Saya sarankan di awal, bagi kalian yang tidak paham
tentang sepakbola dan tidak peduli dengan sepakbola Indonesia, sebaiknya tutup
post ini dan baca post lainnya yang bisa buat kalian tertawa atau apalah itu
namanya. Atau kalian yang paham sepakbola, tetapi tidak peduli dengan sepakbola
Indonesia, kalian juga di persilahkan menutup post ini.
Tapi bagi kalian yang tidak paham tentang sepakbola,
tetapi kalian peduli dengan sepakbola Indonesia, silahkan lanjutkan baca post
ini. Lebih khusus lagi, bagi kalian yang sangat paham tentang sepakbola dan
amat sangat peduli dengan sepakbola Indonesia, saya harap kalian baca post ini.
Sekedar memberi tahu kan kebenaran yang selama ini ada.
Saya awalnya tidak curiga sama sekali dengan ketidak
netralan PSSI dalam Pilpres kali ini. Sampai akhirnya saya tersentar dengan
adanya twit yang di tulis oleh Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri dan di ritwit
oleh Akun @pssiofficial. Dan sebelum ada twit itu, PSSI juga memberikan
postingan yang isinya sebuah gambar.
Gambar ini saya dapatkan dari akun twitter kesukaan
saya, @panditfootbal. Meskipun sebelumnya, La Nyalla sudah sempat berbicara
bahwa akun twitter PSSI bukan itu. Anehnya, jika kita masuk ke website PSSI,
akan terhubung dengan akun twitter itu. Untuk lebih jelasnya, silahkan cek
artikel yang di tulis oleh Pandit Football http://www.panditfootball.com/pssi-jadi-alat-kampanye/
.
Curiga ? Harus. Pantang bagi kita untuk membiarkan
dan seakan menganggap ini hal yang wajar. Apalagi, jika lihat Track Record PSSI
yang selama ini “maaf” rusak.
Lalu apa bukti ini cukup kuat untuk membutkikan
kalau PSSI tidak netral ? Tidak. Akan saya berikan yang lainnya.
Masih ingat kasus Majalah atau produk propaganda”Obor
Rakyat” ? Itu loh yang sempat membeberkan fitnah yang begitu kejam terhadap
salah satu pasang calon. Ingat kan ? Apa hubungannya ? Ada !
Pemred Obor Rakyat Setiardi Budiono telah di
laporkan oleh kubu salah satu calon terkait majalah fitnah ini. Dan siapa
pengacara Setiardi Budiono ? Hinca Panjaitan. Mungkin, bagi para pecinta
sepakbola tanah air tidak asing dengan nama Hinca Panjaitan. Ya, dia adalah
Komdis PSSI. Bahkan sudah menjabat di PSSI sejak era Nurdin Halid. Dan saat ini
menjadi Ketua Komdis PSSI. Bukti ? Ada.
Bahkan, salah satu caleg dari Partai Demokrat dari
Dapil Sumatera Utara ini sempat membuka Turnamen di Sinabung, Maret lalu.
Sudah sedikit jelas kan seperti apa PSSI dan Pilpres
? Masih ada satu bukti lagi yang akan saya buktikan. Dan ini lebih menohok,
saudara sekalian.
Tau La Nyalla Mattaliti ? Kebangetan kalau kalian
yang ngaku gibol tapi tidak tahu siapa itu La Nyalla Mattaliti. Silahkan cek di
Google atau tanya ke teman kalian yang ngaku gibol juga. But, gibol yang paham
masalah sepakbola di Indonesia lho.
La Nyalla Mattaliti adalah salah satu petinggi di
PSSI dan salah satu tokoh yang merumuskan KPSI dan ISL yang sempat membuat
sepakbola kita rusak beberapa tahun kemarin. Dan La Nyalla Mattaliti memiliki
akademi yang di namakan La Nyalla Academia. Dan di akademi tersebut, La Nyalla
Academia mengatakan bahwa mereka mendukung salah satu calon tertentu.
Meskipun La Nyalla sempat mengatakan kalau ia
mengambil cuti untuk sementara waktu, bahkan di suatu kesempatan, dia
mengatakan bahwa dia harus memproteksi Timnas U-19 dari segala gangguan politik
praktis, tetapi dari fakta-fakta tersebut, seakan PSSI menunjukkan luka yang di
buatnya sendiri.
Saya tidak ingin memojokkan salah satu calon
pasangan tertentu. Tapi, saya hanya ingin mencoba mengajak kalian semua untuk
membuka mata dan aware tentang masalah ini. Percaya tidak percaya kembali ke
teman-teman semua. Saya hanya ingin memberikan fakta
Salam Sepakbola Indonesia









0 komentar:
Posting Komentar