“Mimpi apapun
suatu saat akan terkabul.”
Langit kota Malang semakin menghitam. Kata orang,
itu pertanda akan turun hujan dan semua aktivitas akan berhenti. Produktivitas
berhenti. Bagiku, hujan adalah awal dari sesuatu yang indah. Kenapa ? Filosofi
hujan yang membuat saya seperti ini. Hujan bukan sebagai alasan kita berdiam
dan menghentikan produktivitas kita. Tapi pelangi, karena setelah ada hujan
pasti ada pelangi. Keindahan, iya setelah ada kesulitan pasti ada keindahan di
dalamnya.
Lebih baik mundur satu langkah untuk meloncat maju
ke depan beribu-ribu langkah. Mungkin itu bisa mewakaili kondisi yang semua
manusia menginginkan itu. Semua manusia pasti ingin sebuah peerubahan. Ya,
perubahan menjadi lebih baik. Begitupun saya. Saya pun ingin perubahan menjadi
lebih baik.
Sebagai manusia biasa, berbuat salah dan khilaf itu
hal yang amat sangat biasa. Serius. Karena manusia bukanlah dewa ataupun tuhan
sekalipun yang maha benar dari segala kebenaran. Bagi saya, tuhan memiliki
kebenaran yang absolut atau mutlak dan tak terbantahkan. Meskipun keberadaan
tuhan di masing-masing agama berbeda. Bagiku, kebenaran tuhan itu mutlak. Tuhan
itu satu, itu mutlak. Tapi kebenaran manusia itu relatif. Amat sangat mungkin
dibantah oleh kebenaran manusia yang lain. Di situlah letak perbedaan antara
tuhan dan manusia, dan masih ada banyak perbedaan lainnya.
Semua orang pernah terjatuh, pasti. Pernah gagal.
Tapi yang hebat adalah manusia yang bisa bangkit ketika jatuh. Mungkin kalian
bosan mendengarkan atau membaca kalimat itu karena saking seringnya motivator
bahas itu. Tapi itu benar. Amat sangat benar. Kita lihat bagaimana banyak
pengusaha yang ambruk ketika bagkrut dan mereka enggan untuk berdiri lagi.
Bukan karena enggan, tapi karena takut. Iya takut akan gagal untuk yang kedua
dan ketiga bahkan keempat kalinya. Bagi saya itu wajar, yang namanya trauma
akan kejatuhan akan selalu menghantui. Yang aneh adalah ketika kita takut
mencoba sesuatu padahal kita belum pernah mencoba itu, just imagine. Saya jadi
ingat lagu dari John Lennon, Imagine. Bayangkan ketika tidak ada surga.
Bayangkan ketika tidak ada surga apa kalian masih mau hidup ? Jalani dulu dan
lewati.
Benar kalau kita hidup perlu menghitungkan cost and
benefit atau rational choice. Menghitungkan laba rugi bagi saya adalah hal
naif. Itulah kenapa saya sulit menghitung laba rugi. Karena ukuran laba rugi
itu relatif. Suatu saat laba bisa menjadi kerugian dan kerugian bisa menjadi
sebuah laba atau keuntungan. Tidak percaya ? Let’s See !
Suatu ketika, Arman ingin beli permen.
Dia berjalan ke pasar dan menemukan permen yang ia mau. Dia bertanya ke Toko A,
harganya 1000 per bungkus. Arman yakin bahwa herga permen itu bisa jauh lebih
murah. Akhirnya dia berjalan masuk ke dalam pasar jauh dari Toko yang tadi. Hampir
10 toko dia datangi tapi harganya sama, 1000. Hingga akhirnya Arman masuk ke
sebuah toko makanan dan ia bertemu dengan wanita cantik. Arman merasa bahwa ia
harus berkenalan dengan sang wanita. Arman akhirnya beli permen di toko itu
dengan harga yang lebih mahal, 1500. Rugi jelas, karena ada yang jauh lebih
murah. Tapi Arman untung. Why ? Karena dia berhasil berkenalan dengan wanita
tadi hanya karena dia beli permen di toko tadi yang harganya jauh lebih mahal.
Relatif bukan. Itulah kenapa saya benci dengan orang
yang selalu perhitungan akan kehidupan. Bukan berarti kita tidak boleh
memperhitungkan peluang dan tantangan. Bukan itu. Tapi yang buruk adalah orang
yang menghabiskan setengah hidupnya just for think and talk not act. Itulah
kenapa ada istilah NATO (Not Action Talk Only).
Pelangi. Sungguh indah pelangi ketika hujan.
Pertanda bahwa kebahagiaan akan datang seiring selesainya kesedihan. Yakin
bahwa hidup cuma sekali dan hidupmu tidak akan selalu sedih dan menyedihkan.
Karena kesedihan itu hanyalah sebuah hasil pemikiran kita semata. Hal yang
indah bisa menyedihkan jika kita menyikapinya dengan kesedihan. Enjoy your life
“Boys and Girls
mimpi apapun suatu saat akan terkabul. Boys and girls ayo pergi dengan ceria.”
Inspired by : Song of JKT48 – Mirai no Kajitsu (Buah
Dari Harapan)






0 komentar:
Posting Komentar