Minggu, 01 Desember 2013

Dibalik Mandeknya Rekor Kemenangan AS Roma

Roma sempat menggemparkan panggung sepakbola Italy bahkan eropa ketika mampu menyabet 10 kemenangan beruntun di awal musim. Berhasil mematahkan rekor Juve yang sempat meraih 9 kemenangan beruntun yang akhirnya membawa Juve meraih scudetto sebelum akhirnya gelar scudetto itu di cabut. Di level eropa, Roma hanya kalah dari Spurs.
Masuk ke giornata 2 digit, yakni ke 10 Roma sempat kesulitan untuk menang sebelum Bradley menjadi protagonista dengan satu gol nya di penghujung laga. Padahal saat itu Roma sedang bermain dengan 10 pemain setelah diusirnya Mehdi Benatia. Dan Roma menghancurkan rekor tidak pernah kalah Udinese di kandang dalam 22 pertandingan terakhirnya.
Tepatnya di giornata ke 11, rekor 100% Roma terhenti. Adalah Torino yang menghentikannya. Torino menjadi tim pertama yang berhasil meredam auman serigala ibu kota. Dengan sebiji gol dari Alessio Cerci, serigala Roma seakan kehilangan aumannya di kandang Torino. Padahal Roma sempat memimpin di interval 45 menit awal sebelum Cerci menyamakan kedudukan di babak kedua. Gol itu semakin menyakitkan karena Cerci adalah mantan pemain Roma. Gawang Roma yang sempat perawan dalam beberapa petandingan terakhir ahirnya bobol juga.
Disini saya mencatat ada beberapa penyebab kendornya Roma :
1.      Kehilangan Francesco Totti
Faktor absen lamanya Totti bisa dikatakan menjadi salah satu alasan terkuat mlempemnya Roma. Totti yang cedera ketika Roma mengalahkan tamunya, Napoli di kandang pada bulan lalu hingga saat ini belum bisa di pastikan kapan akan bermain. Ketika Totti bermain, Roma sangatlah ganas. Totti telah mencetak 3 gol dan masuk dalam top three pencetak gol Roma di musim ini. Il Capitano menjadi pusat serangan AS Roma musim ini. Tidak hanya tajam, Totti juga mampu menjadi pengumpan yang baik bagi 2 striker bayangan Roma. Ketika Roma bermain dengan Totti, Roma mampu mencetak 22 gol dalam 8 pertandingan. Ketika Totti absen, Roma hanya mampu mencetak 3 gol dalam 4 pertandingan. Bahkan lawan Cagliari, menjadi pertandingan pertama Roma tanpa mencetak gol. Dan itu semua terjadi ketika Totti absen. Totti masih menjadi pusat serangan Roma hingga saat ini. 4 pertandingan terakhir, Roma bermain seakan tanpa arah. Kebingungan menentukan arah serangan.

2.      Belum Terlihatnya Pelapis Pertahanan Roma

Roma harus kemasukan 3 gol dalam 4 pertandingan terakhirnya. Padahal dalam 10 pertandingan awal, Roma hanya kemasukan 1 gol. Disini, kinerja Burdisso yang di plot sebagai pelapis dari Benatia dan Castan belum menunjukkan kinerjanya. Burdisso yang masuk ketika Castan dan Benatia terkena akumulasi kartu, menjadi lubang besar yang mudah di tembus. Berkali-kali passing yang di lepaskan Burdisso pun malah menjadikan blunder buat Roma sendiri.
Selain Burdisso, pusat masalah Roma ada di full back kirinya, yakni Dodo. Dodo dipasang ketika Balzaretti masih terkena cedera. Area kiri Roma menjadi salah satu area paling rawan yang mudah ditekan lawan. 2 pemain tadi belum menunjukkan kelasnya. Mereka berdua menjadi titik terlemah Roma.

3.      Terbacanya Strategi Rudi Garcia

Sebenarnya, alasan terkuat mlempemnya Roma selain kehilangan Totti adalah hal ini. sejak Totti masih bermain, atau ketiak melawan Napoli, strategi Roma sebenarnya sudah mulai di baca. Ketika lawan Napoli, meskipun Roma unggul, tapi kedua gol nya dicatatkan melalui set piece bukan open play. Pelatih-pelatih di Italy mulai sadar akan bahayanya Roma dan mencatat kelemahan-kelemahan Roma. Terbukti, roma seperti macan ompong di 5 giorata terakhir.


Semoga Garcia memberikan formula nya untuk bisa mengangkat lagi performa AS Roma yang mulai menurun. Di sisa 5 giornata sebelum paruh musim, Roma masih bisa untuk bangkit. Dan pertandingan melawan Fiorentina akan jadi ajang pembuktian AS Roma. Forza Roma

0 komentar:

Posting Komentar