Ultras Mania Gresik

Kita pernah juara. Gresik pernah juara. Dan sekarang "KAMI RINDU JUARA" Liga Indonesia

Roma Club Indonesia

Kami ada. Kami berpesta. Kami bersatu. Hanya untuk satu kebanggaan, AS ROMA

AS ROMA

LA ROMA NON SI DISCUTE SI AMA

Fan Fiction

Cerita fiksi untuk meluapkan ekspresi jiwa. Tentang hiburan, luapan perasaan, dan pengorbanan.

48 Family

The power of Idol. Idol can't make you horny, just can make you proud with them. Kita pecinta idol sebagaimana kita mencintai sepakbola.

Minggu, 01 Maret 2015

Pudak48 Menulis

1. Project Pudak48
Pudak48 saat ini mendekati tahun yang kedua. Masa dimana seorang bayi mulai berbicara dan memanggil orang di sekitar mereka. Masa dimana mereka akan meraih apapun yang bisa mereka raih. Masa dimana dia harus mendapatkan asupan nutrisi yang bisa membawa dia menjadi seorang ksatria atau seorang pecundang. Dan itu tergantung dengan apa yang ia lihat, yang ia rasakan, dan ia jadikan cerminan.
Juni nanti, semua akan terlihat. Menjadi seorang ksatria atau pecundang. Untuk itu, kita mencoba untuk berkaca dan melihat masa lalu kita untuk dijadikan pedoman bagi kita nanti untuk melangkah.
Dan, Pudak48 memiliki keinginan untuk menjadikan dua tahun perjalanan kita sebagai sebuah buku. Buku yang bisa untuk mengenang perjalanan kita. Buku yang nantinya bisa dijadikan pedoman bagi kita untuk melangkah ke depannya nanti. Buku ini isinya adalah sebagai berikut :
- Penjelasan terkait Pudak48
Penjelasan terkait pudak bisa berupa where when who where why dan how yang berhubungan dengan Pudak48 (Bagian ini ditulis oleh tim Pudak48).
- Cerita perjalanan Pudak48 sebagai sebuah komunitas idoling
Cerita perjalanan pudak48 bisa berupa kegiatan-kegiatan pudak48 yang kalian ikuti. Misalnya project-project yang di gagas dan diikuti oleh Pudak48.
- Cerita perjalanan kita (anggota Pudak48) selama 2 tahun dalam dunia idol baik yang berhubungan dengan Pudak48 ataupun tidak.
Cerita perjalanan kita anggota Pudak48 adalah cerita pengalaman pribadi kalian, anggota, teman, keluarga kami terkait Pudak48 dan JKT48 tentunya. Bisa tentang cerita kalian pertama kali ke theater atau kejadian-kejadian yang menurut kalian bisa untuk dibagi ke publik.
Buku ini nantinya akan kita cetak melalu self publishing di salah satu publisher di Indonesia. Buku ini nanti akan kita perkenalkan ketika 2nd anniv Pudak48 bulan Juni nanti. Ingat, semua cerita yang kalian tulis haruslah kisah nyata
- Cerpen fiksi
Jadi ini bagi kalian yg punya hobi menulis cerpen. Kami ajak kalian bergabung dengan kita untuk bikin sebuah cerpen dengan tema Idoling dan JKT48. Terserah jalan ceritanya seperti apa. Itu kreasi kalian.

2. Syarat Peserta
Dapat diikuti oleh seluruh Anggota Pudak48, tanpa batasan umur, jenis kelamin, agama, dan tempat. Asal kalian ingin terlibat dalam kegiatan ini. Setiap orang dapat mengirimkan maksimal 2 karya tulisan terbaiknya.

3. Syarat Penulisan
- Cerita ditulis dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris (kalau mau ye) minimal 1 halaman dan maksimal 4 halaman A4. Diketik rapi dalam microsoft word. Pasi 1,5 dg font Times New Roman dengan ukuran font 12 pt
- Cerita tersebut adalah kisah nyata dari penulis. Bisa berupa cerita kalian tentang #PudakBudalMalang Jilid 1-3 ataupun ketika ke Theater bersama, dll dan harus follow @pudak48 di twitter. Khusus untuk cerpen fiksi, karya kalian haruslah bertemakan IDOLA atau JKT48.

4. Cara Berpartisipasi
Menulis cerita sesuai keinginan kalian yang sudah diketik rapi dalam bentuk microsoft word. Kirimkan cerita kalian beserta data diri kalian, : Nama, Akun twitter dan kirim ke pudak48@gmail.com dalam bentuk file (attach file bukan ditulis di email). Dengan format dalam subjek email : (PM)-(judul tulisan)-(nama penulis): Contoh (PM)-(Matahari Terindah)-(Fahrezal Gita Hidayat Putra)
Untuk mengikuti ini, tidak ada pungutan biaya alias GRATIS
Periode #Pudak48Menulis
Project menulis ini di mulai selasa, 3 maret 2015 dan ditutup Minggu, 3 Mei 2015 pukul 23:59 WIB

5. Lain-lain
Setiap tulisan yang masuk akan mendapatkan editing terlebih dahulu sebelum dicetak.
Penulis akan mendapatkan bingkisan dari Pudak48.
Hak cipta karya tulis akan menjadi milik Pudak48.
Selamat menulis ^^

Minggu, 15 Februari 2015

Kaze wa Fuiteru dan Kekuatan Hembusan Angin

Angin yang berhembus, mampu menerbangkan benda yang berat sekalipun. Amerika bukanlah sebuah negara yang terancam dengan adanya Tsunami. Tapi Amerika sangat terancam dengan berbagai badai topan. Tenang, Badai Veranda tak akan mengguncang dan menerbangkan rumah di Amerika.
Angin tidak pilih-pilih. Dia bergerak sesuai keinginan hati. Entah efeknya parah atau tidak, dia tak perduli. Asal tugasnya (Untuk berhembus) berjalan dengan sempurna. Kalau ada yang terkena efek buruk, artinya itu suratan tangan. Di Amerika sendiri sudah banyak rumah anti badai (badai sungguhan, bukan Veranda). Artinya, mereka sudah antisipasi kalau ada kejadian serupa terulang. Pun, di Jepang. Jepang adalah negara yang paling rawan akan gempa, sudah mempersiapkan kalau tiba-tiba ada gempa dan berbuntut Tsunami.
Menjadi public figure pun begitu. Dia akan bergantung pada angin dan kekuatannya bersahabat dengan angin. Kadang, dia bisa naik karena angin dan ketika lengah, angin tak segan untuk turun. Ingat, angin tak pilih kasih. Tapi kita bisa bersahabat dengan angin. Bukan menjadi salah satu bagian dai Avatar, melainkan mengenal angin dengan baik. Kapan angin datang dan mempersiapkan “tameng” agar angin tidak membawanya turun.
Saya adalah salah satu orang yang pada awalnya kurang yakin kalau Tata (Thalia) mampu bertahan dalam deretan 16 besar (senbatsu single)  keramat member JKT48. Bukan tanpa alasan. Karena ia sejak awal masuk Gen 2, sudah kalah pamor dibanding Viny, Yupi, dan sang kapten, Naomi. Bahkan, dia mampu lolos senbatsu single ketika ada senbatsu sousenkyou. Atau pemilu nya 48 group. Sebelumnya, ia hanya mampu jadi bench warmer. Ia hanya jadi cadangan.
Tata dan Bantuan Angin
Dalam dunia musik, keberadaan fans itu sangat penting. Jika di ibaratkan kehidupan, fans itu angin dan aktor musik itu dedaunan. Daun sangat bergantung dengan angin. Dedaunan bisa terbang ke angkasa dengan bantuan angin. Dan angin bisa dengan mudah menurunkan daun ke tanah. Sangat mudah.
Dalam JKT48 itu unik. Ada yang namanya kompetisi antar member. Di Indonesia mungkin baru ini (JKT48). Kalau band atau aktor musik lain butuh fans untuk menaikkan pamor band nya, maka JKT48 ini tidak sepenuhnya benar. Ya, JKT48 butuh fans untuk menaikkan pamor JKT48. Tapi member yang jumlahnya banyak itu berusaha menaikkan pamornya juga. Baik di hadapan publik (yang tak tahu JKT48) ataupun di depan para fans. Dan disinilah peran angin (fans) dimulai.
Tata, masuk ke senbatsu karena adanya bantuan angin. Naif kalau kita menafikkan usaha dia selama ini. Tapi hasilnya nihil. Senbatsu single belum pernah. Tapi angin datang dan membawa dia naik ke langit. Kalau langit di ibaratkan punya 7 tingkatan, maka dia masih ada di tingkatan pertama.
Ia berhasil naik ke langit karena ia sukses “bersahabat” dengan angin. Ia mengumpulkan angin agar bisa membantu ia naik ke langit. Hasilnya bisa dilihat sendiri. Saat ini, ia sudah 3X jadi senbatsu single. Gingham Check (Senbatsu pertama), Kokoro no Placard, dan yang terbaru Kaze wa Fuiteru. Pertanyaannya, sampai kapan angin yang berhembus mampu menahan Tata di langit ?
Pertanyaan ini bisa dijawab oleh sang daun atau Tata sendiri. Tergantung dari sampai kapan ia mampu bertahan meyakinkan sang angin agar terus menopang dia. Tentu ia harus lakukan itu sembari meng-upgrade kemampuannya bertahan hidup. Ia harus bisa membuat angin tidak bosan untuk menopang dia bahkan kalau bisa menaikkan dia sampai langit kedua.

Dunia wota keras, bung. Dunia wota penuh kecemburuan sosial. Si daun pilih kasih, maka kapan saja angin bisa pergi. Mudah. Kalau angin pergi, hancur sudah. Nah, ini tergantung dari si daun, apakah dia mau dan mampu untuk maintain status quo atau malah merubah kondisi.

Kamis, 12 Februari 2015

Verde, Si Hijau Yang Menjadi Harapan Si Biru dan Si Merah Kuning

Umurnya belum genap 19 tahun. Sepasang assist yang ia berikan, yang masing-masing untuk Ljajic dan wonderkid Paredes menjadikan ia sebagai pemain termuda yang memberikan assist di Serie A (18 tahun 7 bulan). Menjalani debut sebagai starter di AS Roma musim ini, Daniele Verde mampu memberikan magis dan memutus mata rantai kegagalan AS Roma meraih kemenangan. Verde menjalani debut ketika AS Roma melawan Palermo pada 15 Januari 2015.
Verde memberikan magical pass ke Ljajic dan membantu Ljajic mencetak gol pertama Roma ke gawang Cagliari. Magis Verde kembali ia keluarkan ketika memasuki 10 menit terakhir babak kedua. Mendapat umpan lambung dari Holebas, Verde berhasil mengalahkan bek Cagliari dalam perburuan bola. Lalu ia memberikan umpan lambung yang tepat mengarah ke Paredes.
Verde merupakan pemain asli dari akademi Roma. Menambah banyaknya deretan pemain akademi Roma yang bermain di tim inti. Totti, De Rossi, dan Florenzi adalah nama lain yang lebih dulu bermain di Seri A. Khusus untuk Florenzi, dia di orbitkan oleh Zeman  pada musim 2012-2013 lalu.
Verde juga merupakan anggota dari skuad U19 Italy. Id dipanggil timnas pertama kali pada september silam.Ia telah bermain sebanyak 3 kali dan mencetak satu gol ke gawang Armenia pada 10 Oktober 2014 dalam Kualifikasi UEFA U-19.
Penampilan perdana Verde sebagai starter mendapat pujian banyak pihak. Bahkan, dia menjadi Man of The Match laga Cagliari melawan AS Roma, minggu malam kemarin. Garcia, sang pelatih pun memuji Verde. “Verde is an ipmortant member of the squad. Aside from his speed and technique, he works very hard.” Seperti yang dilansir oleh The Guardian.

Saat ini, Italy memiliki banyak sekali darah segar di posisi striker. Selain Verde, ada pula wonderkid dari Sassuolo, Simone Zaza dan Domenico Berardi. Serta ada striker yang “terbuang” dari Roma dan saat ini bermain di Sampdoria, Stefano Okaka. Ketika Balotelli sedang mengalami masa-masa sulit di Liverpool, setidaknya Italy masih memiliki harapan khususnya di lini depan dari pemain-pemain diatas. Kita tunggu, bagaimana kiprah selanjutnya dari Verde. Dan semoga AS Roma dan Italy bisa menemukan Verde Verde Verde yang lain. Pertanyaan besarnya adalah, mampukah Verde (dalam bahasa Italy yg berarti Hijau) mampu menambah warna baru di dalam Si Biru (Italy) dan Si Merah Kuning (Giallorossi/AS Roma) ?

Marahmu Rinduku

Aku benci dengan orang yang suka marah. Aku benci dengan kemarahan.

Saat itu hari pertama masuk perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang sejak lama aku inginkan. Salah satu unggulan di jawa timur. Ada kewajiban untuk ospek saat itu. Cuma, karena memang aku malas untuk ikut hal yang menurutku tidaklah penting. Hanya melihat rektor cuap-cuap bilang hal normatif dan bikin kuping dan perut jadi panas.

Saat itu aku putuskan untuk sekedar duduk di sekitaran kampus. Disitulah aku bertemu dengan dia. Saat itu aku lihat dia duduk sambil memegang kamera DSLR. Entah apa dia memang ada passion disitu atau cuma ikut apa kata trend. Dia mengamati sesuatu. Aku tak terlalu jelas apa yang sedang ia amati.

Rasa penasaranku menang dan rasa malu pun hilang. Aku beranikan diri menyapa. “Hai.” Kataku. Dia diam saja sambil terus mengamati sesuatu yang saat aku lihat ternyata seekor kupu-kupu. Kupu-kupu itu terbang. Dia berbalik ke arahku. “Ah, kan kupu-kupu nya terbang. Kamu sih.”, jawabnya sambil muka yang sedikit marah.

“Eh, maaf. Aku ga tahu kalau kamu lagi lihat kupu-kupu. Maaf banget.” Kataku sambil menjulurkan tangan, tanda penyesalan. Dia diam sejenak. “Halo. Minta maaf ya.” Kataku sambil tangan aku arahkan ke muka nya. “Eh jangan sok akrab deh. Iya aku maafkan. Pergi sana.” Katanya sambil mengusir ku.

Hari itu berakhir sampai disitu. Iya, berakhir dengan sebuah perintah untuk pergi. Baru kali ini aku merasa sebuah kata “pergi” jadi begitu menyesakkan.

Kuliah hari pertama pun di mulai. Kuliah di minggu pertama hanya di isi dengan perkenalan. Hanya itu. Bosan rasanya. Durasi kuliah pun cuma 15-20 menit. Kata abangku sih normal. Minggu pertama katanya. Cuma kontrak kuliah. Bahas pembagian nilai dan penentuan ketua kelas. Oh iya, aku ambil jurusan Ilmu Politik. Ada beberapa mata kuliah yang saya harus sekelas dengan teman satu jurusan, dan ada beberapa yang lintas jurusan.

Aku ingat, saat itu mata kuliah Bahasa Indonesia. Mata kuliah lintas jurusan tapi masih dalam satu fakultas, Fisip. Saat itu teman satu jurusanku hanya beberapa saja yang sekelas denganku. Sebut saja Ikha, Dina, Andro, dan 5 orang lain yang jujur aku ga tahu siapa mereka. Mereka selalu bersama macam becak sama tukang becaknya.

Mataku melirik salah satu pojok kelas. Aku merasa ada yang aneh. Mungkin familiar. Lagi-lagi aku penasaran. Aku coba mendekat dan baam. Itu gadis yang sempat membentakku. Yang sempat menyuruhku pergi pas ospek.

Eh tapi kenapa dia malah mendekat. Aku gugup dan coba duduk di bangku paling depan. Jarang aku duduk di bangku depan. Kalau ga karena aku gugup aja ini. Dia melihat ke arahku. “Aku boleh duduk di sini ?” katanya sambil menunjuk ke bangku sebelah. “Eh iya silahkan.” Jawabku. Sejenak aku terdiam. Anak ini yang dulu sempat membentakku. Lalu sikap dia sekarang dingin banget. Aneh ini anak, pikirku dalam hati.

Kuliah berakhir dengan cepat (padahal sangat cepat). Aku bosan. Aku ingin pulang tapi rasanya malas di rumah. Belum sempat mikir mau pulang atau enggak, tiba-tiba ada tangan yang memegang pundakku, sambil berkata “Hei, sibuk kah ? Ke kantin yuk.” Aku menoleh. Kaget, ternyata dia gadis yang tadi. “Eh, anu. Eh anu.” Kataku terbata-bata. “Anu apa. Ayo ke kantin. Mau gak ? Aku yang traktir deh.” Katanya lagi. “Eh anu. Eh iya. Ayo deh. Ga usah di traktir tapi.” Jawabku. “Udah, santai aja. Anggap aja sebagai permintaan maaf yang kemarin.”, katanya sambil meraih tanganku. Dia menyeretku keluar. Gilanya, aku nurut aja.

Duduklah kita di meja di kantin. Dia pesan batagor 2 porsi sama teh 2 porsi. Aku yang traktir jadi aku yang milih makanan, katanya. Dia mulai buka pembicaraan.”Eh iya, aku Grace anak Komunikasi.” Katanya sambil menjulurkan tangannya ke arahku. “Eh iya aku Vito, anak Politik.” Jawabku sambil menyalami tangannya. Pembicaraan kita jauh banget. “Ah maaf ya, kemarin aku marah sama kamu. Aku baru pertama kali lihat kupu-kupu. Makanya aku pengen tahu lebih jelas. Mau aku foto sih, cuma kamu ganggu. Kabur deh dia.” Katanya sambil wajah yang mulai memelas. Lucu deh sebenarnya. Mukanya bisa berubah drastis. Dari yang dulu marah-marah sekarang melas. “Eh iya, santai aja. Aku ga tahu kalau kamu lagi lihat kupu-kupu.”, kataku.

Aku lihat dia mengeluarkan buku kecil. Semacam note gitu. Ah, mungkin dia anak sibuk. Selalu tulis kegiatan. Obrolan kita berakhir pas dia di telfon seseorang. Sudah dijemput katanya. “Itu pacarmu ?” tanyaku berani. “Bukan, itu supir. Aku ga boleh bawa mobil sendiri sama papa. Makanya supir jemput. Aku balik duluan ya. Sampai ketemu minggu depan.” Katanya sambil pergi.

Dini, mulai masuk ke dalam setiap lembaran cintaku. Bukan Grace. Iya, Grace memang sedang ada di dalam cerita persahabatanku. Bukan cinta. Aku mulai merasakan ada sesuatu dari Dini yang selama ini aku cari. Bukan kacamata, bukan parasnya. Tapi sekali lagi, aku malu. Dini nampak begitu jauh. Melihatnya dari jauh, nampak begitu indah.

Bukan tak pernah aku mendekatinya. Hanya mendekatinya dari kejauhan. Bukan mendekati kehidupannya. Pemuja rahasia, kalau kata Duta SO7. Tapi ini lebih dari itu. Lebih parah maksdunya. Sikap acuh mu, pancarkan keindahan. Memandangmu dari kejauhan, nampak menyenangkan. Melihatmu tak melihatku, sungguh menyakitkan. Namun, yang menyakitkan pun seakan bersahabat denganku. Ya, ketika kamu mengabaikanku, anugerah buatku.

Dan Grace, selalu ada. Pernah suatu ketika Grace curiga denganku. Pancaran mataku mengatakan kalau aku sedang bingung. Dan Grace dengan mudah memahami itu. Antara malu tapi ingin meluapkan semuanya padanya. Tapi Grace selalu punya cara untuk meyakinkanku mencertiakan kegundahan hatiku. Ya, dia mengerti emoticon yang terpancar dari dalam hati.

Tapi Grace kali ini beda. Dia nampak aneh. Tak seperti biasanya. Ia seakan acuhkanku. Bahkan ketika aku coba mendekat, dia bingung dan bertanya, “Kamu siapa ?” Sungguh sebuah pertanyaan yang cukup membuat tubuh kaku berdiri. Ada apa dengan dia ? Apa ada salah ? Dia berbeda. Tapi, ada satu hal yang tidak berubah. Marah. Dia selalu marah. Ingat saat dia bertanya, aku siapa ? Dia lakukan itu dengan marah.

Dan aku benci itu. Aku masih benci mereka yang mudah marah.

Aku bingung lagi. Tiba-tiba Grace kembali dekat denganku. Kata-kata “Kamu Siapa” yang sempat di ucapkan, seakan tak pernah terjadi. Aneh, sungguh aneh.

Aku sering main ke rumahnya. Bahkan, orang tuanya sampai kenal akrab denganku. Katanya, baru aku temannya yang pernah masuk ke rumah. Istimewa ? Ga juga. Karena aku ga merasa. Hahah, sombong sekali.

Dia minta tolong diajarkan cara menulis novel yang baik dan benar. Susah, karena aku pun cuma penulis lepas di LKM kampus. Bukan orang yang tepat, pikirku. Tapi dia ngotot minta tolong padaku. Sampai akhirnya, aku kenalkan dia ke temanku yang aku pikir dia lebih ahli. Dita namanya. Jurusan sastra. Anaknya telaten, sabar, dan satu lagi, dia ternyata teman satu sekolah Grace ketika SMA. Cuma, mereka berdua jarang bahkan tak pernah saling ngobrol. Aneh, pikirku.

Mereka makin akrab. Artinya, hidupku tak lagi diganggu sama marahnya Grace. Kadang, aku kasihan sama Dita, apa jadinya dia kalau setiap hari setiap saat si Grace marah. Untungnya, Dita anaknya sabar. Bahkan bagi kawan-lawan LKM, Dita ini ibu nya anak-anak. Istri-able.

Handphone ku bunyi. Ada sms rupanya. Dari Grace. Dia pamer, kalau dia sudah bisa bikin mini novel. “Eh kebo, novel ku udah jadi lho. Gak mau baca ?”, tanyanya padaku lewat sms. “Mau baca dong. Pasti jelek. Hahah.” Jawabku. “Nanti ya, tunggu saatnya. Eh, jelek-jelek gini ini real story ya. Aku bilangin Dita lho. Kan dia yang bantu aku.”, Jawabnya.

Seminggu setelah itu, Dita ajak aku ketemuan. Penting katanya. “Oke, aku tunggu di cafe deket kos mu deh ya. Jam 7 malam. Jangan telat. Telat traktir. Hahah.” Kataku lewat sms.

“Nih, novelnya Grace. Jangan dibuka dulu. Grace mau, buku ini dibuka pas hari ulang tahunmu.”, katanya sembari menyerahkan bukunya padaku. “Oh ini yang dia buat sama kamu ? Wait, kamu kok jadi akrab banget sama dia. Kuat sama dia ?”, tanyaku. “Iya yang dia buat sendiri. Aku cuma bantu dikit banget. Dia anaknya baik. meskipun emosi nya gampang naik turun. Labil sih. Tapi, aku yakin kamu juga sabar orangnya. Hahaha.”, katanya sambil ketawa. Ya, kia berdua akhirnya tertawa bersama. “Oh iya, ada surat dari Grace juga. Buka nya nanti pas kamu mau baca novel ini. Aku ga tahu apa isinya. Janji dibuka pas ulang tahunmu ya.”, katanya. “Oke, janji.”

Ulang tahunku kurang dua hari lagi. Atau 12 Desember. Hari ini Grace harusnya kuliah. Tapi sudah seminggu aku ga lihat dia di kampus. Ada yang aneh, pikirku. Dia pernah janji, akan datang pas ulang tahunku. Dia pernah janji akan rayakan ulang tahun bareng. Dia orang yang selalu menepati janji, pasti.

Karena curiga, aku datang ke rumahnya. Kosong. Tak ada satupun prang di rumahnya. Satpam yang biasa jaga di depan pun gak ada. Kosong. Ku coba hubungi dia pun sama, nihil.

Ulang tahunku pun tiba. Kosong. Perasaanku kacau. Aku mulai marah sama dia. Dia ternyata orang yang ingkar janji, pikirku.

Tok tok tok, suara pintu rumah ada yang ngetuk. Semoga itu Grace. Tapi yang datang Dita. Aku kaget, ada Dini. Dia yang selama ini jadi objek delusi bersih saya sekarang ada di depan mata. Dia masuk ke rumah. Mereka bawa sebuah roti. Mereka membawa kado. Tapi yang kumau cuma satu,Grace.

Dita suruh aku baca surat dari Grace dan buka novelnya. Berdebar hatiku. Berasa ada yang aneh. Memang. Mata mulai berkaca-kaca. Dini pun sama, dia terlihat gemetar, pun dengan Dita.

Dear Vito.
Ini sahabatmu, Grace. Selamat ulang tahun teman, sahabat, saudara beda orang tua. Semoga panjang umur (jangan sepertiku) dan semoga sukses (jangan sepertiku). Mohon maaf, Grace tidak bisa hadir di pesta ulang tahunmu. Grace ada urusan lain di tempat lain. Tapi yakin deh, Grace selalu ada di samping, di depan, dan di belakangmu. Vito, disana ada Dini kan ? Cewek yang kamu suka ? Kamu seneng gak ? Cewek yang kamu suka ada disaat kamu ultah. Heheh. Itu kejutan dari aku, lho. Hanya itu sih yang aku bisa kasih buat kamu. Oh ya, novel, Cepat dibaca novel dariku ya. Jangan lupa. Di sebelahmu ada Dita juga kan ? Sampaikan terima kasihku untuknya. Terima kasih atas segala kebaikan dan kesabarannya bantu aku.
Eh Vit, sebenarnya ada yang mau aku kasih tahu. Aku orangnya penvcemburu ulung. Mungkin aku tidak ekspresif orangnya. Cemburuku selalu tertutupi dengan rasa maluku. Ya, aku sama kan kayak kamu. Pemalu dan pencemburu ulung. Tapi, aku bisa jujur lho. Aku jujur ke Dini kalau aku cemburu padanya. Aku cemburu, kenapa bukan aku yang ada di hatimu. Kenapa bukan aku yang kamu cinta. Kenapa bukan aku dan kenapa bukan aku. Jangan bayangkan wajahku saat nulis ini, ya. Jelek banget.
Oh ya, karena aku sudah jujur, kamu juga dong. Jujur ke Dini kalau kamu suka sama dia. Bilang ya. Jangan dipendam. Kasihan nanti bisa jadi batu ginjal. Kan sakit hahaha.
Terima kasih atas semuamuamuamuanya Vit. Aku ga yakin, di tempat ini di tempat baru ini aku akan menemukan teman sahabat saudara sepertimu. Orang pertama yang bisa bikin mimpi ku lebih berwarna. Orang yang bisa bikin aku bersemangat untuk bangun dari tidur malamku. Tapi maaf, kali ini aku tak kuat bangun dari tidur panjangku. I love You, Muhammad Vito Setiawan.

Antara bingung dan sedih. “Apa ini. Apa maksudnya dit din. Apa maksud surat ini. Dia pindah rumah kan ? Dia kenapa dit din.” Tanyaku pada mereka. Tak ada jawaban. “Hei kalian, tolong jawab.” Bentakku padanya. Dini mulai menangis. Dita menyuruhku duduk dan diam. Kita bertiga duduk. Dita menceritakan semuanya. Dia menyuruhku diam mendengarkan tanpa komentar apapun.

“Jadi kamu ingat kenapa Grace selalu bawa notes kecil kan ? Itu memang sengaja. Katanya, biar aku bisa ingat hal indah selama aku masih bisa hidup. Aku kaget, Vit. Serius. Maksudnya apa. Kamu tahu isi novel itu tentang apa ? Itu true story. Tentang dia dan kamu. Isinya adalah cerita hari-hari kalian yang ada di dalam notes yang dia punya. Notes yang ada hubungannya sama kamu beda warnanya. Ada logo hati di dalamnya. Katanya sebagai kenangan berdua. Dia kena kanker otak stadium akhir. Dokter prediksi umur dia tidak lama lagi. Bahkan, dia bisa merasakan dengan kasih surat dan novel itu, jauh sebelum kamu ulang tahun. Hebatnya, dia bisa meyakinkan Dita untuk datang ke rumahmu hari ini. Padahal, dia baru bisa meyakinkan Dita seminggu yang lalu atau sehari sebelum dia pergia dari rumah. Orang tuanya pindah rumah. Agar kamu tidak datang lagi. Atas permintaan Grace. Dia tak ingin kamu selalu ingat padanya.”, katanya. Aku cuma bisa diam. Badan seakan tersambar listrik. Mati.

“Dan aku, datang kesini untuk Grace dan untuk kamu. Dan roti ini, itu yang beli Grace. Yang minta desainnya Grace. Semua Grace yang atur. Aku dan Dita cuma ikut apa kata Grace. Ini permintaan terakhir Grace sebelum dia meninggal. Yang ia ingat cuma kamu. Bukan yang lain.”, kata Dini. Perkataan dini makin buatku sedih.

“Terima kasih kalian telah baik sama Grace. Terimakasih telah kabulkan permintaan terakhir Grace sebelum meninggal. Dita, terima kasih bantu dia selesaikan novel. Dini, terima kasih sudah mau datang kesini dan menuruti apa kata Grace. Tapi, aku cuma mau Grace. Aku cinta sama Grace. Dini, aku tahu aku suka sama kamu. Cuma aku suka kamu abaikanku. Bukan memilikimu. Aku ga bisa. Aku cuma mau miliki Grace.”, kataku pada mereka.

Diam. Sunyi. Sepi.

Aku benci dengan orang yang suka marah. Aku benci dengan kemarahan. Dan aku rindu dengannya yang suka marah. Aku rindu dengan kemarahannya. Aku rindu kamu, Grace. Aku rindu kamu marah lagi. Aku rindu semua tentangmu. Novelku sudah jadi, lho. Judulnya Grace. Iya judulnya itu namamu. Ceritanya tentangmu. Tentang kamu yang buat aku tampak bodoh dihadapan cewek. Kalau sempat, datang ke mimpi. Aku rindu kamu. Aku sayang kamu, Grace. semoga senang di kehidupan barumu.

Kamis, 22 Januari 2015

Akhirnya Mendukung ITJ

Di tulisan sebelumnya, sempat saya tuliskan tentang apa itu JIL dan ITJ yang berkembang dalam dunia nya WOTA. Silahkan baca disini.
Lalu sikap saya seperti apa ? Pertanyaan sama juga ditanyakan sama Om B dkk. Haruskah saya mendukung ITJ ? Saya bilang, HARUS.
ITJ harus di dukung. Selain karena saya memang membenci mencintai aktivis, sales MLM dengan barang dagangan Khilafah, yakni Ustadz Felix Siauw, saya juga merasakan bahwa Idol harus di kembalikan lagi ke khittah nya. Setelah selama ini terkontaminasi dengan keburukan dari JIL.
Ustadz yang saya hormati, saya sesungguhnya ingin kenal lebih jauh dengan anda. Meskipun hubungan kau dan aku seperti lagu JKT48 yang khusus buat Melody dan Nabilah, cinta saya ke anda itu seperti lagu Element, Cinta Tak Bersyarat. Saya mencintai anda tanpa syarat, meskipun twitter saya sudah anda block tanpa ada konferensi pers. Ah, iya lupa, kan anda sangat membenci acara TV dan katanya anda tak punya TV di rumah. Meskipun yang saya tahu, anda sering muncul di TV. Mungkin itu cara anda melebarkan sayap untuk barang dagangan anda, Khilafah yang begitu menjengkelkan saya idamkan.
Dunia idol saat ini terkontaminasi dengan dunia lokal yang sangat tidak sesuai dengan Idol di dunia aslinya, Jepang. Banyak member JKT48 yang terpengaruh hal-hal yang menurut Ustadz yang sangat saya cintai sebagai hal yang UJUB, RIYA’, dan TAKABUR. Selfie. Beberapa saat yang lalu anda dengan gegabah gagahnya mengeluarkan pandangan anda tentang selfie.
Karena selfie bertentangan dengan islam. Jaman Nabi Muhammad dulu, tak ada yang namanya Selfie. Bahkan smartphone pun tak ada. Bid’ah namanya. Dan member JKT48 hampr semuanya pernah bahkan setiap hari melakukan itu. Dan itu bertentangan dengan kemurnian Idol di Jepang sendiri. Karena di Jepang tak ada yang namanya Selfie. Mungkin yang benar adalah, tak ada suatu nama khusus bagi sebuah foto. Bahkan di Idol lokal lebay menggunakan Tongkat Narsis (Tongsis) yang pasti itu bentuk Riya’, Ujub, dan Takabur. Meskipun yang saya tahu, member AKB48 pun banyak melakukan (ritual) selfie. Ah, biarkan saya menggunakan standar ganda. Toh mereka (ITJ) juga sering menggunakan standar ganda dalam memandang sebuah perkara.
Ah iya ustadz, saya baru lihat screenshoot twit jenengan tentang perempuan yang bekerja. Meskipun banyak teman di twitter yang langsung merespons itu. Mereka sangat baik keterlaluan berani mengkritik pandangan anda. Mereka belum tahu siapa The Real Ustadz Felix Siauw mungkin ya.
Tapi kalau pandangan anda itu benar, anda harus melihat JKT48 yang saat ini menjadi trend dan ribuan orang mabuk kepayang karenanya. Ya, tentu saja karena mereka seorang wanita dan bekerja. Apalagi mereka masih kecil, masih bau kencur. Pacaran aja belum. Ah lupa, kan ga ada yang namanya pacaran kan ya ustadz. Ta’aruf. Tapi, kan banyak teman ustadz yang juga bekerja. Main film lagi. Jadi presenter juga. Ah, saya lupa, anda dan team kan ada istilah ((STANDAR GANDA)).
Apalagi kalau ustadz pernah lihat mereka, cara berpakainan mereka, subhanallah astaghfirullah. Mereka membuka aurat mereka tanpa rasa ragu. Apalagi ada teman saya yang sering bikin anda kesal, Gus Stakof yang juga fans JKT48, malah AKB48. Santri macam apa itu ya ustadz. Makanya saya lebih percaya anda daripada Gus Stakof. Makanya saya dan teman-teman ingin poligami. Boleh kan ? Karena saya ga tega kalau istri saya harus hamil sampai 5-6 kali. Kan banyak anak akan membuka kran rezeki. Makanya, saya ingin poligami nantinya. 4 istri saja, masing-masing saya ada 2 anak, lumayan jumlahnya 8. Satu tim futsal 5 orang, 3 sisanya buat cadangan. Lumayan, bikin Banyak Anak FC. Kan saya juga ingin meniru salah satu pimpinan partai yang punya istri lebih dari satu. Yang istri muda lebih cantik lagi. Kan enak. Apalagi kalau saya bisa punya anak dari salah satu member JKT48. Ah lupa, mereka kan istri yang tak baik ya ustadz. Kan mereka bekerja mencari rezeki. Padahal Siti Khadijah setahu saya adalah pedagang. Anggota ITJ juga bekerja. Ah, lupa, ada ((STANDAR GANDA)).
Tapi setelah saya membaca twit anda dan melihat video anda yang ceramah sana sini sambil membawa barang dagangan yang namanya Khilafah, saya makin yakin kalau anda salah ustadz yang terbaik di duni. Bahkan, Quraish Shihab jauh lebih bagus kalah dari anda.
Maka dari itu, saya yang kata anak-anak sebagai Alip Ciauw mulai saat ini akan ikut menggagalkan mendukung ITJ. Karena saya yakin, Idol itu ya harus sesuai yang ada di jepang, Bukan Jaringan Idol Lokal yang tak punya etika.
Semangat terus, ustadz.

Rabu, 21 Januari 2015

Jaringan Idol Lokal (JIL) VS Indonesia Tanpa JIL (ITJ)

Gonjang-ganjing antara Jaringan Islam Liberal (JIL) dan kubu penolaknya, Indonesia Tanpa JIL (ITJ) semakin panjang saja. Kabarnya, kedua kubu sempat berukar pikiran. Bahkan, Kang Ulil sang dedengkot JIL sempat sowan ke teman-teman ITJ tanpa satu pun teman alias dewean alias alone alias sendirian. Patut di apresiasi kalau kabar itu benar adanya.
Gonjang-ganjing ini pun merembet ke dalam dunia peridolan. Idol yang saat ini mulai marak di Indonesia di wakili oleh JKT48 sebagai anak cabang dari AKB48. Keributan ini dipicu ketidak sukaan purist lokal terhadap perilaku Fans JKT48 yang menurut mereka berbeda dari perilaku fans bapak cabang mereka di Jepang.
Tingkah laku fans JKT48 harus sesuai dengan yang di Jepang. Karena menurut mereka, Jepang itu contoh bagi dunia idol di Indonesia. Lalu apa hubungannya dengan JIL dan ITJ ?
Jaringan Idol Lokal (JIL) VS Idol Tanpa JIL (ITJ)
Idol lokal yang identik dengan JKT48 dengan garis fans yang militannya tumbuh dengan cara mereka sendiri. Semua serba fanmade. Hampir seluruh atribut peridolan fanmade. Mulai dari kaos, lightstick, kipas, pin, bahkan chant pun mereka desain sendiri. Mereka berjalan dengan jalan mereka sendiri. Hal yang susah ditemui di Jepang.
Adalah Senpai kita semua, pedoman bagi kita semua, Pakde yang bagi anak-anak Kediri, Malang, dan Gresik sudah familiar dengan orang ini mencoba mengembalikan esensi idol kemabli ke jalannya.
Bagi mereka, hal-hal yang tidak sesuai dengan yang di Jepang dan tak sesuai menurut tuntunan Senpai adalah dilarang atau Bid’ah. Iya, Bid’ah. Menambah-nambahkan ritual dalam (ibadah) idol itu bid’ah.
Tentu Jaringan Idol Lokal tak tinggal diam. Berbagai aksi kritis menjurus nynyiran dari sang ketua, tertua, dan senpai kita semua di tanggapi panas juga sama teman-teman.
JIL yang identik dengan melakukan ritus-ritus lokal yang di akulturasikan dengan budaya Jepang, serta ITJ yang sangat keukeuh mempertahankan keaslian dan kemurnian Idol sesuai dengan tuntunan yang di Jepang. Lucu sih.
Apalagi sempat ada yang mencibir idol lokal karena menggunakan lagu idol jepang. Seakan-akan yang lokal tak meminta izin dan nyolong lagu. Padahal mereka masih satu cabang. Eh, yang di Jepang malah santai-santai aja sambil pakai bikini minum orange juice, yang disini kebakaran jenggot.

Pusing pala barbie mikir gonjang-ganjing tak jelas ini. Mending nulis skripsi ben cepet beres lalu melamar kerjaan dan melamar kamu. Iya kamu.

Senin, 19 Januari 2015

Felix Siauw dan Selfie

Mungkin bagi kalian akan bingung, apa hubungan antara Felix Siauw dan Selfie. Oke, mulai dari siapa itu Felix Siauw. Beliau adalah seorang Ustadz, Motivator, Penulis buku, dan (ini yang penting) beliau adalah seorang aktivis Khilafah dari HTI. Untuk yang terakhir, silahkan cek twitter beliau mengenai kebenarannya. Karena saya tak bisa kasih bukti. Lha twitter saya saja di block sama beliau, tanpa ada alasan apapun. Kalau kata The Rain sama Endak Sokemti, saya ini ditinggal tanpa alasan dalam lagu Terlatih Patah Hati. Kan ketahuan kalau saya kebal dari patah hati. #Halah

Selfie sendiri saat ini jadi trend. Iya, aktivitas mem-foto diri sendiri. Yang akhirnya menjadi cikal bakal asbabun nuzul turunnya penemuan baru bernama Tongsis. Mantap, gan. Bahkan ada akun twitter @SelfiArea. Kalian yang tak kuat mental, jangan sekali-kali buka. Atau kalian akan merasakan dahsyatnya angin yang berhembus dari akun itu.

Lalu apa hubungannya antara seorang ustadz, motivator, penulis buku, dan juga aktivis Khilafah itu dengan Selfie ? Apa hayo. Kasih tau gak ya ~

Silahkan cek twit beliau pagi tadi, 19 Januari 2015. Yakni adanya larangan dalam melakukan Selfie. Karena adanya 3 unsur, Ujub, Riya’, dan Takabur. Ya, itu alasan beliau mengapa berani bersikap seperti itu. Dan otomatis, hal itu memancing reaksi yang sempurna dari para netizen yang notabene sebagian besar ahli dalam melakukan Selfie. Bahkan dengan menggunakan kaki sekalipun. Iya, dengan kaki.

Awalnya saya pun demikian. Marah bahkan cenderung tertawa geli kalau baca twit dia. Apalagi setelah ada twit pada tahun 2014 ttg adanya Kontes #Selfie HijabAlila. Entah apa itu, tapi itu sepertinya memiliki kaitannya dengan sang ustadz.

Sampai akhirnya, setelah saya berkontemplasi, mengurung diri di dalam kamar mandi (Re: Boker), saya sadar bahwa twit sang Ustadz itu 100% benar. Tanpa ada celah sekalipun untuk mengatakan itu salah. Dan saya pun perlahan menyukai Felix Siauw. Pun setelah baca artikel di Mojok.co Ini

Rasa cinta saya ke beliau bahkan sebelum twit tentang selfie tadi. Ya berkat artikel di Mojok.co tadi. Tapi semakin bertambah setelah adanya twit tersebut. Ah lupa. Saya juga suka dengan bukunya, “Udah, Putusin Aja.”. Meskipun hanya judulnya yang saya baca, tapi saya yakin kalau buku itu bagus. Dan cocok sekali dengan nasib para jomblo yang sedang menunggu gebetannya untuk putus.
Oke, balik ke selife tadi. Mengapa saya sangat mendukung adanya fatwa haram terhadap Selfie.

1.      Selfie Bisa Menyebabkan Hujan Badai
Apa bisa ? Bisa. Foto selfie dari Jessica Veranda bisa membuat air turun dari khayangan. Seakan penghuni khayangan tak rela primadona khayangan menampakkan wajahnya ke penghuni bumi dan marah lalu menumpahkan amarahnya dengan air yang biasa kita sebut hujan. Kalau hujan biasa tak apa, lah ini ada badai petir. Untung bukan Badai Kerispatih. Tak percaya ? Saya ada buktinya.
 


 Bayangkan kalau itu terjadi di seluruh sisi bumi. Akan jadi seperti apa. Badai El Nino akan kalah. Ya, selain karena Badai Veranda lebih kuat frekuensi nya, tapi juga karena Fernando “El Nino” Torres sedang mencoba bangkit setelah mengalami musim yang sangat cukup tidak mengenakkan di Chelsea dan AC Milan.


2.      Selfie Menyebabkan Takabur
Ini saya setuju. Selfie sangat amat bisa bikin orang merasa lupa bahwa dia itu lemah tak berdaya bahkan tak kehebatannya kalah dibandingkan dengan Striker Top macam Syamsir Alam yang marah ketika ditantang untuk mencetak 2 gol di klub barunya, PBR. Terutama bagi mereka yang foto selfie dengan pacarnya. Itu bisa merusak harga diri seorang jomblo. Hati mereka akan tersayat-sayat dan tercabik-cabik. Hati mereka akan keluar dari tempatnya dan ginjalnya tak akan berfungsi dengan baik. Kalian juga harus memahami perasaan para jomblo. Ya kan mblo ? Mblo, jawab mblo.
Selain itu, selfie ketika mau sholat akan menimbulkan Riya'. "Nih, bukti kalau gue sholat." Macam foto ini. Sangat di luar dugaan bukan twit Felix Siauw tadi. Cerdas.

    










      Selfie Mengakibatkan Dosa
Iya, setiap orang memiliki kekurangannya masing-masing. Ada orang yang sangat ingin dan bahkan memiliki tekad yang kuat untuk bisa selfie tapi tak bisa. Seperti kata pepatah. Ingin hati memeluk Veranda, apa daya ada Kinal disana. Jadi ga keturutan. Akhirnya, mencuri. Jadi, jangan melakukan selfie dengan menggunakan Smartphone milik orang lain, ya. Karena bisa diciduk polisi macam Polisi yang baru kena KPK. Itu, yang jadi Calon Kapolri.

4.      Selfie Berakibat Pembunuhan
Memang ada ? ADA. Pernah lihat twit nya DijahYellow ? Jangan tolong. Jangan. Jangan sampai kelewatan twitnya. Jelas kelas @SelfieArea tak akan mampu mengalahkan Kegilaan kecantikan @DijahYellow. Teman saya bahkan sampai terobsesi ingin selfie berdua dengan ybs. Dia melakukan segala cara, bahkan sampai mau bunuh orang pun mau. Asal bisa foto selfie dengan mayat si Dijahyellow. Atau mau contoh yang lain, ada foto selfie teman saya yang katanya terinspirasi dengan DijahYellow. Sebut saja namanya Angga (nama sebenarnya) dan Om Bhirowo (Nama asli bukan anonim). Tolong jangan pernah ada pikiran untuk membunuh mereka. Mereka (Re: Uang Mereka) sangat dibutuhkan orang lain (Re: Yona dan Viny).
 




Atau foto selfie di bawah ini. Akan bisa bikin pembunuhan. Why ? Ingat foto Maldives ala sang bos besar di salah satu partai di Golkar ? Nah, karena bisa mengakibatkan iri dengki. Maka, Selfie harus di haramkan.







Dan dalam sekejap, HT #Selfie4Siauw menjadi Trending Topic di Twitter hanya dalam beberapa jam saja. Sungguh, betapa mulia sekali hati seorang Ustadz, motivator, penulis buku, dan seorang aktivis HTI ini. Dan itulah beberapa alasan saya mengapa saya sangat mendukung Pelarangan Selfie. Semoga anda sadar selalu sehat. Ditunggu fatwa-fatwa GILA bagus yang lain.