Rabu, 11 Juni 2014

Akhirnya Ketemu

“Terima kasih kawan-kawan semua. Atas suguhan yang ada. Suatu saat nanti kita berjumpa di reuni akbar bersama.”
Tidak ada yang lebih nikmat selain berjumoa dengan kawan. Baik kawan lama maupun kawan baru. Kawan baru yang didapat dari hasil sok SKSD. Biarlah, asal banyak teman, katanya. Toh, tujuan lain dari ngaidol ini adalah cari teman baru. Dapat teman baru itu bonus lain dari ngaidol, ibarat ngopi di Kopi Tiam di bayarin sama om-om genit yang baik alias om-om yang di rindukan Inyi.
Pertemuan Skyleng
Skyleng adalah sebuah entitas non resmi yang di bangun atas dasar persamaan hak dan kewajiban. Entitas remaja tapi tua, entitas yang positif tapi habisin duit, entitas yang katanya baik hati tapi suka jitak kepala anak gajah. Yang terakhir, me refer ke salah satu kebiasaan om-om genit yang suka jitak kepala gajah. Jangan di generalisir. Karena skyleng yang berani Cuma om-om itu doang.
Bertemu dengan para skyleng memang sulit. Karena antara satu syleng dengan skyleng yang lain sibuk. Oh i mean, sok sibuk. Tapi kesibukannya katanya kerja dan kuliah. Padahal itu Cuma untuk menutupi kesibukan lain. What ? Ngaidol. Skyleng kebiasaan buruknya sama, suka pencitraan. Katanya kerja, katanya kuliah, eh tapi nyasar di FX. Mana ada kampus di FX. Mana ada bank di FX. Dan mana ada industri di FX. That’s the reason, why we call them Skyleng. Lebih spesifik lagi, skyleng yang suka pencitraan. Suka sok jahat dan sok cuek padahal merindukan kasih sayang.
Berawal dari sosial media, berujung dalam sosial identity. Berawal dari twitter, berujung dalam muter-muter. Ya, itulah skyleng. Dan sabtu adalah hari dimana beberapa skyleng kumpul untuk membahas AD/ART Skyleng ke depannya. Bahasa organisasinya itu SOP atau Standar Operasional dan Tupoksi atau Tugas Pokok dan Fungsi. Skyleng selangkah lebih maju di banding motor Yamaha yang selalu di depan. Mulai dari duduk cantik di F5 sampai turun ke Kopitiam. Alasannya cari suasana baru dan cari makan. Padahal itu untuk menghindari paparazzi yang selalu mengikuti kita, mengikuti gerak-gerik kita. Maklum, skyleng itu pendobrak kempanan. Dan harus di waspadai keberadaannya.
Salah satu bahasan kita adalah, bagaimana caranya membawa buronan yang biasanya beraksi di Jakarta, bisa di bawa ke Wonosobo. Tempat salah satu skyleng tinggal. Alasannya sih, bir lebih mudah ketemu buronan. Transaksinya biar lancar katanya. Biar bisa main rangkul buronan katanya. Oh ada bahasan yang lain. Ada yang merumuskan bagaimana caranya untuk bisa berpaling dari pacar. Katanya sih bosen sama yang lama. Kurang ada gregetnya katanya. Yaiyalah, di depan umum udah berani main rangkul. Mau izin buat cari pacar lain. Oh lupa, gebetan. Belum jadi pacar. Gebetan yang selalu buat kita kehilangan seratus ribu untuk dua jam. Katanya dia mau cari gebetan baru yang “harganya” lebih murah dan lebih muda. Dengan harga delapanpuluh ribu untuk dua jam dengan umur rata-rata kelahiran 98-2000 an. Itu zaman ketika Pak Harto di turunkan oleh Aktivis.
Peserta Konferensi Skyleng
Sebenarnya, anggota kelompok rahasia ini jumlahnya ratusan ribu ekor. Sayang semua ekornya sudah putus dan Cuma tersisa beberapa doang. Dan yang datang Cuma sekitar 5+1 orang yang akan di jadikan korban selanjutnya dari keganasan kelompok rahasia ini. Mari kita preteli satu persatu peserta konferensi ini.
Om-Om Genit (Panggil saja Om B)
Om yang satu ini bukan sembarang om-om yang beredar di dunia nyata maupun dunia maya. Om yang satu ini istimewa. Pakai telor lomboknya banyak, bukan itu. Laper kan jadinya. Tapi om yang satu ini hebat banget. Sudah melanjutkan studi nya sampai tingkatan yang cukup tinggi, dan satu lagi keahliannnya. Mampu buat buronan orang-orang penasaran sama si om ini. Ada salah satu buronan yang selalu di jitak kepalanya sama om ini. Kata si om, anaknya nyebelin nggemesin. Katanya, anak ini kalau ngomong manjanya bukan main, serasa sambil memberikan isyarat, “Om B, jitak aku please.” Bayangkan, buronan kelas kakap sering di jitak lho sama om ini. Keahlian lainnya, om ini mampu bikin salah satu buronan merasa di PHP. Gak percaya ? Oke, tak ceritakan. Pas ada sliaturahmi ala Open House lebaran, kan ada sesi salaman, bahasa Gresik nya itu Handshake. Nah, setiap si om ketemu orang in langsung di skip. Si Om ga mau salaman sama anak ini. Alasannya ? Gak tahu kenapa. Dan satu lagi, masih sama buronan yang sama. Si om mampu bikin si buronan keceplosan. Doi keceplosan bilang, kalau doi suka curhat sama orang yang lebih dewasa, dan lirikan matanya mengarah ke si Om. Dan sempet bilang, “Enak cerita sama om-om.” Siapa ? Jelas Om B. Bahkan pernah di sindir, “Eh kamu, jangan mainan HP terus dong.” Matanya sih gak liat si Om, tapi jelas nyindir si Om. Karena si om sejak awal ketemu mainan HP. Gilaaa si om mah. Gak ada yang bisa lawan ini om.

Angga Sang Hacker
Ngakunya hacker, tapi ngebajak hatinya si Vivi aja ga bisa. Gitu mau coba bajak hatinya Kak Ebhy yang level kecantikannya lebih dari Vivi. Preeeet. Sudah ngga, kamu sama si Mou sana. Tak ada rotan, akar pun jadi ngga.
Si Angga ini salah satu Skyleng yang di muliakan. Gak Cuma di skyleng dia di muliakan, di kelompok Power Rangers dia juga di muliakan. Jadi Top Wota malahan. Sugooooooi. Angga gitu lho. Skyleng yang katanya ke Jakarta buat kerja, tapi malah ketemu sama si buronan. Preeet. Gitu kata si om, angga suka ngutang ke si Ivan. Pinjem power bank si ivan. Katanya om b sih, si angga ga modal. Tapi aku gak percaya. Si angga ini ada modal kok. Modal nekat doang tapi.
Si angga ini mau minta izin ke buronan yang lama untuk deketin buronan yang baru. Buronan yang lebih muda dan bergairah katanya. Padahal baru di ceritain doang sama Om B aksi dari buronan baru. Tapi udah mau izin pindah haluan. Cih, lemah ! Untuk bahasan si Angga, dikit aja yee. Gak ada yang menarik yang bisa di bahas dari si Angga.

Ivan Sang Pendobrak Kemapanan
Ini salah satu kawan seperjuangan. Sama-sama berhaluan kiri dengan saya. Haluan yang selama ini tidak di akui oleh khalayak umum. Haluan yang setia mendidik buronan yang masih ((BIASA)) menjadi ((LUAR BIASA)). Haluan yang membuat buronan itu kelasnya hanya kelas teri jadi kelas kakap merah yang siap buat di santap.
Si Ivan ini cerdas. Mendekati buronan bukan dengan lengsung mendekati buronan. Tetapi mendekati keluarga sang buronan. Who ? Secret. Hahaha. Si Ivan ini hebat lah. Datang jauh-jauh dan lama di bis demi ke Jakarta, dan di Jakarta Cuma 3-5 jam doang. Ngapain cobak ? Katanya buat melepas kerinduan. Preeet. Pas buronannya ultah, doi gak dateng. Padahal buronannya kan butuh dia. Butuh duit dia sih, bukan dia nya.
Dan dia sama seperti Angga, kemarin ke Jakarta buat ketemu sama buronannya. Mau minta izin ke buronan yang baru. Anak baru yang kata si Ivan lebih cantik. Meskipun bulu tangannya gak selebat buronan yang lama. Tapi kata Ivan, biarlah yang penting cantik. Gitu katanya. Setia ? Enggak. Dia kena goyang oplosan anak lama aja udah klepek-klepek seakan mau mati.

Fendi Sang Poligami
Benci sebenarnya saya bahas ini anak. Karena sifat poligami nya ini lho. Banyak sekali dambaan hatinya. Tak ada kata setia sama sekali. Percuma, Fen. Etapi, tanpa ada si Fendi, mungkin saya ga akan kenal dengan skyleng-skyleng yang lain. Dan karena si fendi pula, saya bisa hidup di kerasnya Jakarta selama seminggu, tahun lalu. Makasih Fen *kecup R.R.H.T.O.C.S.A*
Fendi lah yang mengenalkan saya ke dunia haram ini. Dunia haram yang menyenangkan yang memiliki kadar candu yang tinggi. Sangat amat tinggi. Bahaya lah si Fendi. Dia mampu bikin anak orang yang tak berdosa jadi kena dosa dan di ajak tiap minggu jalan sama dia. Bahaya lah si Fendi ini.
Fendi ini sok setia padahal itu semua bulshit. Dan kasihan lah Fendi ini. Niatnya buat ketemu yang lama, eh karena yang lama Cuma jadi ((BAN SEREP)), jadi dia jarang ketemu yang lama. Makanya Fen, jangan cari yang Cuma jadi ban serep. Kena tatapan laser yang lama juga luluh. Kena pipi yang lama juga luluh. Dan ini, kena temodemo yang baru, juga luluh. One word for you, fen. L3M4H.
Alipjanic Sang Penakluk
Sebenarnya, ada banyak sekali yang bisa di tulis dari anak ini. Kehidupannya sangat menarik untuk di ceritakan. Dan ada banyak yang bisa kita jadikan “bukan” contoh. Ini anak Cuma mau dukung satu orang. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya ada 2 orang lain yang juga minta di perhatikan. Dan yang paling baru, adalah buronan baru yang punya gaya lucu dan gemesin yang minta buat di perhatikan. Alip mau ? Jelas. Karena alip juga lemah. But, gak selemah Fendi lah ya.
Alip ini hebat, bisa jadi sandaran hidup buat salah satu buronan. Ceritanya pas si buronan lagi di Surabaya dan doi lagi jalan dan kesandung batu. Alhasil doi jatuh dan untung si Alip  berada di saat yang tepat. Dia memegang tangan sang buronan agar tidak jatuh. Dan dengan lagak sok pahlawan, alip bilang, “Hati-hati, dek kalau jalan.” Hebat kan si Alip ini ?
Laknatnya, si Alip ya itu tadi, lemah. Kena sihir bibir sexy ala jendral, dan kesihir suara merdu ala biduan bali. Dan saat ini, kesihir kena kibasan rambut ala Trio Macan + tatapan mata yang tajam setajam silit eh silet. Lemah memang ini anak. Salah sendiri, kenapa mereka minta di perhatikan. Bukan salah Alip, katanya.
Dan yang lebih laknat, yang namanya Alip ini adalah saya sendiri. Sekian.
See You Next Time, Celeng
“Terima kasih kawan-kawan semua. Atas suguhan yang ada. Suatu saat nanti kita berjumpa di reuni akbar bersama.”
Merupakan lirik yang tepat menggambarkan pertemuan dan perpisahan. Suatu saat nanti kita akan berjumpa. Di reuni skyleng sedunia. Di tempat laknat yang belum kita bahas, dan dengan uniform kebanggan skyleng yang sedang di bahas oleh Founding Father Skyleng dan dedengkot-dedengkot yang lain.
Semoga di lain perjumpaan, para skyleng hadir dan lebih lama. Bahasa gaulnya, Quality Time. Preeeeeeeeeeeeeeeeeet.

See you next time, guys. Thanks so much for great days.

0 komentar:

Posting Komentar