Assalamualaikum
akhi. Semoga kebaikam dan kesehatan selalu ada di diri akhi. Akhi, izinkan saya
untuk menceritakan salah satu olahraga yang saya gemari dan sempat akhi
komentari beberapa saat yang lalu. Tentang sepakbola.
Akhi,
saya mengenal sepakbola tepat 16 tahun yang lalu. Saat itu saya masih duduk di
kelas 1 SD. Dan 2 tahun kemudian, tangisan air mata saya keluar pertama kali
untuk sepakbola. Tahun 2002, Petrokimia Putra jadi Juara Liga Bank Mandiri. Itu
tangisan pertama saya di dalam stadion. Tangisan pertama saya di dalam Stadion
Gelora Bung Karno yang sempat jadi venue konser One Direction.
Tetapi
sejatinya, saya “dikenalkan” oleh orang tua saya sepakbola sejak di dalam
kandungan. Ibu saya ngidam ingin lihat sepakbola. Mungkin ini lah hasilnya. Dul;u
saya ikut sekolah sepakbola di Jakarta, SSB Arcici. Tapi berhenti karena harus
kembali ke Gresik. Tapi gar\irah sepakbola saya tidak berhenti sampai disitu. Kadang
saya berfikir, saya mencintai sepakbola lebih dari saya mencintai pacar saya.
Dulu
ketika saya masih sekolah dengan seragam putih merah, saya hanya bermain
sepakbola seperti layaknya anak kecil. Saat itu belum mengenal apa itu mafia
wasit, mafia sepakbola, skandal pengaturan skor, skandal pajak, dll. Dan keburukan
yang saya sebutkan diatas terjadi di Indonesia.
Dan
semua itu saya sadari keberadaannya setelah saya duduk di bangku SMP. Saya lihat
dengan mata kepala saya sendiri Gresik United saat itu dikerjai wasit di
Bantul. Pertandingan berhenti sebelum waktu berakhir. Disitulah saya mulai
sadar, ada yang tak beres. Belum lagi setelah saya tahu kalau PSSI sempat
dipimpin oleh seorang penjahat yang menjalankan tugasnya di balik jeruji besi.
Kita
butuh revolusi besar-besaran, akhi. Dan statement akhi agar PSSI mengabaikan
Menpora dan agar ISL jalan terus itu seakan menambah luka kami. Luka saya dan
luka teman-teman pecinta sepakbola di Indonesia. Padahal saat itu, Menpora dan
BOPI sedang berusaha sedang berikhtiar untuk memperbaiki liga agar lebih professional.
Apa
akhi lupa, kalau beberapa tahun terakhir ada pemain asing yang meninggal di
Indonesia karena tidak digaji ? Apa akhi lupa, kalau banyak pemain local di
Indonesia yang tidak digaji berbulan-bulan ? Apa akhi tahu kalau ada salah satu
pmain asing di Indonesia yang terlibat mafia bola karena ia tak digaji oleh
klub ? Apa akhi tahu kalau klub-klub di
Indonesia banyak yang belum punya NPWP ? Kalau saya sebutkan semua pertanyaan
yang mengganjal hati saya, akan sangat banyak sekali, akhi.
Di
statement ini,
akhi bilang kalau PSSI tidak ambil dana dari pemerintah, jadi Menpora tidak
usah ikut campur. Apa it benar akhi ? Kalau itu benar statement akhi, tolong
cek putusan hokum yang memenangkan FDSI (Forum Diskusi Sepakbola Indonesia) di
Komisi Informasi Publik desember lalu. Mungkin akhi lupa, atau mungkin akhi
tidak tahu hal itu. Silahkan ditanyakan kembali ke yang bersangkutan.
Akhi,
apa akhi lupa kalau tidak boleh ada intervensi pemerintah. Dan ini yang selalu
di gembar-gemborkan PSSI ketika Menpora datang untuk membantu menyelesaikan
masalah di PSSI. Kampanye menolak intervensi pemerintah semakin nyaring
suaranya setelah Menpora yang baru berani dan tegas.
Tetapi
apa yang dilakukan PSSI. Dia malah “wadul” ke DPR dan ke Wapres. Seakan mereka
lup[a kalau Wapres dan DPR itu juga bagian dari pemerintah. Dan akhi membela
PSSI sekuat tenaga. Harusnya akhi marah. Lembaga DPR yang terhormat dianggap
bukan lembaga pemerintah.
Ah
akhi, saya tahu, niatnya baik (kalau niat baik) untuk memajukan sepakbola kita.
Tapi akhi harusnya belajar lebih dulu tentang sepakbola secara umm dan
sepakbola Indonesia sebelum nantinya akhi datang dan menjadi seorang pahlawan.
Akhir
kata akhi, saya mendoakan akhi sehat. Agar selalu bisa mengikuti perkembangan
sepakbola di Indonesia. Dan akhi, saat ini 18 April 2015 Kongres 5 tahunan PSSI
digelar. Akhi ingat atau memang tidak tahu ? Dan saat ini pula ribuan BONEK datang
meminta keadilan atas segala aksi tipu-tipu yang dilakukan PSSI ke Persebaya
1927. Saya bukan seorang BONEK, tapi saya sebagai pecinta sepakbola mendukung
aksi BONEK.
Semoga
PSSI bersih dari MAFIA meskipun susah. Kami, akan terus dan tetap akan melawan.
Salam
dari anak bangsa.
Wassalamualaikum….






0 komentar:
Posting Komentar