Ultras Mania Gresik

Kita pernah juara. Gresik pernah juara. Dan sekarang "KAMI RINDU JUARA" Liga Indonesia

Roma Club Indonesia

Kami ada. Kami berpesta. Kami bersatu. Hanya untuk satu kebanggaan, AS ROMA

AS ROMA

LA ROMA NON SI DISCUTE SI AMA

Fan Fiction

Cerita fiksi untuk meluapkan ekspresi jiwa. Tentang hiburan, luapan perasaan, dan pengorbanan.

48 Family

The power of Idol. Idol can't make you horny, just can make you proud with them. Kita pecinta idol sebagaimana kita mencintai sepakbola.

Rabu, 11 Juni 2014

Love at First Sight

Itu pepatah yang saya pakai. Tetapi bukan untuk menggambarkan “Cinta” yang sebenarnya. Hanya perasaan, “WOW” semata. Masih berada di dunia idoling saudara-saudara. Di dunia yang seperti lingkaran setan yang terus meracuni setiap penghuni neraka idoling.
JKT48 3rd Generation secara resmi sudah di perkenalkan ke publik dan sudah melaksanakan “ibadah” theater nya pada 25 Mei 2014 silam. Besarnya ekspektasi yang di tancapkan fans ke Generasi baru ini menjadikan mereka seakan memikul beban yang sangat berat. Dan saya, belum bisa melihat Shonichi theater mereka. Tetapi selang 2 minggu, saya ada kesempatan itu.
Generasi ketiga di bagi kedalam 2 tim, Tim Putih dan Tim Merah yang akan membawakan Setlist yang sama, Pajam Drive. Dan di tahap inilah, mereka membuktikan talenta mereka yang sesungguhnya. Seperti yang tertulis di lirik Shonichi di salah satu lagu di setlist Pajadora ini.
Generasi Baru, Harapan Baru
Sempat saya berharap, dengan adanya generasi baru, bisa membuat JKT48 tidak kehilangan akal untuk tetap bisa berada di hati para fans. Karena keberadaan JKT48 akan semakin tergeser jika tidak ada inovasi baru. Setelah adanya Senbatsu Sousenkyo beberapa bulan yang lalu yang menghasilkan Melody sebagai center, akhirnya JKT48 mengeluarkan “anak” baru mereka. Meskipun bukan hal baru bagi JKT48. Tetapi keberadaan generasi ketiga di harapkan mampu menjadi tombak dan senjata baru bagi JKT48 untuk bisa memanah hati masyarakat Indonesia yang belum menyadari JKT48.
Besarnya harapan untuk generasi ketiga ini tidak lepas dari iklan gencar yang dilaksanakan JOT sendiri dengan menggandeng salah satu stasiun swasta untuk mengumumkan finalis gen 3. Bahkan keberadaan gen 3 sangat di push oleh manajemen di awal. Salah satu strategi marketing memang. Dan itu sukses menurut saya. Apa ukurannya ? Banyak yang penasaran dengan aksi show Gen 3, termasuk saya. Dan theater Pajadora selalu rame. Bahkan lebih rame jika di bandingkan dengan theater Seishun Girls, padahal theater SG di adakan hari sabtu show siang. Waow gila, edan lah Gen 3 ini.
Memenuhi Ekspektasi
Ekspektasi tinggi sedang di lancarkan fans kepada Gen 3. Generasi ini memiliki beban berat yang di pikul. Tapi mereka membayar tuntas ekspektasi tersebut dengan service yang sangat memuaskan untuk fans. Apalagi untuk fans FAR seperti saya dan beberapa fans lain yang ingin lihat show mereka.
Muda, enerjik, dan lucu. Jadi brand baru bagi mereka masih sangat muda dan tenaganya masih sangat banyak. Fresh lah ibaratnya. Selain karena setlist yang dibawakan gen 3 adalah setlist terbaik yang pernah di bawakan JKt48 selain Boku no Taiyou, tetapi memang keberadaan mereka sudah lumayan. Bahkan kata teman saya, penampilan mereka lebih bagus dibanding gen 1 dan gen 2 ketika mereka masih 2 minggu debut theater. Meskipun lubang masih kelihatan. Terlihat MC mereka masih hasil kongkalikong yang sudah di rencakana dan seakan seperti template. Wajar, karena mereka masih sangat baru.
Welcome New Oshi
Mungkin ini adalah lanjutan dari semakin meningkatnya popularitas gen 3. Oshi baru. Sudah banyak sekali fanbase yang di buat fans untuk mendukung keberadaan Gen 3 ini. Fans yang Oshihen sudah banyak dan tewas tergeketak di depang Theater akibat di tembak mati oleh Oshi lama mereka ketika mereka sedang antri WL dan antri Bingo ketika theater Pajama Drive. Dan ada salah satu member yang sejak awal sudah banyak fansnya, karena cantik tetapi secara skill, dia hebat. Milenia salah satunya. Fans nya banyak sejak audisi karena salah satu yang cantik. Tetapi banyak kejutan dan banyak yang muncul setelah audisi selesai. Andela, Grace, Chika, Tya, Kezia dll adalah salah satu dari sekian banyaknya nama-nama baru di Gen 3 yang siap meroket.

Artinya, selamat datang Oshi baru ^.^

Akhirnya Ketemu

“Terima kasih kawan-kawan semua. Atas suguhan yang ada. Suatu saat nanti kita berjumpa di reuni akbar bersama.”
Tidak ada yang lebih nikmat selain berjumoa dengan kawan. Baik kawan lama maupun kawan baru. Kawan baru yang didapat dari hasil sok SKSD. Biarlah, asal banyak teman, katanya. Toh, tujuan lain dari ngaidol ini adalah cari teman baru. Dapat teman baru itu bonus lain dari ngaidol, ibarat ngopi di Kopi Tiam di bayarin sama om-om genit yang baik alias om-om yang di rindukan Inyi.
Pertemuan Skyleng
Skyleng adalah sebuah entitas non resmi yang di bangun atas dasar persamaan hak dan kewajiban. Entitas remaja tapi tua, entitas yang positif tapi habisin duit, entitas yang katanya baik hati tapi suka jitak kepala anak gajah. Yang terakhir, me refer ke salah satu kebiasaan om-om genit yang suka jitak kepala gajah. Jangan di generalisir. Karena skyleng yang berani Cuma om-om itu doang.
Bertemu dengan para skyleng memang sulit. Karena antara satu syleng dengan skyleng yang lain sibuk. Oh i mean, sok sibuk. Tapi kesibukannya katanya kerja dan kuliah. Padahal itu Cuma untuk menutupi kesibukan lain. What ? Ngaidol. Skyleng kebiasaan buruknya sama, suka pencitraan. Katanya kerja, katanya kuliah, eh tapi nyasar di FX. Mana ada kampus di FX. Mana ada bank di FX. Dan mana ada industri di FX. That’s the reason, why we call them Skyleng. Lebih spesifik lagi, skyleng yang suka pencitraan. Suka sok jahat dan sok cuek padahal merindukan kasih sayang.
Berawal dari sosial media, berujung dalam sosial identity. Berawal dari twitter, berujung dalam muter-muter. Ya, itulah skyleng. Dan sabtu adalah hari dimana beberapa skyleng kumpul untuk membahas AD/ART Skyleng ke depannya. Bahasa organisasinya itu SOP atau Standar Operasional dan Tupoksi atau Tugas Pokok dan Fungsi. Skyleng selangkah lebih maju di banding motor Yamaha yang selalu di depan. Mulai dari duduk cantik di F5 sampai turun ke Kopitiam. Alasannya cari suasana baru dan cari makan. Padahal itu untuk menghindari paparazzi yang selalu mengikuti kita, mengikuti gerak-gerik kita. Maklum, skyleng itu pendobrak kempanan. Dan harus di waspadai keberadaannya.
Salah satu bahasan kita adalah, bagaimana caranya membawa buronan yang biasanya beraksi di Jakarta, bisa di bawa ke Wonosobo. Tempat salah satu skyleng tinggal. Alasannya sih, bir lebih mudah ketemu buronan. Transaksinya biar lancar katanya. Biar bisa main rangkul buronan katanya. Oh ada bahasan yang lain. Ada yang merumuskan bagaimana caranya untuk bisa berpaling dari pacar. Katanya sih bosen sama yang lama. Kurang ada gregetnya katanya. Yaiyalah, di depan umum udah berani main rangkul. Mau izin buat cari pacar lain. Oh lupa, gebetan. Belum jadi pacar. Gebetan yang selalu buat kita kehilangan seratus ribu untuk dua jam. Katanya dia mau cari gebetan baru yang “harganya” lebih murah dan lebih muda. Dengan harga delapanpuluh ribu untuk dua jam dengan umur rata-rata kelahiran 98-2000 an. Itu zaman ketika Pak Harto di turunkan oleh Aktivis.
Peserta Konferensi Skyleng
Sebenarnya, anggota kelompok rahasia ini jumlahnya ratusan ribu ekor. Sayang semua ekornya sudah putus dan Cuma tersisa beberapa doang. Dan yang datang Cuma sekitar 5+1 orang yang akan di jadikan korban selanjutnya dari keganasan kelompok rahasia ini. Mari kita preteli satu persatu peserta konferensi ini.
Om-Om Genit (Panggil saja Om B)
Om yang satu ini bukan sembarang om-om yang beredar di dunia nyata maupun dunia maya. Om yang satu ini istimewa. Pakai telor lomboknya banyak, bukan itu. Laper kan jadinya. Tapi om yang satu ini hebat banget. Sudah melanjutkan studi nya sampai tingkatan yang cukup tinggi, dan satu lagi keahliannnya. Mampu buat buronan orang-orang penasaran sama si om ini. Ada salah satu buronan yang selalu di jitak kepalanya sama om ini. Kata si om, anaknya nyebelin nggemesin. Katanya, anak ini kalau ngomong manjanya bukan main, serasa sambil memberikan isyarat, “Om B, jitak aku please.” Bayangkan, buronan kelas kakap sering di jitak lho sama om ini. Keahlian lainnya, om ini mampu bikin salah satu buronan merasa di PHP. Gak percaya ? Oke, tak ceritakan. Pas ada sliaturahmi ala Open House lebaran, kan ada sesi salaman, bahasa Gresik nya itu Handshake. Nah, setiap si om ketemu orang in langsung di skip. Si Om ga mau salaman sama anak ini. Alasannya ? Gak tahu kenapa. Dan satu lagi, masih sama buronan yang sama. Si om mampu bikin si buronan keceplosan. Doi keceplosan bilang, kalau doi suka curhat sama orang yang lebih dewasa, dan lirikan matanya mengarah ke si Om. Dan sempet bilang, “Enak cerita sama om-om.” Siapa ? Jelas Om B. Bahkan pernah di sindir, “Eh kamu, jangan mainan HP terus dong.” Matanya sih gak liat si Om, tapi jelas nyindir si Om. Karena si om sejak awal ketemu mainan HP. Gilaaa si om mah. Gak ada yang bisa lawan ini om.

Angga Sang Hacker
Ngakunya hacker, tapi ngebajak hatinya si Vivi aja ga bisa. Gitu mau coba bajak hatinya Kak Ebhy yang level kecantikannya lebih dari Vivi. Preeeet. Sudah ngga, kamu sama si Mou sana. Tak ada rotan, akar pun jadi ngga.
Si Angga ini salah satu Skyleng yang di muliakan. Gak Cuma di skyleng dia di muliakan, di kelompok Power Rangers dia juga di muliakan. Jadi Top Wota malahan. Sugooooooi. Angga gitu lho. Skyleng yang katanya ke Jakarta buat kerja, tapi malah ketemu sama si buronan. Preeet. Gitu kata si om, angga suka ngutang ke si Ivan. Pinjem power bank si ivan. Katanya om b sih, si angga ga modal. Tapi aku gak percaya. Si angga ini ada modal kok. Modal nekat doang tapi.
Si angga ini mau minta izin ke buronan yang lama untuk deketin buronan yang baru. Buronan yang lebih muda dan bergairah katanya. Padahal baru di ceritain doang sama Om B aksi dari buronan baru. Tapi udah mau izin pindah haluan. Cih, lemah ! Untuk bahasan si Angga, dikit aja yee. Gak ada yang menarik yang bisa di bahas dari si Angga.

Ivan Sang Pendobrak Kemapanan
Ini salah satu kawan seperjuangan. Sama-sama berhaluan kiri dengan saya. Haluan yang selama ini tidak di akui oleh khalayak umum. Haluan yang setia mendidik buronan yang masih ((BIASA)) menjadi ((LUAR BIASA)). Haluan yang membuat buronan itu kelasnya hanya kelas teri jadi kelas kakap merah yang siap buat di santap.
Si Ivan ini cerdas. Mendekati buronan bukan dengan lengsung mendekati buronan. Tetapi mendekati keluarga sang buronan. Who ? Secret. Hahaha. Si Ivan ini hebat lah. Datang jauh-jauh dan lama di bis demi ke Jakarta, dan di Jakarta Cuma 3-5 jam doang. Ngapain cobak ? Katanya buat melepas kerinduan. Preeet. Pas buronannya ultah, doi gak dateng. Padahal buronannya kan butuh dia. Butuh duit dia sih, bukan dia nya.
Dan dia sama seperti Angga, kemarin ke Jakarta buat ketemu sama buronannya. Mau minta izin ke buronan yang baru. Anak baru yang kata si Ivan lebih cantik. Meskipun bulu tangannya gak selebat buronan yang lama. Tapi kata Ivan, biarlah yang penting cantik. Gitu katanya. Setia ? Enggak. Dia kena goyang oplosan anak lama aja udah klepek-klepek seakan mau mati.

Fendi Sang Poligami
Benci sebenarnya saya bahas ini anak. Karena sifat poligami nya ini lho. Banyak sekali dambaan hatinya. Tak ada kata setia sama sekali. Percuma, Fen. Etapi, tanpa ada si Fendi, mungkin saya ga akan kenal dengan skyleng-skyleng yang lain. Dan karena si fendi pula, saya bisa hidup di kerasnya Jakarta selama seminggu, tahun lalu. Makasih Fen *kecup R.R.H.T.O.C.S.A*
Fendi lah yang mengenalkan saya ke dunia haram ini. Dunia haram yang menyenangkan yang memiliki kadar candu yang tinggi. Sangat amat tinggi. Bahaya lah si Fendi. Dia mampu bikin anak orang yang tak berdosa jadi kena dosa dan di ajak tiap minggu jalan sama dia. Bahaya lah si Fendi ini.
Fendi ini sok setia padahal itu semua bulshit. Dan kasihan lah Fendi ini. Niatnya buat ketemu yang lama, eh karena yang lama Cuma jadi ((BAN SEREP)), jadi dia jarang ketemu yang lama. Makanya Fen, jangan cari yang Cuma jadi ban serep. Kena tatapan laser yang lama juga luluh. Kena pipi yang lama juga luluh. Dan ini, kena temodemo yang baru, juga luluh. One word for you, fen. L3M4H.
Alipjanic Sang Penakluk
Sebenarnya, ada banyak sekali yang bisa di tulis dari anak ini. Kehidupannya sangat menarik untuk di ceritakan. Dan ada banyak yang bisa kita jadikan “bukan” contoh. Ini anak Cuma mau dukung satu orang. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya ada 2 orang lain yang juga minta di perhatikan. Dan yang paling baru, adalah buronan baru yang punya gaya lucu dan gemesin yang minta buat di perhatikan. Alip mau ? Jelas. Karena alip juga lemah. But, gak selemah Fendi lah ya.
Alip ini hebat, bisa jadi sandaran hidup buat salah satu buronan. Ceritanya pas si buronan lagi di Surabaya dan doi lagi jalan dan kesandung batu. Alhasil doi jatuh dan untung si Alip  berada di saat yang tepat. Dia memegang tangan sang buronan agar tidak jatuh. Dan dengan lagak sok pahlawan, alip bilang, “Hati-hati, dek kalau jalan.” Hebat kan si Alip ini ?
Laknatnya, si Alip ya itu tadi, lemah. Kena sihir bibir sexy ala jendral, dan kesihir suara merdu ala biduan bali. Dan saat ini, kesihir kena kibasan rambut ala Trio Macan + tatapan mata yang tajam setajam silit eh silet. Lemah memang ini anak. Salah sendiri, kenapa mereka minta di perhatikan. Bukan salah Alip, katanya.
Dan yang lebih laknat, yang namanya Alip ini adalah saya sendiri. Sekian.
See You Next Time, Celeng
“Terima kasih kawan-kawan semua. Atas suguhan yang ada. Suatu saat nanti kita berjumpa di reuni akbar bersama.”
Merupakan lirik yang tepat menggambarkan pertemuan dan perpisahan. Suatu saat nanti kita akan berjumpa. Di reuni skyleng sedunia. Di tempat laknat yang belum kita bahas, dan dengan uniform kebanggan skyleng yang sedang di bahas oleh Founding Father Skyleng dan dedengkot-dedengkot yang lain.
Semoga di lain perjumpaan, para skyleng hadir dan lebih lama. Bahasa gaulnya, Quality Time. Preeeeeeeeeeeeeeeeeet.

See you next time, guys. Thanks so much for great days.

Selasa, 20 Mei 2014

Musuh Bersama Itu Muncul Lagi

Di dalam ilmu Hubungan Internasional atau HI, ada yang di namakan sebagain Common Enemy. Sebuah musuh bersama yang sengaja di bentuk karena hasil dari aliansi dari negara-negara. Sebuah aliansi memang sengaja di ciptakan atas dasar yang sama pada negara yang terlibat. Entah atas dasar ketidak sukaan atau atas dasar ingin menyatukan kekuatan-kekuatan kecil agar bisa membentuk kekuatan yang besar.

Menyebut aliansi di dunia sepakbola sedikit kurang relevan memang. Karena aktor yang dilibatkan bukan sebuah negara. Entitas kecil di bawah sebuah negara. Entitas yang sangat di sukai masyarakat.

Di Italy, shadow alliance kembali muncul. Yakni dengan kembalinya kekuatan lama, Juventus. Sebuah tim yang memang penguasa Italy dengan raihan 32 gelar. Eh, maksud saya 30. Bagi mereka sih 32, tapi yang legal 30. Perbedaan antara 32 dan 30 sangat berkaitan dengan ini. Musuh bersama tim di Italy karena menjadi salah satu aktor dari rusaknya sepakbola Italy dengan kasus Calciopoli  atau skandal pengaturan skol. Terlepas dari segala bantahan dari klub mereka dan fans garis keras mereka, tetapi keputusan sudah di putuskan yang hasilnya, gelar Juventus dicabut.

Klub di Italy tidak menyukai Juventus karena berbagai aksi Juventus yang selalu di bela wasit ketika bertanding. Masih ingat gol Juventus ke gawang Mirante yang di ceploskan Pirlo lewat Free Kick yang masih menjadi tanda tanya karena bola belum masuk ke gawang dan sudah berada di genggaman Mirante ? Atau gol Muntari yang di anulir wasit ? Atau insiden Chiellini yang menyikut Pjanic tapi wasit tidak mengggubrisnya padahal secara siaran ulang terlihat jelas sikut Chiellini masuk ke wajah Pjanic ? Ah terlalu panjang jika di jelaskan berbagai “dosa” wasit.

Sebenarnya, menurut saya mengapa banyak tim yang menganggap Juventus musuh bersama adalah kembali ke statement saya di awal. Karena mereka sudah tidak suka dengan Juve, jadi sikap apapun yang di lakukan Juve mereka anggap buruk. Entah itu Juve yang memenangkan pertandingan dengan fair ataupun tidak, bagi mereka Juve tak layak menang. Padahal secara tim, kelas Juve setingkat di atas tim di Italy. Harus akui itu. Yang harus di akui lagi, Juve memang setingkat di atas klub-klun di Italy dalam kepemilikan wasit.

Kedua adalah, mereka harus bergabung untuk menghancurkan kekuatan besar yang bernama Juventus. Klub besar dengan sejarah panjang di Italy dengan 32 gelar. Ah maksudnya 30 gelar. Sorry salah lagi.

Dan kebencian ini membutakan kita semua. Sampai kita semua meremehkan Juventus ketika mereka kalah di Semifinal Europa League dari Benfica. Padahal kalau Juve bisa lolos final, kemungkina juara mereka tinggi karena final digelar di Juventus Stadium. Dan kalau Juve juara, Koefisien Serie A Italy di Eropa akan naik. Jatah kita akan di tambah. Tetapi mata hati kita sudah tertutupi dengan kebencian yang mendalam akan Juve. Kebencian yang berdasarkan ketidakpuasan dan rasa iri. Baik iri secara prestasi dan secara kepemilikan wasit.


Tapi musim ini sudah berakhir karena Juve merengkuh Scudetto mereka yang ke 32 kali. Yasalam salah lagi, yang ke 30 kali. Mari kita berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah bagi Juventus, sang juara bertahan.

Gervinho : Terlahir Kembali Menjadi Serigala

Tidak ada manusia yang bisa terlahir kembali setelah meninggal. Tidak ada yang namanya reinkarnasi di dalam kehidupan. Yang ada hanya mati lalu hidup kembali tetapi nanti ketika kimat datang. Kata kyai saya sih begitu.

Tetapi ini berbeda. Ada yang bisa terlahir kembali. Manusia ? Jelas. Manusia yang satu ini terlahir kembali tetapi dengan wajah yang sama. Sebut saja namanya Gervinho. Sang primadona baru di Olimpico bagian selatan (Curva Sud). Bagi penghuni Olimpico sebelah kanan, mungkin Gervinho tidak pernah di harapkan untuk hidup.

Gervinho seakan terlahir kembali. Setelah sempat “mati” di bawah kendali Sang Profesor, Arsene Wenger. Gervinho seakan menemukan lagi keberuntungannya yang sempat menghilang. Wait, apa tadi saya bilang. Keberuntungan ? Oh I mean skill. Karena secara keberuntungan, Gervinho tidak lebih baik dari Liverpool di musim lalu yang menjadi raja dari tiang gawang.

Gervinho di AS Roma tidak seperti ketika Gervinho bermain di Arsenal. Gervinho terlahir kembali menjadi seorang gladiator yang membawa segala peralatan untuk perang. Di mulai dari gocekan mautnya, sampai wajahnya yang menyeramkan bagi lawan. Tapi ada yang tidak bisa hilang dari sisi Gervinho. What ?

Sisi humoris Gervinho. Ya, Gervinho adalah pemain di AS Roma yang memiliki selera humor paling tinggi di tim. Selera humor itu bahkan sampai terbawa ketika bermain di lapangan. Dan bisa buat tifosi Roma, official tim, dan bahkan rekan se tim nya tertawa.

Gervinho bukan beraksi dengan mengeluarkan jokes-jokes nya ketika ingin membuat teman-temannya tertawa. Tetapi dengan aksi jail nya. Iya, aksi Gervinho adalah salah satu yang bisa untuk ditertawakan. Berapa kali Gervinho sedang asyik menggiring bola dengan kecepatannya yang bak Ferrari yang sedang melaju lalu terjatuh seakan ia menginjak kulit pisang. Seketika itu pula Gervinho meracau tak jelas. Bagi kami racauan itu tak penting. Tetapi aksi dia yang menggelikan dan terjatuh bak model yang jatuh di catwalk lah yang menjadi sorotan. Betapa menggelikannya Gervinho.


Di balik selera humor nya yang tinggi, tifosi Roma patut bersyukur punya pemain sekelas Gervinho. Sampai giornata ke 37 atau 1 giornata menjelang akhir, dia dan Totti adalah pencetak Assist tertinggi di klub dengan torehan 10 Assist. Gocekan-gocekan mautnya juga mampu membuat AS Roma bertengger dengan nyaman di posisi kedua. Berbagai gol yang sangat sulit pun bisa di lalui Gervinho dengan sempurna seperti aksi magician. Tapi layaknya manusia biasa, Gervinho juga tak luput dari kesalahan. Berbagai kejailan Gervinho yang seakan sengaja tidak menceploskan bola ke gawang lawan ketika kondisi sudah 99% gol bagi Roma seakan tertutupi dengan aksi impresif nya selama semusim. Terima kasih Gervinho. Kedatanganmu ke Roma membuat kami kembali tersenyum dengan berbagai assist dan goal mu. Dan juga dengan aksi menggeleikan dan jailmu.

Like Father Like Son

Pepatah mengatakan buah tak jatuh jauh dari pohon. Buah yang jatuh dari pohon akan jatuh di sekitar pohon tersebut. Tak mungkin buah yang jatuh dari pohon mangga akan jatuh di bawah pohon toge.

Pepatah tersebut menggambarkan adanya kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Baik kemiripan dalam hal muka atau wajah, bahkan dalam hal sifat dan kesukan atau hobi. Seorang ayah yang hobi memancing biasanya anaknya akan hobi mancing pula. Atau kalau sang ayah suka sepakbola, biasanya akan menurun ke anaknya. Yang berbeda adalah kadar dari kesukaan tersebut.

Orang tua akan sedikit malu-malu untuk menunjukkan kesukaannya karena memang faktor umur. Tetapi ketika sudah di hadapkan pada kondisi yang mengharuskan mereka untuk menjalankan kesukaannya, maka unsur “malu” tadi akan hilang dengan sendirinya.

Dan itu terjadi di keluarga saya. Ayah saya adalah penggila sepakbola. Bahkan dulu katanya pemain sepakbola amatir di kampungnya. Mewakili daerahnya berlaga di liga amatir. Untung itu terjadi dulu, karena kalau sampai sekarang ayah saya masih bermain bola, saya pastikan itu mustahil. Dengan memikul beban berat di perutnya, sungguh tak enak hati melihatnya. Melihat perutnya bergunjang layaknya gempa vulkanik.

Saya berani bilang kalau ayah saya adalah penggila bola, karena buktinya banyak. Pertama, beliau adalah katanya pemain sepakbola amatir. Entah itu sebagai pemain inti atau sebagai pemanis bangku cadangan. Lalu, ketika era Persegres masih ada atau sekitar 20 an tahun yang lalu, beliau pernah ikut tour ke daerah-daerah di Jawa Timur. Ketika masih muda sih. Kalau pas udah punya anak, bisa di sembur ibu ntar.

Bahkan beliau bilang kalau pernah naik truk demi dukung Persegres. Sekali lagi, itu terjadi dulu kawan. Jangan di bayangkan kalau saat ini ayah saya seperti itu lagi. Perutnya akan menahan beliau untuk naik. Gak muat. Kasihan suporter yang lain gak kebagian tempat nanti.

Dan itu menurun ke saya. Iya ke saya, anak cowok satu-satunya di keluarga. Anak yang pada ulang tahun ke 8 tahun nya minta hadiah jersey sepakbola. Anak yang bisa bikin ibu saya ngidam liat PSIS Semarang di Stadion Jatidiri. Anak yang pas di Tri Dharma keinginannya biar bisa di gendong sama Carlos De Melo, pemain yang berbadan seperti ayah saya. Menurun ke saya yang pernah naik truk ketika tour dan tawuran ketika tour. Ke saya yang pernah jadi calo tiket sepakbola.

Hal-hal yang berbau sepakbola sepertinya sudah saya lakukan semua. Mulai dari pemain dan suporter. Pemain ? Yes, I Do. Itu terjadi pas perut saya belum seperti ini atau tepatnya ketika SD di Jakarta. Masuk SSB Arcici. SSB juara di Jakarta. Tapi putus di tengah jalan karena kabur pas ada tes fisik. Dan saya juga ikut lomba sepakbola antar RW se kelurahan pas di jakarta, tepatnya di Johar Baru. Gila kan saya. Gak juga sih.

Jadi suporter, kenyang pengalaman saya. Dari suporter tim di stadion bahkan jadi suporter di tempat nobar. Dari stadion di Gresik sampai di Gelora Bung Karno pun pernah. Gelora Bung Karno jadi saksi bisu gelar perdana Gresik era Petrokimia Putra Gresik 2001-2002. Menjadi suporter yang naik truk pun pernah meskipun harus menyusahkan banyak pihak karena harus menyanggah badan saya yang gemulai ini. Gemulai itu gendut hasil memuai. Jadi suporter yang pulangnya pas sahur pun pernah. Bahkan jadi suporter yang terkena lemparan batu pas terjadi bentrokan pun pernah. Di Bantul pas Gresik United melawan Persiba Bantul.

Seperti yang saya bilang di atas, kalau ketika para orang tua dihadapkan di saat kondisi dimana dia harus berada di sebuah hal yang ia sukai, maka unsur malu-malu akan hilang. Dan itu terbukti di Stadion Minggu malam, 18 Mei 2014. Ketika Gresik United melawan Semen Padang.

Kalian tahu anak kecil yang gembira ketika dapat permen ? Tahu ekspresi kegembiraannya kan. Dan itu yang di alami ayah saya saat itu. Semua beban di pikirannya seakan hilang. Dengan lega dia bilang, “Kangen suasana stadion.” Cukup menggambarkan bagaimana senangnya ayah saya saat itu. Hal yang sudah hampir 5 tahun tidak beliau rasakan.

Yang bikin saya kaget adalah ketika beliau bilang, “Asik yo stadion sekarang. Makin kreatif. Enak paling ya berdiri di tribun tengah (sambil menunjuk ratusan orang berdiri dan bernyanyi).” Sama sekali tidak terbayangkan di pikiran saya kalau ternyata ayah saya juga suka menjadi suporter yang ikut bernyanyi dan menari di atas tribun. Sontak saya sadar, “Oh jadi saya duplikat beliau.”


Like Father Like Son. Pepatah yang sangat menggambarkan kemiripan saya dan ayah saya. Saya bangga punya ayah seperti beliau. Jangan lihat dari apa yang beliau berika ke saya, karena itu tak ternilai harganya. Tetapi saya bangga karena punya ayah yang suka sepakbola daripada suka girlband ataupun idol group. Wait, tapi anakmu ini suka idol group yah. Menurun dari siapa dong hobi saya itu ? J

Kejutan Handshake Event Berlanjut

Event Handshake JKT48 bukan hanya menjadi event untuk fans dan idola nya saling bertatap muka dan salaman layaknya lebaran semata. Banyak sekali kejutan yang di keluarkan di setiap event Handshake. Mulai dari pengumuman single baru sampai adanya member yang di promosikan untuk mengisi posisi di masing-masing tim. Wait, bagi yang belum paham kenapa ada promosi dan tim, saya sarankan untuk segera searching di google tentang AKB48 atau JKT48. Bagaiamna cara kerja idol group tersebut. Karena akan terjadi missing link. Kalau sudah, kembali lah ke bacaan ini hehehe

Dan Minggu malam, 18 Mei 2014 adalah hari dimana Handshake single ke 5 atau single Flying Get di laksanakan. Minggu malam nan syahdu yang penuh tangisan air mata kebahagiaan. Tangisan yang memang sudah biasa terjadi di event ini. Atau tawa keceriaan atas munculnya single baru. Yang artinya akan membuat dompet berteriak, “Mampus, uang habis.”

Pengumuman Single ke 6
Minggu malam yang syahdu menjadi saksi bisu munculnya 16 member yang menjadi senbatsu single ke 6. 16 member yang keberadaannya di atas panggung adalah hasil kerja keras fans dan member itu sendiri.

Ada pejuang saya yang berada di atas panggung. Pejuang yang menurut saya sangat pantas mengisi slot senbatsu jika menilik penampilan mereka selama ini yang sukses menggemparkan seisi kuil wota.

Single terbaru ini bertemakan mtif kotak-kotak atau Gingham. Lebih jelas lagi, single terbaru nya adalah Gingham Check. Sinngle yang di AKB48 centernya adalah Yuko Oshima.Single yang menurut saya, PV nya sangat kreatif. Dengan PV yang memainkan efek visualisiasi secara manual. Penasaran ? Cek Youtube deh, AKB48-Gingham Check. So, selamat buat ke enam belas member JKT48 yang menjadi senbatsu member. Khususnya untuk salah stau member yang baru pertama kali menjadi senbatsu single. Who ? Let’s search.

Pengumuman Promosi Member
Oke, sudah sempat googling apa itu JKT48 dan AKB48 dengan konsep transfer member, promosi tim, dan bla bla bla nya ? Kalau sudah, mari masuk ke sini. Promosi member adalah hal yang biasa dalam 48 group. Mungkin yang sedikit heboh ketika Yokoyama Yui yang menjadi member Trainee pertama di generasi nya yang masuk Tim, padahal Paruru belum.

Dan di JKT48 ini, promosi tim sudah sering terjadi. Mulai member generasi kesatu yang semuanya jadi Tim J atau Generasi kedua yang mayoritas masuk ke Tim KIII. Tapi sejak event HS single Manatsu, perubahan terjadi. Dimana ada 2 member Gen 2 yang masuk ke Tim J. Yakni Vanka dan Rachel. Kejutan ? Bisa jadi. Karena yang di unggulkan untuk promosi sebenarnya adalah Novinta bukan Rachel.

Dan di minggu malam, perubahan lagi-lagi terjadi. Perubahan tim dengan masuknya gen 2 yang masih Trainee ke dalam Tim J dan KIII. Pengumuman ini sontak membuat merinding kawan saya yang hadir disana. Dia melihat luapan ekspresi kegembiraan Novinta. I can Imagine how Novinta’s feels.

Congratulatin Novinta Dhini
Sebagai salah satu unggulan di Tim Trainee Gen 2, nama Novinta memang sudah di dengung-dengungkan banyak fans untuk mengisi slot di Tim, baik itu J atupun KIII. Dan harapan itu terwujud pada Minggu Malam. Dimana nama Npvinta di panggil untuk masuk ke Tim KIII. Tim dimana pejuang saya berada. Oh artinya saya memang di takdirkan memiliki 2 pejuang di tempat yang saya. Semakin sayang saya sama Tim KIII ini.

Perjuangan itu belum selesai. Itu yang kawan saya bilang ke saya pasca Novinta masuk ke Tim. Memang sejakVanka dan Rachel masuk ke Tim, kami sekuat tenaga membantu Nobi membuat dia masuk ke Tim. Dengan dukungan moril ataupun dengan voting senbatsu. Perjuangan kami masih panjang. Seperti yang di sebutkan kerabat Novinta, bahwa impian Nobi untuk Go Internasional masih panjang. Sepankang keinginan dan kekuatan kami untuk mendukung Nobi.

Selamat cowok cantik. Selamat untukmu. Lihatlah dirimu yang tak lagi di remehkan banyak pihak karena statusmu yang dulu masih trainee dan sekarang sudah masuk ke dalam tim. Buktikan kalau omongan mereka itu salah. Guncang dunia perwotaan dengan suara indahmu. Buat mereka merunduk meratapi kesalahan dengan meremehkanmu. Kamu sangat pantas mendapatkan ini, bahkan sebelum ini. Hanya masalah waktu kalau kata teman saya. Sampai saatnya Nobi akan memiliki jalannya sendiri untuk mencuat. Congratulation beautiful men J

Rabu, 30 April 2014

Melody, Di Caci Tapi Di Cintai

Melody Nurramdhani Laksani atau akrab disapa Melody JKT48 adalah salah satu member yang paling dikenal publik Indonesia dan luar negeri (Jepang dan China) khususnya fans 48 Group. Banyak dari fans SNH48 yang sempat komentar di salah satu forum yang membahas mengenai Pelaksanaan Senbatsu Sousenkyo JKT48, mengutarakan bahwa sudah menjadi hal biasa jika Melody yang menjadi center. Seakan-akan sudah takdirnya lah.
Di Indonesia, perdebatan mengenai Melody yang mendapatkan posisi center untuk kesekian kalinya tidak kala seru. Bahkan cenderung sampai menjudge jelek Melody karena berbagai alasan yang menurut penulis kurang cocok. Misalnya adalah mengenai kebosanan melihat Melody yang jadi center. Atau karena di blow up nya lagi masalah Melody dengan teman dekatnya, Biondy. Yang bikin saya harus menelan ludah adalah, adanya dugaan permainan dari orang dalam untuk menempatkan Melody tetap menjadi center. Apa benar ? Saya sendiri tidak begitu yakin akan hal itu. Meskipun kemungkinan untuk melakukan itu sangat besar.
Center JKT48, Masih Tetap Melody
Banyak yang menganggap bahwa terpilihnya Melody sebagai Center bukanlah hal yg mengejutkan. Karena sudah bisa ditebak, bahkan sebelum proses voting dimulai. Saya pernah diskusi dengan teman saya, dan menemukan kesimpulan bahwa Center akan tetap di pegang Melody. Dan menjadi kenyataan kan. Lumayan, saya punya bakat jadi dukun. Ayo yg mau judi bola, cari referensi ke saya. Heheh.
Terlepas dari ada permainan orang dalam atau JOT atau tidak dalam proses Senbatsu yg menghasilkan Melody sebagai center, tapi kita perlu angkat topi untuk Fans Melody. 14,541 suara atau 4X lipat lebih dari peringkat ke 16 yg dipegang Jessica Vania. Angka yang fantastis untuk perhelatan pertama SS JKT48.
Ketika kita memaksakan pendapat bahwa terjadi permainan orang dalam dalam pelaksanaan SS kali ini, artinya kita mengesampingkan peran dari Fans, khususnya di kasus ini adalah Melody Oshi. Kasian perjuangan fans Melody yg kalian tidak anggap karena kalian menganggap bahwa peran dari dalam atau JOT.
Sekali lagi, terlalu munafik jika kalian tidak menganggap peran dari Fans. Puluhan juta uang yg sudah mereka keluarkan seakan-akan menguap begitu saja. Saatnya kita mengucapkan Selamat untuk Melody atas keberhasilan dia menjadi Center di single ke 6. Tunggu di pelaksanaan Senbatsu Sousenkyo yg lainnya. Semoga ada perubahan di sisi center.
Melody, Jelmaan Baru Atsuko Maeda (Acchan)
Bagi yang mengikuti 48 Group secara keseluruhan, nama Atsuko Maeda atau Acchan tidaklah asing. Member yang mengumumkan kelulusannya pada 2012 lalu itu bisa dikatakan adalah ikon dari AKB48. AKB48 ya Acchan.
Bahkan banyak yg memprediksi AKB48 akan runtuh ketika salah satu pondasi dari AKB48 hilang ketika Acchan lulus 2 tahun lalu. Menyisakan Yuko seorang diri sebagai center. Karena memang yang menguasai center adalah Acchan yang bergantian dengan Yuko ketika Senbatsu Sousenkyo digelar. Baru tahun kemarin, Sashi mendobrak status quo dengan mengalahkan Yuko.
Kembali lagi ke Acchan. Acchan selama 6 tahun menjadi Center dari AKB48. Bagi fans AKB48, Acchan itu Member Ace nya AKB48. Menemukan pengganti Acchan tidaklah mudah. Yang mampu mengangkat pamor AKB48 itu salah satu peran dari Acchan.
Lalu Melody, apakah Melody sudah sejauh itu ? Belum sekuat Acchan memang, tetapi kita harus berani mengakui jika Melody itu perannya bagi JKT48 sangat besar. Sejak pertama JKT48 mengeluarkan single, semuanya “dikuasai” Melody. Di kuasai disini adalah dari sisi penjualan Photopack sampai sisi Center. Jadi tidak berlebihan jika Melody disematkan sebagai jelmaan Aatsuko Maeda.
Yang perlu di khawatirkan adalah, bagaimana nasib JKT48 ketika Melody sudah tidak lagi mengisi barisan member JKT48 atau ketika Melody sudah graduation. Memang tidak ada yg bisa memprediksi apa yg akan terjadi nanti. Tapi kita perlu hati-hati pamor JKT48 akan turun ketika Melody sudah tidak di JKT48.
Karena tidak selamanya JKT48 memiliki Melody. Melody yang saat ini sedang menyelesaikan studi nya yang memasuki tahun terakhir kuliah juga butuh fokus dalam menyelesaikan skripsi. Lalu, saya memprediksi Melody tidak akan lama lagi di JKT48. Maksimal adalah tahun depan. Sorry jika saya mendahului takdir, tapi ini hanya sebuah prediksi. Persiapkan diri kalian ketika Melody sudah tidak lagi di JKT48.
Siapa Penerus Melody ?
Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa pengganti Melody. Yang pantas menyandang sebagai center dan panutan ? Tidak ada yang bisa menjawab memang. Jika dilihat, yang selama ini menemani Melody menjadi ikon, adalah Nabilah. Tapi apa Nabilah bisa menggantikan peran Melody yang bukan hanya sebagai center tetapi juga sebagai “Ibu” bagi member ? Jika di lihat dari umur, jelas Nabilah masih jauh dari harapan itu.
Lalu siapa dong ? Mungkin kalian bisa menentukan jawaban mulai dari sekarang dan banding-bandingkan dengan yang lain. Mungkin saya bisa membantu untuk memberikan indikator semata. Indikator ini saya ambil secara pribadi. Berdasarkan yg saya ketahui tentang Melody.

1.      Famous
Jelas, bahwa yang menggantikan Melody harus terkenal di kalangan fans. Sangat tidak mungkin yang menggantikan Melody adalah nama yg jauh dari perkiraan.
2.      Mampu Mengayomi Member
Peran Melody bukan hanya sebagai center. Tetapi Melody sukses menjalankan perannya sebagai “Ibu Negara” yang mengayomi member. Lihat bagaimana kedekatan Melody dengan member lainnya.
3.      Juru Bicara Yang Baik
Untuk yang satu ini, merupakan yang paling penting. Lihat bagaimana ketika ada event yang live di stasiun televisa dan di situ ada Melody, siapa yg mengambil alih peran sebagai MC ? Melody sebagai Kapten JKT48 dan Kinal sebagai kapten Tim J.
Jadi, siapa yang cocok ? Saya pikir semua bisa tetapi yang cocok menurut saya adalah Veranda atau Kinal. Silahkan nilai sendiri bagaimana Veranda dan Kinal ini.
Terima Kasih Melody
Di penghujung, pantas kita memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk Melody atas segala usaha yang dia lakukan. Kerja keras yang ia lakukan mengawal member yang secara umur banyak yg jauh dibawah Melody. Kerja keras yang ia lakukan sebagai perwakilan JKT48 sebagai brand ambassador di berbagai produk. Mulai dari provider sampai transportasi. (Sengaja tidak saya sebut karena tidak ada uang sponsor hihihi).
Sekali lagi, bukan mau mengecilkan peran member yang lain. Semua member berjuang sesuai dengan pos yg diberikan. Dan Melody sukses menjalankan tugasnya di pos atau garda terdepan JKT48, yakni branding dari JKT48.


Selamat Melody atas posisi center nya. Kamu pantas mendapatkan itu. Semangat mengerjakan skripsi. Saya tahu susahnya itu. Selamat berjuang lebih keras.