Rossi) sudah memutuskan untuk memperpanjang kontrak nya bersama Roma. Karena
De Rossi sampai saat ini masih banyak dilirik oleh tim lain. Sebut saja Man.
City yang masih ngebet mendapatkan
jasa DDR.
Jadi, layak di tunggu apakah De Rossi masih ingin
menunggu dirinya menjadi seorang Capitano Roma atau pindah ke klub lain.






0 komentar:
Posting Komentar