Jumat, 18 September 2015

Pandangan Pertama

Setiap pertemuan, pasti ada sebuah kenangan yang tersimpan. Meskipun waktu yang terjalin sangatlah singkat, kenangan tetaplah sebuah kenangan. Dan kenangan dalam setiap pertemuan, selalu dimulai dengan satu tatapan.

Tatapan yang mampu membawa siapapun melayang ke awan. Tatapan yang mampu membius hati dan otak kita. Agar kita hanya memikirkan tentangnya, tentangnya, dan hanya tentangnya. Tatapan yang mampu memberikan hidup lebih berwarna.

First impression dalam sebuah pertemuan itu penting. Hampir setiap hari, kita bertemu dengan orang lain. Tapi entah kenapa, setiap bertemu kamu, ada hal yang berbeda. Ada sesuatu yang susah di jelaskan dengan kata-kata.

Kita tak tahu, esok akan bertemu dengan siapa dan berpisah dengan siapa. Yang kita tahu bahwa tuhan telah mengatur semua itu sedemikian cantiknya. Untuk apa ? Untuk kita. Agar kita bisa merangkai sebuah kenangan. Dan aku pun mengamini hal itu. Setidaknya, aku percaya bahwa tidak ada pertemuan tanpa ada maksud.

Kalau teori tadi benar, maka aku beruntung. Aku mendapatkan momen langka yang tuhan berikan. Tuhan memberikan kesempatan padaku untuk bisa menjalin kenangan denganmu. Denganmu yang saat ini sudah berbahagia. Memakai toga dengan gagahnya. Memakai make up tipis dan dikerumuni banyak orang. Menjadi salah satu harapan masa depan bangsa.

Pertemuan singkat. Saat itu tak ada dalam bayangan untuk menjalin sebuah hubungan. Sekedar kenal pun tidak. Kenalan ? Dulu enggan. Kalau sekarang ada kesempatan kedua, jangankan menjalin hubungan, sekedar berkenalan pun aku lakukan.

Tuhan mentakdirkan kita untuk bertemu. Pertemuan yang tidak disengaja. Pertemuan yang mampu membawa diri ini serasa melayang ke langit ketujuh. Pertemuan yang menjadi pintu dari jalanan yang penuh warna. Pertemuan yang mampu buatku hanya berpikir tentangmu, tentangmu, dan hanya tentangmu. Hanya kamu.

Pandangan pertama ku padamu. Indah.

0 komentar:

Posting Komentar