Ultras Mania Gresik

Kita pernah juara. Gresik pernah juara. Dan sekarang "KAMI RINDU JUARA" Liga Indonesia

Roma Club Indonesia

Kami ada. Kami berpesta. Kami bersatu. Hanya untuk satu kebanggaan, AS ROMA

AS ROMA

LA ROMA NON SI DISCUTE SI AMA

Fan Fiction

Cerita fiksi untuk meluapkan ekspresi jiwa. Tentang hiburan, luapan perasaan, dan pengorbanan.

48 Family

The power of Idol. Idol can't make you horny, just can make you proud with them. Kita pecinta idol sebagaimana kita mencintai sepakbola.

Jumat, 04 Juli 2014

Ratu Terindahku

Senja mulai berganti malam. Saat itu pula dingin mulai menyapa. Sapaan sang dingin begitu terasa sampai menusuk tulang lunak di lubuk hati. Sebatang rokok surya menemani kesendirian ku. Sekedar untuk menghangatkan tubuh yang mulai menggigil.
Benar kata orang, saat rindu tubuh seakan menjadi dingin menggigil. Otak seperti memberikan pesan ke seluruh organ tubuh yang lain agar menangkis semua udara panas yang ingin masuk ke tubuh.
Sejatinya, aku tak sendiri. Ada sejuta kenangan yang selalu menemani. Kenangan yang menjadi obat penawar luka sekaligus menjadi garam penambah rasa perih di luka. Bak pisau bermata dua, kenangan itu hadir dan muncul seakan-akan dia enggan untuk memilih menjadi obat penawar luka. Kenangan yang sejatinya menjadikan hidup menjadi lebih indah. Malah menjadikan hidupku menjadi lebih buruk dari yang di bayangkan.
Namaku Heru. Jangan tanya umur. Bagiku, umur tidak lah penting. Tetapi jadi sebuah petaka bagi siapa saja yang memaksaku untuk menjawab berapa umurku. Kawat gigi yang di pakai di gigi pun bisa ku pindah ke mata kalau ada yang berani tanya umur. Sensitif kayak cewek yang lagi dapat tamu yang tak di undang. Bukan tamu dari petugas bank yang mau nagih duit kartu kredit. Tamu yang ini lebih kejam dari itu. Bisa bikin tingkat kemarahan cewek naik seratus kali lipat. Bahaya tingkat dewa.
Tapi memang jangan tanya berapa umurku. Kalau tak mau lesung pipimu jadi cembung.
Mungkin bagi Pak Mario Teguh, hidup itu semudah membalikkan telapak tangan. Tapi bagi saya, tak semudah itu. Bagi saya, hidup itu seperti membalikkan kaki gajah. Meskipun tak selamanya hidup itu kita persulit sendiri.
Dan cinta, bagi saya adalah sebuah anugerah. Tapi itu dulu. Iya sebelum aku merasakan bahwa cinta memiliki 2 fungsi. Menyejukkan dan mematikan. Tergantung siapa yang kita ajak bercinta. Beruntung ketika kita mencintai cewek yang bisa mengerti kita apa adanya. Bukan meminta semau dia dan harus ada pokoknya. Itu beda.
Dan 2 fungsi dari cinta itu sudah saya alami semuanya. Mematikan dan menyejukkan. Bahkan saya memunculkan teori baru. Bahwa fungsi cinta tak hanya itu. Tak hanya mematikan dan menyejukkan. Tetapi ada fungsi lain. Dan ini sudah saya buktikan sendiri. Tetapi saya belum menemukan nama yang pas untuk fungsi cinta ini.
Lebih dari menyejukkan. Iya, lebih dari ini. Dan ini saya rasakan ketika saya memberikan cinta saya teruntuk satu nama. Satu nama yang saya cinta. Namanya Ratu. Ratu Dini Fitria nama panjangnya. Dia adalah makhluk tuhan paling cantik yang pernah saya temui setelah nenek dan ibu saya. Kecantikannya bahkan melebihi Wulan Guritno ataupun Chelsea Islan.
Dengan wajah pribumi yang khas. Dengan bibir kecil tipis dan pipi yang chubby bak bakpo telo, betapa bahagianya saya memiliki cinta dari sang Ratu. Dan yang paling saya suka dari Ratu adalah sifatnya yang dewasa. Bukan sok dewasa layaknya artis cilik yang sedang merasakan cinta monyet. Tetapi Ratu ini beda. Dia bisa bersikap layaknya Ratu Elizabeth. Anggun sekali.
Teman-teman saya bahkan tidak ada yang percaya saya bisa merebut hati sang Ratu. Ya karena yang balapan ngejar si Ratu banyak. Mulai dari si Aldi yang punya sejuta pesona di dompetnya. Si Atra anak Bandung yang pintar. Lalu kenapa dia pilih saya ? Yang notabene tidak punya keunggulan apapun. Oh wait, katanya sih si Ratu suka cowok yang dewasa. It’s me. Really, it’s me.
Awal perkenalanku dengan Ratu ketika di mall. Secara tidak sengaja saya menabrak Ratu yang sedang belanja di pakaian cewek. Dan saya sedang jalan sama teman cewek saya. Teman cewek saya yang belagak cowok alias tomboy. Dan saya sedang berusaha mengembalikan teman saya ke titahnya sebagai cewek tulen alias biar gak tomboy lagi.
Setelah kejadian itu, secara tidak sengaja saya dan Ratu sering ketemu di mall yang sama. Bukan di toko yang sama sih. Dan saya beranikan diri untuk berkenalan dengan si Ratu. Dengan malu-malu, saya mulai ajak Ratu berkenalan. Jangan tanya ekspresi muka saya waktu itu. Merah maroon bagaikan warna jersey sepakbola AS Roma. Klub sepakbola terbaik di dunia akhirat.
“Eh, ini yang kemarin ketemu di FX bukan ? Kita pernah ketemu kan ?” Tanyaku ke si Ratu. Sok basa basi dan ga tau malu. Untung saya punya 2 sifat itu. Jadi bisa mudah kenal dengan siapapun, cowok cewek dan setengah cowok setengah cewek.
“Hmm, kita pernah ketemu kah ? Ratu lupa nih heheh.” Jawab Ratu sambil tertawa kecil. Aduh dek, abang ga kuat liat kamu ketawa. Tak makan nanti kamu dek. Tak kunyah bibirmu tak perkedel nanti. “Iya kita pernah kita di toko ***** (menyebutkan toko tertentu). Yang aku sama temen cewekku yang setengah cowok alias ga jelas itu lho.” Balasku dengan sedikit senyum. Sorry ya Yuv, aku bilang kamu ga jelas. Tapi memang sih, si Yuvi ga jelas cowok atau cewek. “Oh iya, Ratu ingat. Tapi agak-agak lupa juga sih. Aku Ratu, kak. Heheh.” “Oh, namanya Ratu ya. Kalau gitu, aku Raja ny deh. Biar seimbang alias cocok banget kan.” Celetuk ku dan di balas dengan ketawa nya si Ratu, kampreeet keceplosan, kataku dalam hati.
Disitu lah awal pertemuan laknat tapi asyik saya dengan si Ratu. Tak lupa saya minta pin bbm, nomer hp, id line, pokoknya biar saya bisa kenal lebih lanjut dengan si Ratu. Yang ternyata dia satu kampus dengan saya di *** (menyebutkan salah satu kampus negeri di jakarta).
Hubungan saya dengan si Ratu semakin akrab, kita sering jalan bareng ke kampus. Dia anak pertama dari dua bersaudara, dan adiknya cowok. Namanya Angga. Kata si Ratu, Angga anaknya baik meskipun sering minjem duit. Padahal uang jajannya udah banyak. Boros kata si Ratu.
Sampai akhirnya saya jadian dengan si Ratu. Bagaikan ketiban durian montong nan seksi yang jatuh dari pohon, senang rasanya. Ambil nyawaku tuhan ambil nyawaku, asal kau ambil nyawaku bersama si Ratu. Aku rela tuhan aku rela. Hidupku dengan su Ratu seperti perangko dan surat. Atau seperti bola dan sepatu bola. Hmm seperti mulut dengan gigi. Selalu bersama alias tidak bisa di pisahkan.

Lalu alarm berbunyi. Saya pun terbangun dari mimpi indah tersebut, “Oh, jadi itu Cuma mimpi. Sang Ratu yang saya inginkan ternyata Cuma ada di mimpi. Semoga mimpi itu segera terwujud di dunia nyata ataupun minimal, saya mimpi yang sama lah ya.”

Kamis, 03 Juli 2014

Akhirnya Memilih Jokowi

Hiruk pikuk Pilpres semakin terasa menjelang pemilihan. Beragam kampanye semakin masif di lancarkan kedua tim sukses. Baik itu kampanye positif, negatif, ataupun black campaign. Beragam fitnah yang keji semua terkena di kedua calon. Meskipun yang paling merasakan dampak buruk dari kampanye hitam ini adalah calon nomer 2, yakni pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
Disini saya berusaha memberikan sedikit ulasan, mengapa saya menjatuhkan pilihan dan #AkhirnyaMemilihJokowi dibanding pasangan Prahara. Silahkan kalau di nilai subjektif, tetapi saya disini ingin memberikan “kampanye positif” dengan memberikan alasan, mengapa kalian semua yang belum memiliki pilihan, harus memilih Jokowi di banding yang lain. Tetapi mari kita lihat sisi lain. Bukan sisi Visi-Misi yang mungkin bagi kalian semua sifatnya normatif.
Koalisi Rakyat
Seperti yang di dengung-dengungkan, bahwa Jokowi akan menggunakan Koalisi kurus. Dengan hanya ada 5 partai yang mengusung Jokowi-JK. PDI-P, PKB, Hanura, Nasdem, dan PKPI. Bandingkan dengan pasangan nomer satu yang di usung banyak sekali partai. Saya tidak mau bahas partai sebelah.
Cuma mau mengingatkan, bahwa Presiden Indonesia memiliki mandat untuk memimpin rakyat Indonesia, bukan untuk memimpin partai koalisi. Presiden bertanggung jawab langsung kepada rakyat karena di pilih rakyat. Rakyat bisa langsung menyampaikan kritik kepada Presiden, karena memang Koalisi Rakyat yang di bangun. Jika Koalisi Partai yang selama ini di bangun, mereka (rakyat) terbentur oleh kekuatan partai yang membelenggu Presiden. Berbagai kepentingan yang di miliki partai, seringkali berseberangan dengan keinginan rakyat. Ketika partai yang berkoalisi sedikit, dan menang, maka kepentingan partai juga semakin sedikit. Kepentingam rakyat akan di dahulukan.
Koalisi transaksional yang selama ini membelenggu Indonesia. Efek buruknya adalah banyaknya pejabat pemerintah yang background nya partai, yang melakukan aksi korupsi. Korupsi Haji, Korupsi Al Qur’an, Korupsi Hambalang, dan berbagai kasus yang lain. Sudah muak kah kalian semua dengan ini ? Ini di karenakan adanya koalisi bagi-bagi kursi yang di jalankan partai. Lihat koalisi yang di bentuk oleh Jokowi. Koalisi ramping. Dan lihat ketika Jokowi memimpin Jakarta, yang memilih Lurah Susan karena hasil tes dan memberlakukan tes bagi pejabat di pemerintah daerah. Salah satu cara untuk mencari pejabat yang bersih.
Jadi, Koalisi mana yang kalian inginkan ? Saya jelas memilih Koalisi Rakyat !
Kerja Nyata
Selama 2 periode Jokowi memimpin Solo, dan setengah periode memimpin Jakarta, Jokowi sudah menunjukkan taringnya dan menghancurkan persepsi buruk tentangnya. Lihat bagaimana Tanah Abang bisa di tertibkan Jokowi. Jokowi di Solo, berhasil menertibkan PKL yang selama ini dirasa mengganggu.
Dan aksi blusukan yang selama ini bukan di anggap sebagai sebuah kerja, ternyata berhasil memberikan hasil. Karena Jokowi menertibkan PKL itu karena adanya blusukan turun ke rakyat. Beliau mendengar, melihat, beraksi. Bukan menyuruh anak buah nya turun ke jalan dan nanti anak buah nya memberikan laporan ke Jokowi. Potensi miss understanding jelas akan ada ketika bukan Jokowi sendiri yang turun. Dan blusukan ala Jokowi ini berfungsi untuk mendengar langsung.
Pencitraan ? Saya rasa tidak. Kenapa ? Karena sebenarnya blusukan Jokowi sudah ada sejak lama. Bahkan sejak sebelum pemberitaan media yang gencar menceritakan aksi blusukan. Aksi blusukan Jokowi bukan hanya di lakukan sekali dua kali. Ratusan kali saya menjamin sudah pernah beliau lakukan. Bahkan dulu, aksi blusukan tidak pernah sekalipun di ikuti oleh media. Baru ketika di Jakarta ini saja, media turun gunung dan ikut meliput Jokowi. Pencitraan ? Citra baik yang notabene di ciptakan oleh media itu sendiri. Bahkan, semua media pernah meliput aksi blusukan dari Jokowi. Meskipun media itu saat ini memusuhi Jokowi.
Di Cintai Rakyat
Lihat berapa banyak uang yang terkumpul dari donasi untuk kampanye Jokowi sampai hari ini ? Sudah milyar an rupiah terkumpul uangnya. Lihat betapa cinta nya masyarakat Indonesia dengan pak Jokowi. Sosok Jokowi yang humble, tidak arogan akhirnya mengakibatkan Pak Jokowi di cintai rakyat.
Dan besok, tanggal 5 Juli 2014, ada Konser Salam 2 Jari yang akan di adakan di Stadion Gelora Bung Karno yang akan di isi oleh puluhan artis. Puluhan artis ini adalah relawan yang dengan suka rela turun untuk memenangkan Jokowi. Mereka tidak di bayar. buakn seperti Maher Zein yang di undang tetapi tidak mau berkampanye untuk kubu sebelah. Tetapi artis ini datang dengan suka rela untuk mendukung dan memenangkan Jokowi. Sebagian besar dari mereka BUKAN anggota partai yang berkoalisi mengusung Jokowi. Mereka murni rakyat biasa, public figure yang mendukung Jokowi. Slank adalah contoh nyata. Merupakan band papan atas yang ikut memberikan ide nya dengan membuat lagu Salam 2 Jari untuk Jokowi. Tanpa di bayar sepeser pun. Ada lagi Yovie Widianto, Gita Gutawa, Ananda Omesh, Sherina Munaf, Cak Lontong, dan masih banyak yang lain artis pendukung Jokowi.
Dari kaum intelektual, ada Bpk Anies Baswedan yang merupakan rektor bukan anggota partai. Meskipun beliau pernah ikut Konvensi Partai Demokrat.
Masih ragu kamu memilih pemimpin yang di cintai rakyat ? Saya tidak. Saya #TegasMemilih2

Sejatinya, masih banyak lagi keunggulan Jokowi. Cuma daripada nanti di bilang Riya’ dan menkultuskan tuhan dan di anggap syirik karena terlalu memuji manusia, baiklah saya hentikan. Saya juga tidak mau terlalu menyudutkan kubu sebelah. Kubu sebelah yang saya sendiri belum punya satu pun alasan untuk memilih mereka. Selain immunity atau kebal dari hukum yang akan berguna bagi saya nantinya. Itu pun kalau saya tidak taat hukum. Tetapi saya dan para relawan Jokowi yang adalah taat hukum. Jadi, kebal dari hukum berasa tidak berguna.
Kalau bukam KITA, siapa lagi ? Kalau Bukan Sekarang #AkhirnyaMemilihJokowi , kapan lagi ?

Salam 2 Jari !

Jumat, 27 Juni 2014

Benfica dan Kutukan

Mungkin sebagian orang tidak percaya akan adanya kutukan. Tapi kadang, kutukan ini terjadi dan terbukti. Bahkan telah bertahan selama 52 tahun. Butuh 48 tahun lagi untuk menuntaskan kutukan itu. Mungkin sebagian orag tidak tahu, apa kutukan yang berlangsung selama itu. Karena beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2008 dan 2012, ketika gelaran Piala Eropa, kutukan Juara Bertahan akhirnya berakhir dengan di tandai Spanyol menjadi juara Eropa 2X berturut-turut.
Kutukan Bela Guttman
Kutukan ini apes menimpa Benfica. Klub asal Portugal yang memiliki rentetan sejarah yang panjang nan bagus di Eropa dan juga merajai liga lokal. Lalu kapan kutukan ini di mulai ? dan seperti apa efeknya ?
Kutukan ini di mulai ketika Benfica merajai Eropa dengan memenangkan Piala Champions tahun 1961 dan 1962. Ketika itu, pelatih yang menahkodai Benfica adalah si Bela Guttman ini. Dia meminta kenaikan gaji. Wajar, karena 2X berturut-turut dia sukses membawa Benfica menjadi juara Piala Champions. Pria asal Yahudi meminta kenaikan gaji dan di tolak oleh manajemen Benfica.
Akhirnya, Guttman memutuskan untuk pindah dan keluar dari Benfica. Dia keluar dengan membawa kenangan manis dengan 2 gelar Piala Champions di tangan, serta memberikan kado perpisakan, yakni sebuah kutukan. Kutukan yang memiliki daya magis yang dahsyat. Seperti apa kutukan maha dahsyat itu ?
Guttman mengutuk Benfica tidak akan bisa juara Eropa selama 100 tahun. Dan kutukan itu bertahan 52 tahun sampai tahun ini. Benfica gagal meraih juara di Europa League setelah di kandaskan Sevilla di final dan tahun kemarin, di 2013 di gelaran yang sama, mereka di kandaskan oleh Chelsea.
100 tahun bukan waktu yang singkat. Jika kutukan itu benar, artinya Benfica bisa juara lagi ketika tahun 2062, atau 48 tahun lagi. Waaow, waktu yang sangat lama.
Efeknya, bisa-bisa pemain Benfica banyak yang kabur karena tidak bisa meraih gelar juara di Eropa. Sungguh tragis nasib Benfica jika mereka gagal hanya karena kutukan.

Dan bayangkan jika pelatih-pelatih di dunia mengeluarkan kutukan yang sama karena di pecat atau permintaan kenaikan gajitidak di gubris manajeman. Mungkin Moyes bisa menjadi aktor kutukan lain karena di putus oleh MU secara sepihak. Atau mungkin Mou yang memberikan gelar juara untuk Madrid tetapi di pisahkan oleh manajemen.

Usaha Keras Sang Idol

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya tanggal 6 Juni, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi kuil cinta bagi para fan idoling di Indonesia. Tempat bagi para wota berkumpul, menghabiskan uang dalam waktu singkat, menemui idola nya yang tak terlihat, dan tempat untuk menunjukkan dukungannya untuk sang idola.
Di 6 Juli pula lah, saya pertama kali menlihat aksi lincah nanenerjik khas anak kecil dari para generasi ketiga yang sedang menampilkan setlist kenangan, setlist perjuangan, Pajama Drive. Berkesempatan melihat mereka bukan ketika mereka sudah berada di atas angin. Tetapi ketika mereka masih berusaha membentuk jalan hidupnya, itu sensasinya berbeda. Benar kata Om-om genit yang sempat saya temui di hari berikutnya.
Saya berkesempatan melihat aksi tim merah yang berisikan member-member yang semuanya saya tidak tahu. Bahkan ketika semua fans melakukan ibadah member call, saya cuma diam tidak ikutan. Takut salah manggil nama. Kan malu salah manggil nama.
Mata saya saat itu tertuju ke beberapa member yang (menurut saya) menonjol secara perform. Setelah saya tanya ke orang di sebelah saya, akhirnya saya ketahui namanya adalah Milenia, Cesen, Tya, Anin dan Grace.
Kekuatan Mereka
Saya coba membredel kekuatan masing-masing member itu. Mereka semua adalah perwakilan dari semua unit song di Pajama Drive. Milen di Unit Song Temodemo, Cesen di Kagami, Tya di Jonjou, Anin di Pajama Drive, dan Grace di Tenshi no Sippo. Dan menurut saya, ke empat Unit Song itu memiliki ciri khas sendiri. Temodemo yang mewajibkan member untuk bisa memainkan ekspresi sedih. Kagami dengan image garang dan sangar. Jonjou dengan kekuatan di dance dan menurut saya jadi dance tersulit dari semua unit song di setlist ini. Serta Tenshi no Sippo yang memiliki ciri khas anak kecil yang lucu menggemaskan.
a.      Milenia
Milenia yang akrab di panggil Milen ini adalah salah satu idola fans, bahkan sebelum dia masuk di JKT48 alias ketika masih audisi. Wajah cantik nan rupawan khas seorang model memang mendukung alias oshi-able. Milen agak cadel ya ? Kayaknya sih begitu. Lupakan tentang cadel. Lalu kenapa dia aku jadikan member yang penampilannya menonjol ? Dia memiliki kekuatan di ekspresi sedih. Dia mampu memainkan mimik mukanya sedemikian rupa dengan sangat indah. Bahkan, untuk sekelas member yang baru beberapa kali memainkan setlist ini, Milen sudah berada di batas rata-rata. Butuh perjuangan sedikit lagi untuk mencapai titik yang disebut “Bagus”.
Selain itu, tatapan mata Milen bahaya, coy. Kalau di Team K3 ada Hanna yang dikenal dengan tatapan lasernya, dan itu terbukti ketika dua teman saya harus lemah ketika kena tatapan lasernya Hanna, maka di Pajama Tim Merah ini, Milen punya tatapan mematikan. Seperti peluru yang berisikan bubuk mesiu.
b.      Cesen
Yansen atau Cesen ini salah satu member yang saya sudah tahu bahkan sebelum ada pengumuman hasil audisi. Sudah pernah ketemu ketika HS Manatsu no sounds good Februari lalu. Karena para finalis sempat di perkenalkan ke publik. Ketika perkenalan, Cesen bagi saya adalah member yang lucu dengan pipi chubby nan menggemaskan. Image yang tergambar di mata saya saat itu adalah, Cesen kalau di BnT, harus ambil unit song Idol Nante, atau di Pajama ambil di tenshi no Sippo. Dan image itu terbawa bahkan ketika di dalam kuil.
Di dalam kuil saya terperangah kaget ternyata pembawaan Cesen garang. Jauh berbeda ketika masih audisi. Dan menjadi Jendral Kagami bagi saya adalah hal yang mengagetkan. Saat itu pula saya membandingkan dengan Kinal. Jendral Kagami sesungguhnya, ha ha ha. Dan bagi ukuran member baru, not bad lah. Image keras, sangar, dan garang yang terpampang di unit song ini mulai terlihat di diri Cesen dan menghapus image lucu menggemaskan yang selama ini ada di pikiran saya.
c.       Tya
Member ketiga yang menurut saya penampilannya menonjol adalah Triarona atau kerap di panggil Tya. Mungkin sebagian orang menganggap alasan saya memilih dia karena di Jiko nya. Bukan, bro. Memang sih Jiko nya ini anak lain dibanding yang lain. Bahkan Cuma Tya dan Manda yang Jiko nya (menurut saya) beda dan mampu membius mata para lelaki. Lalu kenapa saya memilih Tya ?
Saya melihat penampilan Tya paling menonjol secara dance di banding yang lain. Terbaik lah si Tya ini kalau secara dance. Yang saya baru tahu, ternyata si Tya ada basic dance, jadi kualitasnya tidak perlu di ragukan. Dapat info dari om-om genit yang suka jitak anak gajah.
Kualitas itu jelas di perlihatkan Tya ketika di US Jonjou. Meskipun member di unit ini ada 3 orang, tapi mata saya Cuma tertuju di Tya. Yes, penampilannya di atas panggung saat itu istimewa. Tetapi yang perlu di lihat adalah, kadang Tya kelewatan atau over dibanding teman-teman yang lain. Harus saling pengertian satu sama lain.
d.      Anin
Anin atau Anindhita ini adalah idola dari om-om genit yang sempat saya buatkan tulisan khusus. Apa istimewa nya Anin ? Penampilannya sesuai porsi. Tidak melebihi teman-teman yang lain dan kurang dari teman-teman yang lain di satu unit. Kalau mau tau kelebihan Anin yang lain, silahkan tanya ke @TeamNetral aja yaa.
e.       Grace
Masuk ke member terakhir, yakni si Grace atau Martha Graciela. Hmm, bingung mau nulis apaan tentang si cimit-cimit ini. Dengan rambut pendek yang di ikat seperti itu, image anak kecil lucu menggemaskan seakan menempel dengan lekat di tubuh anak ini. Dan benar saja, anak ini sangat lucu saudara. Asli. Mukanya nggemesin bikin pengen nyubit.
Dan di Unit Song Tenshi no Sippo, sangat cocok dengan Grace. Unit song yang sempat saya gambarka di kepala dengan Cesen yang mengisi, ternyata di isi oleh Grace. Ya, Grace adalah center tenshi. Lucu sekali dia. Enerjik banget gerakannya. Dan satu lagi, member yang punya tatapan mematikan bukan hanya si Milen, tetapi si Grace juga punya tatapan yang mematikan.
Selain lima member ini, terdapat member yang menonjol di MC. Yakni si Desy. Dengan logat medok khas orang jawa alias saya suka, Desy mampu menyihir penonton sekalian. Jokes jokes renyah khas anak kecil mampu di bawakan Desy dengan bagus. Bahkan, ada yang bilang, MC tanoa Desy akan mati.
Usaha Keras Sang Idola
Setelah pulang dari kuil, saya mulai mencari info lebih lanjut terhadap member-member ini. Milen yang katanya anak dari model, Tya yang punya basic dance, dan Grace yang memiliki kondisi badanyang tidak sehat.
Pernah dengan kalau ada member yang di larikan ke rumah sakit ketika theater ? Ya, itu Grace, Martha Graciela anak yang tahun depan akan berumur 16 tahun. Berdasarkan info yang saya dapat, Grace punya kondisi tubuh yang tidak sehat. Ah, pantas saat itu saya tidak sempat hi touch dengan dia. Tapi, apalah arti hi touch ketika ada member yang sakit. Biarkan dia istirahat agar kondisi tubuhnya kembali fit.
Sejenak saya berfikir, lalu ketika perform yang saya lihat dulu, dia lagi sakit ? What ? Saat itu, tidak terlihat sama sekali kalau Grace sedang menahan rasa sakit di perutnya. Waow, ini anak hebat, pikirku. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan salah satu grup yang sepakat mendukung Grace agar bisa meraih impiannya.

Yaa, Grace semoga tuha mengambil penyakit yang ada di tubuhmu dan diberikan kesehatan. Tunjukkan yang terbaik untuk fansmu yang selalu setia mendukungmu. ^^

Senin, 23 Juni 2014

PSSI dan Pilpres 2014

Saya sarankan di awal, bagi kalian yang tidak paham tentang sepakbola dan tidak peduli dengan sepakbola Indonesia, sebaiknya tutup post ini dan baca post lainnya yang bisa buat kalian tertawa atau apalah itu namanya. Atau kalian yang paham sepakbola, tetapi tidak peduli dengan sepakbola Indonesia, kalian juga di persilahkan menutup post ini.
Tapi bagi kalian yang tidak paham tentang sepakbola, tetapi kalian peduli dengan sepakbola Indonesia, silahkan lanjutkan baca post ini. Lebih khusus lagi, bagi kalian yang sangat paham tentang sepakbola dan amat sangat peduli dengan sepakbola Indonesia, saya harap kalian baca post ini. Sekedar memberi tahu kan kebenaran yang selama ini ada.
Saya awalnya tidak curiga sama sekali dengan ketidak netralan PSSI dalam Pilpres kali ini. Sampai akhirnya saya tersentar dengan adanya twit yang di tulis oleh Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri dan di ritwit oleh Akun @pssiofficial. Dan sebelum ada twit itu, PSSI juga memberikan postingan yang isinya sebuah gambar.



Gambar ini saya dapatkan dari akun twitter kesukaan saya, @panditfootbal. Meskipun sebelumnya, La Nyalla sudah sempat berbicara bahwa akun twitter PSSI bukan itu. Anehnya, jika kita masuk ke website PSSI, akan terhubung dengan akun twitter itu. Untuk lebih jelasnya, silahkan cek artikel yang di tulis oleh Pandit Football http://www.panditfootball.com/pssi-jadi-alat-kampanye/ .
Curiga ? Harus. Pantang bagi kita untuk membiarkan dan seakan menganggap ini hal yang wajar. Apalagi, jika lihat Track Record PSSI yang selama ini “maaf” rusak.
Lalu apa bukti ini cukup kuat untuk membutkikan kalau PSSI tidak netral ? Tidak. Akan saya berikan yang lainnya.
Masih ingat kasus Majalah atau produk propaganda”Obor Rakyat” ? Itu loh yang sempat membeberkan fitnah yang begitu kejam terhadap salah satu pasang calon. Ingat kan ? Apa hubungannya ? Ada !
Pemred Obor Rakyat Setiardi Budiono telah di laporkan oleh kubu salah satu calon terkait majalah fitnah ini. Dan siapa pengacara Setiardi Budiono ? Hinca Panjaitan. Mungkin, bagi para pecinta sepakbola tanah air tidak asing dengan nama Hinca Panjaitan. Ya, dia adalah Komdis PSSI. Bahkan sudah menjabat di PSSI sejak era Nurdin Halid. Dan saat ini menjadi Ketua Komdis PSSI. Bukti ? Ada.

Bahkan, salah satu caleg dari Partai Demokrat dari Dapil Sumatera Utara ini sempat membuka Turnamen di Sinabung, Maret lalu.
Sudah sedikit jelas kan seperti apa PSSI dan Pilpres ? Masih ada satu bukti lagi yang akan saya buktikan. Dan ini lebih menohok, saudara sekalian.
Tau La Nyalla Mattaliti ? Kebangetan kalau kalian yang ngaku gibol tapi tidak tahu siapa itu La Nyalla Mattaliti. Silahkan cek di Google atau tanya ke teman kalian yang ngaku gibol juga. But, gibol yang paham masalah sepakbola di Indonesia lho.
La Nyalla Mattaliti adalah salah satu petinggi di PSSI dan salah satu tokoh yang merumuskan KPSI dan ISL yang sempat membuat sepakbola kita rusak beberapa tahun kemarin. Dan La Nyalla Mattaliti memiliki akademi yang di namakan La Nyalla Academia. Dan di akademi tersebut, La Nyalla Academia mengatakan bahwa mereka mendukung salah satu calon tertentu.




Meskipun La Nyalla sempat mengatakan kalau ia mengambil cuti untuk sementara waktu, bahkan di suatu kesempatan, dia mengatakan bahwa dia harus memproteksi Timnas U-19 dari segala gangguan politik praktis, tetapi dari fakta-fakta tersebut, seakan PSSI menunjukkan luka yang di buatnya sendiri.
Saya tidak ingin memojokkan salah satu calon pasangan tertentu. Tapi, saya hanya ingin mencoba mengajak kalian semua untuk membuka mata dan aware tentang masalah ini. Percaya tidak percaya kembali ke teman-teman semua. Saya hanya ingin memberikan fakta

Salam Sepakbola Indonesia

Jumat, 20 Juni 2014

Struggle For Recognition and Football

Mungkin sekilas tidak ada korelasi antara sepakbola dan politik pengakuan. Karena memang kedua hal ini berada di ranah yang berbeda. Politik yang selama ini identik dengan kondisi yang berada di dalam pemerintahan dan negara. Apalagi jika di gabungkan dengan politik pengakuan. Politik pengakuan sendiri secara teoritis berada di tataran sosial. Dari berbagai sumber yang saya baca, saya simpulkan bahwa politik pengakuan adalah bentuk cara yang dilakukan oleh negara ataupun social movement mendapatkan pengakuan dari negara ataupun aktor lain. Yang akhirnya mereka melakukan berbagai cara yang dinamakan “struggle for recognition”.
Lalu apa hubungannya dengan Sepakbola ? Jarak kedua hal ini jauh sekali. Tapi ada ternyata.
Saya akan ajak anda semua untuk mengembalikan memori kita 3 tahun yang lalu dan setahun yang lalu. 3 tahun yang lalu, yakni ketika ada Pertandingan Uji Coba antara Indonesia dan Palestina yang terjadi 22 Agustus 2011 akhirnya di menangkan Indonesia dengan sor 4-1. Setahun yang lalu, masih dengan Indonesia dan Palestina. Tetapi kali ini yang bertanding adalah Timnas U-23 di turnamen International Solidarity Games yang berlangsung di Palembang. Lalu, apa yang aneh dengan semua itu ? wait, jangan justifikasi itu semua sebelum melihat ini.
Pertama, saat 2011 kondisi Palestina masih tidak stabil. Maksudnya, saat itu Palestina keberadaannya masih belum di akui dunia sebagai nation-state atau negara bangsa, bahkan sampai sekarang. Dan nama Palestina di mata internasional adalah West Bank atau Tepi Barat bukan Palestina. Artinya, keberadaan Palestina belum di akui oleh dunia, baik secara de jure dan de facto.
Untuk mendapatkan pengakuan secara de facto dan de jure, Palestina harus mendapatkan itu semua dengan mendekati negara-negara yang selama ini simpati dengan mereka. Seperti yang kita ketahui, pengakuan secara de jure artinya pengakuan secara hukum di dunia internasional. Dan pengakuan secara de facto, artinya pengakuan oleh NEGARA LAIN. Jika di masukkan ke dalam politik pengakuan di paragraf atas, secara tidak langsung Palestina sedang melakukan Struggle for Recognition. Why ?
Karena, ketika sebuah negara melakukan kerjasama ataupun menjalin hubungan dengan negara lain, artinya mereka telah mengakui keberadaan negara itu. Untuk itulah, Gus Dur di kritik karena ingin melakukan hubungan dagang dengan Israel, karena Indonesia tidak mengakui Israel sebagai negara bangsa.
Lebih jelas lagi terlihat di tahun kemarin, dalam turnamen International Solidarity Games 2013 di Palembang. Dari labil jelas terpampang, International Solidarity Games 2013. Pesertanya adalah seluruh negara yang mayoritas islam. Indonesia, Maroko, Palestina, dan Turki adalah beberapa negara yang ikut serta di turnamen ini. Struggle for recognition jelas terlihat dari Palestina. Secara tidak langsung, Palestina “memanfaatkan” Indonesia dan negara-negara islam untuk mendukung pengakuan terhadap entitas baru, Palestina.
Disini, saya tidak ingin ikut campur dalam urusan Israel dan Palestina. Tetapi saya hanya mencoba mengaitkan antara sepakbola dengan politik. Jika selama ini selalu identik dengan hal-hal yang sifatnya destructif, maka disini “football influence politics”.


Alief Maulana

@alipjanic

Rabu, 18 Juni 2014

Spanyol dan Kutukan Juara Bertahan di Era 2000 an

Piala Dunia masih memasuki babak penyisihan grup. Bahkan, beberapa tim baru memainkan 1 game. Tetapi berbagai bursa judi dunia mulai menggeserkan prediksi nya. Setelah Brazil di tahan imbang Mexico di laga kedua, Portugal yang di hancurkan Jerman dengan skor 4-0, dan yang paling hot adalah kandasnya langkah Spanyol di babak penyisihan grup ketika baru bertanding 2X dengan hasil 2X kalah, yakni dari Belanda 5-1 dan Chile 2-0.
Khusus yang terakhir, ternyata terdapat fakta menarik. Tidak ada satu pun negara yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia alias 2X juara berturut-turut di era sepakbola modern. Dulu, ada Italy dan Brazil yang sempat mempertahankan gelar. Yakni ketika tahun 1934 dan 1958 Bahkan Spanyol mengikuti jejak Italy dan Perancis, yakni gagal total di penyisihan grup. Padahal di Piala Dunia edisi sebelumnya, mereka merebut gelar juara dunia.
Kita kembali ke era 1998 ketika Perancis begitu digdaya dan menghancurkan Brazil di Final 1998. Era ke emas an Perancis kata orang. Permainan aktraktif Perancis terlihat di situ. Dan berlanjut ketika tahun 2000 di gelaran EURO 2000. Perancis pun berhasil meraih gelar juara Eropa. Ketika Piala Dunia 2002 di mulai, mata tertuju ke Perancis. Mampukah mereka mempertahankan gelar ? Hasilnya gagal total di babak penyisihan grup.
Brazil masih jauh lebih beruntung di Piala Dunia 2006. Brazil masih mampu lolos dari penyisihan grup dan kandas di Perempat Final dari Perancis yang saat itu menjadi underdog dan lolos ke final meskipun kalah menyakitkan dari Italy.
Italy di 2010 tak jauh beda dengan Perancis di 2002. Menjadi unggulan karena di gelaran Piala Dunia 2006, Italy adalah Tim yang memiliki permainan terbaik ala Marcelo Lippi. Apa mau di kata, Italy gagal total di babak penyisihan, laga terakhir versus Slovakia pun tak dapat di manfaatkan dengan baik oleh Italy. Hasilnya, hancur.
Di tahun ini, Spanyol berulah. Mereka mengikuti jejak Italy dan Perancis. Tapi bagi saya Spanyol mampu menampar muka LFP (PSSI nyaSpanyol). Spanyol yang selama ini di nilai memiliki liga terbaik di dunia dengan menempatkan Real Madrid dan Barcelona sebagai tim terbaik di dunia, akhirnya harus pulang dengan sangat memalukan. 2X kalah di partai pembuka dengan agregat 7-1. Ditambah dengan ekspektasi tinggi publik terhadap Spanyol yang mampu meraih Piala Eropa di 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010, menjadikan Spanyol unggulan teratas.

Kutukan ini terus berlanjut. Salahkan Perancis yang memulai kutukan ini. Bye bye Spanyol ~