Panah yang dulu menancap kuat di hati, kini telah mulai memudar dan menghilang
Arjuna adalah salah satu tokoh dalam pewayangan. Saya pribadi kurang tahu bagaimana Arjuna itu beraksi dan mengisi khazanah pewayangan. Saya hanya tahu Arjuna lewat lagu Dewa 19. Disitu, Arjuna di ibaratkan sedang mencari pelabuhan terakhirnya. Ia digambarkan dalam lagu itu, harus rela mendaki gunung hanya untuk mencari tempat sang putri tinggal. From Zero To Hero
Arjuna juga piawai dalam hal memanah. Entah itu memanah hewan buruan, lawan-lawan, atau bahkan memanah hati sang putri. Kalau digabungkan cerita wayang dengan lagu Dewa 19 tadi, saya membayangkan Arjuna sebagai Ksatria yang jago dalam hal apapun kecuali satu, percintaan. Busur panahnya tumpul. Racun cintanya tak bertuan. Tapi, Arjuna tetap ikhtiar dalam mencari pelabuhan hatinya.
Andela, gadis desa yang jauh dari hingar bingar ibukota, rela pergi ke kota yang lebih keras. Ia memilih Jakarta sebagai kota selanjutnya yang harus ia taklukan. Ia dan Jokowi sepertinya punya mimpi yang sama, Menaklukan Ibukota. Solo sudah terlalu mudah bagi mereka berdua.
Andela mencoba untuk menaklukan Jakarta dengan segala yang ia punya. Ia cantik, lucu, lugu, dan logat medoknya menambah ciri khasnya sebagai gadis desa. Modal yang ia punya sepertinya mampu untuk menghentikan dominasi yang itu-itu saja.
Harapan yang besar ada di pundak dia. Saya pribadi ada di belakang dia untuk menghentikan dominasi status quo. Ia bagaikan loko yang melesat cepat melewati kereta-kereta tua nan lambat. Ia menyingkirkan lawan-lawannya dengan mudah. Ia bagaikan AS Roma yang sukses meninggalkan Inter dan Milan plus menjadi lawan terkuat Juventus. Ah, ia semakin masuk ke hati.
Selayaknya kehidupan, kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Katanya begitu. Tapi bagi saya, kegagalan adalah sinyal untuk berusaha lebih dari sebelumnya. Ia gagal. Artinya ia harus lebih berusaha dibanding sebelumnya. Telepati yang saya kirimkan ternyata sampai ke dia. Dia berlatih lebih keras dibanding sebelumnya.
Manusia bukanlah mesin. Kalau mesin, ada spare part yang bisa kapanpun diganti. Beda dengan manusia. Manusia butuh istirahat. Sekali rusak, cara terakhir adalah berhenti. Untuk meminimalkan kerusakan, manusia diberikan otak dan perasaan oleh tuhan. Tujuannya agar manusia bertindak rasional dan logis. Plus, agar manusia mampu merasakan sesuatu. Kalau semisal ada yang kurang beres di dalam tubuhnya.
Dan Andela hanyalah manusia biasa. Ia bukanlah Florenzi yang mampu membuat Gerard Pique tercengang lewat aksi goal “bajingan” nya. Ia bukanlah Messi yang lahir dari planet lain dan punya spare part untuk bisa mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Dan ia bukanlah Syahrini yang maju mundur cantik. *apasih*
Normalnya manusia, pasti ada titik dimana manusia harus berhenti berjalan dan memilih untuk istirahat. Ingat, saya bicara manusia, bukan Messi. Messi adalah antitesis dari Manusia.
Dan Andela kurang mengerti ini. Bahwa dalam hidup, ada saat untuk berhenti. Meskipun tuhan memberikan otak dan perasaan, tapi Andela meniadakan itu. Karena ia ingin berusaha lebih keras dibanding sebelumnya. Alamiah. Tapi, istirahat juga alamiah. Dan penyakit juga alamiah. Andela harus lebih mengerti cara berteman dengan sakit. Jangan dilawan, dirasakan dan perlahan dihapus.
Entah siapa yang salah. Tak ada artinya saling menyalahkan. Karena tak akan ada yang mau disalahkan. Siapapun itu. Messi sekalipun. Florenzi sekalipun. Apalagi Totti, sang Serigala Terakhir.
Layaknya Arjuna yang punya kekurangan dalam hal cinta, Andela pun sama. Ia punya kekurangan. Dan Andela harus berjuang seperti yang Arjuna lakukan. Kalau perlu lewati gunung demi impian. Andela telah menjadi Arjuna versi cantik yang mampu memanah hati setiap lelaki. Tanyakan pada mereka, apa panah asmara masih menancap ? Masih. Tapi racunnya mulai memudar.
Terimakasih Andela, kau telah menjadi Arjuna cantik yang memanah relung hati dan menaburkan racun cinta di hati ini. Kehidupan baru akan segera dimulai. Jangan berhenti berjalan. Banyak tempat yang perlu kau taklukan. Jadilah Arjuna yang disegani banyak pihak. #TerimaKasihAndela






0 komentar:
Posting Komentar