Disaat setiap orang khusyu menjalankan ibadah Idul Adha dan segala rutinitasnya, ada satu hal yang membuat saya kaget. Malam itu saya pulang dari masjid dan langsung cek linimasa saya. Sejak pagi, saya ndak buka twitter. Sengaja. Ben keliatan sibuk.
Ada satu tweet yang membuat saya kaget. Salah satu member dari JKT48 yang kinyis-kinyis itu, mencuit tentang Tut Wuri Handayani. Yang menurut dia artinya, berbeda-beda tapi tetap satu. Mungkin arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah Dari Belakang Memberikan Dorongan.
Sontak, banyak sekali cacian dan gunjingan yang masuk ke tab mention Dik Della. Bodoh lah, goblok lah atau apalah itu. Intinya satu, menghina Della JKT48.
Sebagai orang yang menganggap JKT48 adalah harapan terakhir Indonesia selain Khilafah, saya mencoba berfikir positif. Saya haqqul yaqin, Della nge tweet begitu bukan tanpa maksud. Ia ingin memberikan hiburan bagi jutaan warga Indonesia yang bersedih, gundah gulana menunggu kabar dari Jazirah Arab. Terkait adanya peristiwa mengerikan di Mina, Arab Saudi dalam proses Lempar Jumrah.
Saya yakin, Della ingin memberikan candaan bagi kita semua. Agar kita sejenak melupakan kesedihan atas terjadinya bencana tersebut. Toh ya kita saat ini dan jutaan kaum muslimin di seluruh dunia sedang menjalankan Hari Raya Idul Adha. Ia ingin terlibat dalam memeriahkan Idul Adha.
Della itu salah satu member JKT48 yang lucu. Lucu banget. Kalau kalian pernah ke Theater JKT48, kalian pasti akan tahu betapa garingnya lucunya Della JKT48 ketika di theater JKT48. Karena ia salah satu member terlucu di JKT48, saya semakin yaki bahwa ia ingin melakukan candaan yang garing menghibur jutaan rakyat Indonesia.
Selain itu, ada makna tersirat dari tweet dari Della JKT48. Saya yakin, banyak dari kita yang lupa akan arti Tut Wuri Handayani, Ing Madya Mbangun karso, dan Ing Ngarso Sung Tulodo yang diperkenalkan oleh Ki Hajar Dewantara. Hayo kalian yang nyinyirin Della, tahu ndak apa artinya 3 kalimat tadi ? Kalian terlalu larut dalam aliran nyinyir yang sejatinya kalian juga lupa artinya itu apa.
Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi perbedaan pendapat. Bahkan Indonesia saja mempersilahkan adanya aliran-aliran yang ingin mengkudeta Indonesia yang terlanjur memilih Demokrasi sebagai jalan hidup. Masak kita melarang adanya perbedaan pendapat.
Sebagai seorang Demokrasionis, saya membela Dik Della dengan dalih itu hak dia. Dia bebas berbicara se enak udelnya. Asalkan tidak bertentangan dengan norma hukum dan kebhinekaan. Toh ya kalau ada yang melenceng dari Indonesia, banyak dari kita membiarkan kok. Kok ya kalian sewot kalau ada yang punya pikiran beda. Apalagi tentang masalah Tut Wuri Handayani.
Dan mungkin kita lupa, bahwa Dik Della adalah seorang wanita, perempuan atau cewek. Kalian jangan pernah melupakan pepatah jawa yang mengatakan bahwa, “Cewek Itu Tidak Boleh Salah”. Yang artinya, sesalah apapun twit dari Della, kita harus ingat ada pepatah jawa tadi. Mbok ya ngerti dikit perasaan cewek secantik Della.
Kita ndak boleh pilih kasih. Kalau misalnya Kak Melody bikin salah ucapan, kita kompak memaafkan. Hanya karena dia cantik dan calo Menteri Pertanian Indonesia. Tapi kalau Della yang salah, kita juga kompak sih, tapi kompak menyalahkan. Padahal kan mereka sama-sama member JKT48 yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Padahal jelas, bahwa JKT48 adalah harapan. JKT48 datang dengan membawa misi budaya. Mereka dibentuk untuk mempromosikan budaya Jepang Indonesia. Meskipun sampai saat ini saya ndak tahu, budaya dari Indonesia apa yang dibawa oleh JKT48 ke pentas dunia. Ah biarlah, JKT48 selalau benar.
Dan Della sebagai salah satu member JKT48, hadir juga dengan membawa misi itu. Ia ingin agar masyarakat dunia tahu bahwa Indonesia kaya akan pepatah-pepatah yang berguna bagi siapapun yang mengetahuinya.
Jadi, sudah sepantasnya kita mendukung JKT48 dan semua elemennya tanpa terkecuali.






0 komentar:
Posting Komentar